Selasa, 21 Oktober 2014
Golkar, PAN dan PKS Bakal ‘Kuasai’ 4 Pilkada di Sumbar PDF Cetak Surel
Selasa, 05 Maret 2013 01:18

PADANG, HALUAN — Pes­ta demokrasi pemilihan wali­kota di empat daerah di Sumbar bakal berlangsung semarak. Pertarungan sengit akan terjadi antara Partai Golkar, PAN dan PKS, karena hasil survei menunjukkan bakal calon yang diusung partai besar ini mendapat respon tertinggi.

Di Padang, Mahyeldi An­sharullah, calon incumbent yang bakal diusung kembali oleh PKS memiliki peluang besar meraih suara terbanyak. Namun demikian, Partai Golkar siap menyalip dimana bakal calon yang diusung tak kalah familiar di tengah-tengah masyarakat. Mereka yang juga kader Golkar yang dise­but-sebut diusung partai Beri­ngin itu adalah Ketua DPD I Golkar Padang, Wahyu Iramana Putra, kemudian mantan wakil walikota Padang 2004-2009, Yusman Kasim, Fungsionaris Pusat, Alkudri dan Asnawi Bahar.

Dari peta politik Kota Padang saat ini, diprediksi akan ada enam pasangan calon yang lolos di KPU dan berhasil maju pada pesta Pilkada nanti. Tiga pasangan calon diusung parpol, sedangkan tiga pasangan lagi melalui “partai rakyat” alias jalur independen.

Bakal calon dan pasangan walikota-walikota ideal yang dise­but-sebut yakni Desri Ayunda (Dirut PT Igasar Semen Padang) dengan Januardi Sumka (Ketua DPC Partai Demokrat Padang). Pasangan ini akan bersaing dengan Yultekhnil (Ketua DPRD Sumbar/Demokrat) dengan Syafril Basyir (Sekda Padang) di Partai Demokrat. Kemu­dian yang tak penting, kehadiran Ferryanto Gani juga menjadi pe­saing kuat di partai berlambang ‘bintang mercy’ tersebut.

Sementara itu, di tubuh Partai Golkar juga terjadi perebutan untuk mendapatkan “kapal” bermerek pohon beringin ini. Mereka yang semuanya kader partai yaitu Yusman Kasim (mantan wakil walikota Padang) yang disebut-sebut memiliki kans menang cukup besar. Bahkan, di perbincangan masya­rakat, Yusman cukup meraih kembali suaranya waktu Pilkada Padang 2009 lalu sudah bisa meraih kemenangan pada Pilkada yang digelar Oktober nanti.

Namun ingat, kader Golkar lainnya juga memiliki peluang sama. Mereka adalah Ketua DPD I Golkar Padang, Wahyu Iramana Putra, Fungsionaris Pusat Partai Golkar, Alkudri dan Asnawi Bahar.

Sementara di jalur independen, H. Maigus Nasir dikabarkan sudah memiliki dukungan yang cukup untuk mendaftar sebagai cawako di KPU nanti. Ketua Harian Baznas Padang ini sudah didukung masya­ra­kat yang dibuktikan melalui foto KTP warga.

Persaingan Golkar dengan PAN juga bakal terjadi di Sawahlunto, Padang Panjang dan Pariaman. Di Kota Arang, pasangan Fauzi Hasan-Deri Asta yang diusung PAN juga bakal bersaing ketat dengan calon incumbent, Erizal Ridwan—Emeldi yang diusung oleh dua partai besar yakni Partai Golkar dan PPP.

Partai Golkar sendiri saat ini mempunyai 35 persen atau empat kursi yang duduk di DPRD Kota Sawahlunto. Sedangkan PPP, mem­punyai 15 persen suara yang duduk di DPRD Sumbar yaitu sebanyak 3 kursi.

Begitu juga halnya di Padang Panjang dan Pariaman. Meskipun saat ini bakal calon masih marosok-rosok mengukur sekaligus mendekati partai politik yang bisa mengusung mereka. Sebaliknya, Parpol juga belum ada yang memastikan nama calon yang akan diusung.

Namun demkian, pertarungan Golkar dan PAN juga disebut-sebut menghiasi Pilkada daerah ini. Lagi-lagi incumbent menjadi kandidat terkuat, meskipun calon non-incumbent juga meraih elektabilitas tinggi di tengah masyarakat. Mereka adalah Edwin—Eko Furkani, incum­bent yang disebut-sebut diusung kembali oleh PAN. Pasangan ini bakal mendapat saingan oleh Hendri Arnis—Mawardi Samah.

Pasangan Hendri Arnis-Mawardi Samah yang disingkat “HAMAS” ini baru sekadar mendeklarasikan diri karena belum bersedia menje­laskan secara pasti “kapal” apa yang akan menyeberangkan mereka nanti. Dari bisiak lasau dikabarkan, Hamas akan menumpang kapal besar berbendera “Beringin”.

Sementara itu, di Pariaman, Mukhlis Rahman sebagai calon incumbent walikota Pariaman, 2013-2018 masih menjadi calon yang kuat pada Pilkada Kota Pariaman, yang akan digelar 4 September 2013. Hal itu dapat dilihat dari informasi-informasi yang berkembang ditengah ma­syarakat kota Pariaman.

Berbagai rumor di masyarakat mengatakan  Mukhlis maju melalui partai PPP dengan pasangan Genius Umar (birokrat), ada juga yang mengatakan Mukhlis Maju melalui partai Hanura dengan pasangan Edison TRD (Ketua Hanura Kota Pariaman). Kemudian juga ada informasi bahwa Mukhlis berpa­sangan dengan Ketua PAN Kota Pariaman Ibnu Hajar yang saat ini menjabat ketua DPRD. Isu yang beredar juga menyatakan Mukhlis berpasangan dengan Mardison Mahyuddin, Ketua Golkar setempat.

Beredarnya informasi tersebut, ujar Mantan Kepala Desa Tungkal Selatan Kota Pariaman, Fikrianto menandakan pamor Mukhlis untuk walikota lima tahun kedepan masih besar dan menjadi perhitungan bagi kadindat lainnya.

“Saya berpendapat, tidak bera­ninya sebagian besar pimpinan partai politik untuk maju sebagai calon nomor 1 di Kota Pariaman, karena keinginan Mukhlis untuk periode yang kedua kalinya,” pendapat Fikri.

Wakil Walikota Pariaman, Helmi Darlis yang merupakan kader PKS juga menjadi perhi­tungan dalam Pilkada Kota Paria­man, karena kekompakan para kader PKS dalam sosialisasi. Helmi memiliki peluang yang cukup besar juga.

Calon lain yang diprediksi akan besaing dengan Mukhlis, yakni Indra Jaya Piliang yang dikabarkan juga akan berpasangan dengan Mardison Mahyuddin melalui Partai Golkar. Indra JP yang merupakan tokoh muda, pengamat politik nasional yang turun kekancah politik sejak 2009 lalu juga selalu menjadi pembicaraan di tengah-tangah warga Pariaman.  (h/vid/one/ded/hel)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy