Sabtu, 25 Oktober 2014
Balai Kota Dibangun, Kantor SKPD Menumpang PDF Cetak Surel
Senin, 14 Januari 2013 01:13

PAYAKUMBUH, HALUAN — Pekerjaan berat menunggu pasangan Walikota dan Wakil Walikota Payakumbuh, Riza Palepi dan H.Suwandel Much­tar. Pasalnya, rencana pemba­ngunan untuk kepentingan umum belum sepenuhnya terealisasi. Buktinya, rencana pengadaan tanah untuk termi­nal bus yang representatif, rencana pem­bangunan termi­nal truk yang juga belum terealisasi.

Sudah sepantasnya dilak­sa­nakan pembangunan termi­nal bus dengan konsep termi­nal terpadu yang mempunyai fungsi sebagai simpul terans­portasi angkutan penumpang sekaligus sebagai pusat perda­gangan (perbelanjaan) dan jasa. Payakumbuh, saat ini sudah memiliki 3 terminal tanpa tipe yakni, terminal Labuh Baru, terminal angkot pusat kota dan terminal Koto nan IV.

Selain itu, belum klirnya penyelesaian Konsolidasi Tanah Perkotaan (KTP) yang terdapat di Kelurahan Padang Tinggi dan Payolansek, Keca­matan Payakumbuh Barat, yang sudah berlangsung bela­san tahun. Pada kedua kelura­han tersebut, diperkirakan sekitar seratusan persil lagi KTP yang masih belum ram­pung.

Persoalan yang paling krusial adalah pembangunan perkantoran SKPD di Kota Payakumbuh, sebagian besar belum terlaksana, sehingga masih ada kantor SKPD yang menumpang, baik digedung SD maupun di perkantoran insatnsi lain. Hal itu dianggap sebagian masyarakat sudah keterlaluan sekali, karenanya perlu mendapatkan prioritas utama dalam pembangunan.      “Kantor balaikota yang masih layak untuk ditempati diba­ngun yang baru di eks lapa­ngan Poliko, sementara kan­tor SKPD yang menumpang pada bangunan instansi lain dibiar­kan, seakan ada diskriminasi dalam pembangunan,”ungkap Aktivis Forum Peduli Luak Limopuluah, Yudilfan Habib dan Sekretaris LSM Bakin, Edlen Syarkawi di Payakum­buh, Sabtu (12/1).

Dikatakan, pekerjaan ru­mah bagi pemimpin daerah yang baru melirik untuk memfungsikan pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) Modern di Payobasuang, Payakumbuh Timur. Serta pembangunan Tempat Pem­buangan Akhir (TPA) Regional sampah di Taratak Aur Ku­ning Payakumbuh Selatan.

Hal senada juga disam­paikan, Pengamat Lingkungan Kota Payakumbuh, Yulfian Azrial yang dihubungi secara terpisah. Ia berharap kepada pasangan walikota dan wakil walikota Riza dan Suwandel, hendak mampu memprio­ritaskan kelanjutan rencana pembangunan yang belum terealisasi. Seperti tanah KTP, perkantoran SKPD, penge­lolaan pertokoan pasar Ibuh Barat, pusat pertokoan bertingkat lantai II blok Timur dan lainnya. (h/zkf)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy