Senin, 22 Desember 2014
Misteri Maharani Terungkap PDF Cetak Surel
Kamis, 07 Februari 2013 03:28

DITANGKAP KPK DI KAMAR HOTEL

JAKARTA, HALUAN — Simpang siur tentang tem­pat kejadian perkara (TKP) penangkapan mahasiswi cantik  Maharani Suciono dan  tersangka suap impor sapi Ahmad Fathanah, akhirnya terjawab. Ketua KPK Abraham Samad me­men­tahkan penegasan Ma­ha­rani yang mengaku cuma bertemu Fathanah di lobi Hotel Le Meridien.

Menurut  Abraham Sa­mad, penangkapan Ma­ha­rani Suciono dan Ahmad Fathanah dilakukan di dalam kamar Hotel Le Meridian. “Di kamarlah! Kamarnya diketok. Di dalam kamar itu ditemukannya, Fathanah sama perempuan itu (Maharani),” kata Abra­ham saat dikonfirmasi war­tawan di Gedung DPR, Sena­yan, Jakarta, Rabu (6/2).

Sebelumnya, Maharani Suciono sempat membantah bahwa ia ditangkap KPK di dalam kamar Hotel Le Meri­dien Jakarta Pusat bersama Ahmad Fathanah. Perem­puan yang tercatat sebagai mahasiswi di salah satu per­guruan tinggi swas­ta itu me­negaskan bahwa penang­ka­pan dilakukan di sebuah cafe yang terdapat di lobi hotel.

Wanita yang akrab disa­pa Rani itu menyatakan sa­at dicokok KPK, ia dan Fathanah berada di lobi Hotel Le Meridien. Ia pun terpukul jika namanya disebut-sebut sempat ngeseks dengan Ahmad Fathanah di kamar hotel. “Saya terpukul, kok dikaitkan seperti itu. Saya tidak terima. Kebenarannya sendiri masyarakat tidak tahu seperti apa,” ujar Rani dalam jumpa pers, Selasa  malam.

Namun, saat ditangkap Maha­rani mengenakan rok mini yang memperlihatkan lekuk tubuh dari setengah paha. KPK akhirnya membebaskan Maharani yang ikut ditangkap bersama AF saat menuju Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa malam pekan lalu. KPK beralasan Maharani tidak terlibat dalam kasus yang sedang ditangani.

Sementara itu, sejumlah staf Hotel Le Meridien  juga  mem­bantah keterangan Maharani  soal lokasi penangkapan dia dan Ahmad Fathanah. “Saya lihat mereka turun dari tempat parkir Basement 1 ke Basement 2 jalan kaki,” kata Din, satpam Le Meridien.

Din mengatakan ada sekitar 20 orang lebih yang turun menuju tempat parkir B2 sektor P2. Sebe­lum memasuki mobil, rombongan itu sempat berhenti sejenak dan seperti berunding.

Penasaran, lalu  Din menda­tangi mereka dan menanyakan ada apa. “Salah seorang pria berkata, kami dari KPK,” katanya.

Din tidak berani bertanya banyak karena mereka terlihat sangat serius. Sekitar pukul 20.00 WIB, mereka meninggalkan tempat parkir. Bela­kangan Din baru tahu lewat media bahwa ada penang­kapan.

Dari rekannya sesama satpam, Din baru tahu ada penggrebekan di salah satu kamar. “Saya lihat mereka bawa cewek juga yang ditangkap,” katanya.

Keterangan ini diperkuat oleh petugas salah satu kafe yang ada di hotel ini. “Tidak ada penangkapan di kafe,” kata salah seorang pelayan kafe yang minta namanya tidak ditulis. Di Hotel Le Meridien ada dua buah kafe yakni La Brasserie dan Rendes-Veus. Selain itu ada sebuah klub bernama 30. Semua petugas di kafe-kafe itu mema­s­tikan bahwa penangkapan terjadi di salah satu kamar.

“Saya lihat beberapa orang turun ke lobi dari atas dan langsung ke tempat parkir,” kata petugas tersebut. Saat penangkapan ber­lang­sung, kondisi lobi ramai. “Sem­pat menarik perhatian,” katanya.

Seperi diberitakan sebelumnya, Maharani dan Ahmad Fathanah ditangkap petugas KPK pada Selasa 29 Januari 2013 malam. Ahmad ditangkap tangan setelah baru saja menerima uang suap sebesar Rp 1 miliar dari PT Indoguna Utama. Sedangkan Maharani ditangkap karena menerima uang sebesar Rp 10 juta dari Ahmad. Belakangan Maharani dibebaskan karena tidak terkait langsung dengan suap impor daging yang juga menyeret eks Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

Terkait kebohongan Rani,  Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Jakarta, Jo Rumeser, mengungkapkan setiap orang memi­liki apa yang disebut pertahanan diri untuk melindungi diri secara psikologis. Sistem pertahanan psikologis ini tergantung bagaimana seseorang menggunakannya.”Kalau saya lihat secara konsep, dia  (Rani)  panik. Dia tahu kalau namanya akan hancur, supaya tidak down grade, ya bertahan dengan meng­atakan hal bohong,” kata Jo seperti dikutip  Tempo. (h/dn/ti)

Comments (2)Add Comment
0
...
written by string, Maret 15, 2013
Mau juga tuh Maharani,aku mau bayar 20 juta.........
0
...
written by string, Pebruari 08, 2013
ga usah muna Rani... No telp kamu brp nti Q hub tp jgn 10jt ya..

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: