Senin, 22 September 2014
Warga Pariaman Supect Flu Burung PDF Cetak Surel
Sabtu, 09 Februari 2013 03:13

PADANG,HALUAN — Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, kembali menerima pasien terduga (avian influenza) flu burung. Pasien berinisial BR (73) merupakan warga Kabupaten Pa­dang Pariaman. Pasien menjalani perawatan intensif di ruangan isolasi flu burung RSUP M DJamil Padang.

Informasi yang dihimpun Ha­luan,  BR masuk rumah sakit Jumat (8/2) pukul  12.00 WIB. Pasien dirujuk dari RSUD Padang Pariaman, karena mengalami gejala terinveksi virus H5N1 atau flu burung. Be­berapa hari sebelumnya pasien kontak dengan  unggas-ungas milik tetangganya yang mati mendadak.

Sementara itu  Pejabat Pemberi Informasi RSUP M Djamil Padang, Gustafianof mengatakan BR, baru dicurigai teridap virus H5NI, karena pihak keluarga menye­butkan bebe­rapa ekor itik tetang­ganya mati mendadak dan BR saat itu kontak langsung dengan unggas-unggas tersebut.

“Beberapa hari lalu sejumlah itik mati dan yang bersangkutan langsung demam tinggi disertai batuk dan sesak nafas. Melihat hal itu, keluarga pun langsung mela­rikannya ke RSUD Padang Padang Pariaman. Berikutnya pihak rumah sakit umum tersebut, merujuk BR ke RSUP M Djamil Padang karena mencurigai pasien terinveksi virus H5NI,”  kata Gus­tavianof menjelaskan.

Dokter yang melihat gejala  penyakit BR sepakat mengatakan yang bersangkutan suspect flu burung. Kata Gustavianof, BR memang belum positif, namun ciri-ciri yang mengarah ke sana cukup jelas dan pihak rumah sakit akan lakukan pengambilan sample darah, untuk memastikan lelaki berusia 73 tahun itu terinveksi atau tidak oleh virus tersebut.

”Untuk itu, sampai saat ini statusnya masih dicurigai flu burung. BR sudah mendapatkan perawatan intensif di ruangan isolasi flu burung. Nanti jika sample darahnya positif, dokter RSUP M Djamil akan mengambil tindakan lanjutan,”sebut Gustavianof.

Perawatan yang diberikan ter­hadap BR, sudah sesuai standar yang ditetapkan bagi pasien supeck flu burung. “Saat ini masih diisolasi, sambil menunggu dan melihat kondisi pasien dan dokter akan segera mengambil sample darah­nya,” ujar Gustafianof menandaskan.

Beberapa hari yang lalu di Nagari Sanur Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, sebanyak 1.207 ekor itik milik empat kepala keluarga (KK) mati mendadak . Populasi itik di daerah itu yaitu 3.590 ekor dan pemiliknya ada enam KK. Pemusnahan yang dilakukan terhadap itik yang masih hidup baru dilakukan kepada satu KK yaitu Doni, sebanyak 299 ekor. Sedangkan tiga KK lagi sedang dilakukan sosialisasi agar bisa dilakukan pemusnahan dari itik yang masih hidup. Selain itu, juga dilakukan penyemprotan.

Di Sumbar, sudah ada dua lokasi itik yang ditemukan mati menda­dak, yaitu di Payakumbuh dan di Korong Kampung Lintang, Nagari Sanur, Kecamatan Nan Sabaris, Padang Pariaman. Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peter­nakan Sumbar M Kamil mengatakan, dari penga­matan tim di lapangan, matinya ribuan itik tersebut menga­rah pada virus flu burung jenis baru yaitu H5NI berkode 2.3.2.

Pascamatinya ribuan itik di Pariaman akibat terjangkit virus H5N1, Dinas Peternakan Sumbar memblokir keluar masuknya itik dari lokasi kejadian. Langkah antisipasi ini dilakukan, guna mencegah dan menghambat ter­jangkitnya penyakit serupa ke daerah lainnya di Sumbar. (h/cw-hri)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy