Senin, 22 Desember 2014
DP4 Kabupaten Inhil Berkurang 8000 Jiwa PDF Cetak Surel
Senin, 25 Februari 2013 01:23

TEMBILAHAN, HALUAN — Data Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) kabupaten inhil di perkirakan akan berkurang sebanyak 8.000 jiwa. Pengurangan tersebut terjadi karena adanya eksodus tenaga kerja dari salah satu perusahaan yang terdapat di Kecamatan pelangiran yang tidak memberikan informasi kepada Disdukcapil Kabupaten Inhil.

“Perihal ini diketahui saat melakukan pemutakhiran pendataan DP4 untuk pilkada inhil.” Ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Inhil, Dianto Mampanini.

Hingga saat ini ditambahkannya, pemutakhiran DP4 yang dilakukan di 20 kecamatan di kabupaten indragiri hilir masih terus dilakukan. Data DP4 sesuai agenda akan diserahkan kepada pihak KPUD Inhil Maret 2013 mendatang.

Terkait hal tersebut, Ketua KPUD Inhil, Joni Suhaidi mengaku belum mendapatkan informasi terkait adanya pengurangan 8000an Data Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) tersebut. Namun pihaknya mengatakan, pemutakhiran DP4 yang dilakukan oleh Pemkab Inhil melalui Disdukcapil tersebut belum bersifat final karena masi akan dilakukan pemukhtahiran kembali oleh pihak KPUD Kabupaten Inhil.

“Setelah DP4 untuk pemilukada kita terima, data tersebut akan kita teruskan kepada PPS untuk kembali dilakukan pemutakhiran. Hal ini guna mengantisipasi berbagai kemungkinan.

Misalnya, mungkin saja masih ada pemilih yang belum terakomodir. Misalnya  pemilih yang pindah, meninggal dunia atau disebabkan hal-hal lainnya. Artinya DP4 yang diserahkan oleh Pihak Pemkab masih belum final,” jawab Joni Suhaidi.

Menurut jadwal DP4 tersebut akan diserahkan kepada KPUD Inhil pada tanggal 7 Maret mendatang. Dalam kesempatan itu, Joni juga berjanji akan menjalankan proses pemutakhiran DP4 secara transparan. Dengan melibatkan Partai politik termasuk pihak kecamatan, kelurahan dan Desa hingga ketingkat RT.

Diharapkan saat pemutakhiran DP4 yang dilakukan oleh PPS, pihak-pihak terkait dapat saling melengkapi dan melakukan cross check.

“Dengan cara ini, tentunya tingkat pengawasan akan berjalan dengan lebih ketat dan tranparan. Kita berharap akan dapat menimalisir terjadinya kesalahan data pemilih.” Pungkas Joni Suhaidi. (h/mg-rio)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy