Jumat, 25 April 2014
Waspada Pencopet Berkedok PKL PDF Cetak Surel
Sabtu, 19 Januari 2013 02:14

PADANG, HALUAN — Aksi kriminal di Kota Padang, seperti aksi copet, jambret di kawasan Pasar Raya Padang, membuat aparat kepolisian gerah. Seakan tak kehabisan akal, berbagai modus mereka terapkan untuk menjerat korbannya.

Kapolresta Padang Kom­bes Pol Moch Seno Putro, didampingi Kapolsek Padang Barat Kompol M Widya Eka Putra mengigatkan, agar masyarakat yang ingin berbe­lanja maupun melakukan aktifitas lainnya, agar selalu waspada terhadap barang-barang bawaannya.

Karena, berdasarkan pan­tauan dan data yang telah diterima Polsek Padang Barat, kawasan yang paling rawan terhadap aksi copet dan jam­bret adalah sepan­jang Jalan Pasar Raya Barat, yaitu mulai dari Tugu Air Mancur sampai ke Simpang Permindo.

Ia juga mengigatkan ma­sya­rakat harus berhati-hati dengan pedagang-pedagang kaki lima yang berada di sepanjang Jalan Pasar Raya Barat. Karena, pada kawa­san itu, banyak pencopet yang berkedok sebagai Pedagang Kaki Lima (PKL).

“Setelah anggota dari Polsek Padang Barat mela­kukan pengintaian beberapa hari, ternyata kawasan yang paling rawan aksi copet dan jambet berada di sekitar jalan tersebut. Data itu didukung dengan penangka­pan 3 Januari 2013 lalu, AN Dedi Suprianto tertangkap tangan saat mela­ku­kan aksi copet di kawasan Jalan Pasar Raya Barat terse­but,” ujar­nya kepada Haluan di kan­tornya, Kamis (17/1).

Dikatakan, selain waspa­da jambret dan copet, masya­rakat juga harus waspada aksi pemeresan yang berke­dok dan mengatas namakan hukum adat, khususnya di sekitar kawasan Gor H Agus Salim, Pantai Padang, dan kawasan Danau Cimpago.

Hal itu juga dibeberkan setelah pihaknya melakukan penangkapan terhadap AN Ali Akbar, warga Pasar Pagi Purus. Satu dari tiga pelaku ini tertangkap saat melaku­kan pemerasan kepada sepa­sang muda mudi di kawasan Gor H Agus Salim pada 1 Januari 2013 lalu.

“Kasus seperti ini banyak ditemukan pada remaja yang berdua-duan dengan pasa­ngan­nya. Biasanya, kalau mereka menemukan remaja yang sedang memadu kasih, mereka akan melakukan pemerasan, meminta uang tutup mulut, atau pasangan tersebut harus membayar 20 sak semen. Kalau tidak mau membayar, mereka akan mengancam membawa ke­dua­nya ke penghulu untuk dinikahkan,” ungkpanya.

Dengan banyaknya kasus kriminal itu, ia berharap masyarakat bisa bekerja sama dengan pihak kepoli­sian. Karena, tanpa adanya duku­ngan masyarakat, polisi akan sulit untuk membe­rantas kejahatan. (h/wis/cw-yni)

Comments (1)Add Comment
0
mahasiswa
written by string, Januari 21, 2013
kami berharap dari pemerintah kota padang,,terutama tempat khawasan wisata..supaya lebih tegas terhadap preman-preman ada disekitar khawasan wisata tersebut,,dan mejaga keamanan yg ada di sekitar wisata.terutama bagi pengunjung yg datang.
kami sangat tidak nyaman dan sering kali ada pemerasan-pemerasan yg terjadi sewaktu-waktu.
dan kami sebagai pengunjung lebih berharap kepada pemko padang lebih tegas memberikan kebijakan terhadap khawasan khawasan wisata yg ada di kota padang.
"malu pak"kami sebagai warga padang sangat berharap sekali tindakan dari pemko.
di tempat tempat khawasan lain tidak ada seperti ini pak...
dan warga padang pun enggan ke tempat khawasan wisata padang.
lebih baik ke tempat-tempat wisata lain.lebih nyaman dan tentram.
sekian "trimaks"

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: