Jumat, 31 Oktober 2014
Pemilu DPD RI “Perang Bintang” PDF Cetak Surel
Rabu, 10 April 2013 01:43

PADANG, HALUAN — Perang bintang. Itulah yang akan terjadi dalam Pemilihan Umum 2014 untuk calon anggota DPD RI. ‘Pertarungan’ bakal berlangsung ketat, karena mereka yang akan maju termasuk tokoh politik dikenal di Sumbar, bahkan nasional.

Sebagian di antaranya ada yang masih duduk di DPD RI, DPR RI, DPRD Sumbar dan menjadi walikota, serta man­tan pamong.

Mereka di antaranya ada­lah Irman Gusman, yang saat ini menjabat Ketua DPD RI. Jika tetap maju, berarti ini ketiga kalinya Irman maju lewat DPD RI. Begitu juga dengan Emma Yohana, yang saat ini menjadi anggota DPD RI membidangi pendidikan. Ia terkenal sebagai sosok perempuan, yang dekat dengan konstituennya.

Tokoh politik nasional yang muncul dalam bursa DPD RI lainnya adalah Jeffrie Geo­fanie. Ia muncul dan bakal bersaing di DPD RI, setelah Partai Nasdem beralih ketua umum, dari Patrice Rio Ca­pela ke Surya Paloh yang sebelumnya Ketua Majelis Tinggi Nasional Partai Nas­dem. Sementara Jeffrie sebe­lumnya merupakan sekretaris majelis tinggi.

Dari kalangan politisi DPR RI ada nama Mulyadi, yang merupakan kader Partai De­mo­krat. Ia mungkin saja maju di DPD RI, mengingat Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar Josrizal, juga maju untuk DPR RI di Dapil II.

Dari politisi DPRD Sumbar muncul nama Leonardy Har­mainy, yang saat ini Wakil Ketua DPRD Sumbar. Selain itu ada nama Irdinansyah Tarmizi, yang juga anggota DPRD Sumbar. Keduanya merupakan kader Partai Gol­kar Sumbar. Keduanya juga dikenal punya konstituen yang kuat di akar rumput.

Dari kalangan ninik ma­mak, muncul nama Ketua LKAAM Sumbar M Sayuti Dt Rajo Panghulu. Sedangkan porsi perempuan juga diisi oleh Afrizalti. Ia merupakan man­tan Kepala Badan Pemberda­yaan Perempuan Sumbar dan dikenal di kalangan birokrat.

Kejutan terjadi, ketika ada nama Fauzi Bahar dalam bursa pencalonan DPD RI, dalam daftar absensi sosia­lisasi tata cara pencalonan calon anggota DPD RI di kantor KPU Sumbar kemarin. Jika memang yang bersang­kutan itu Walikota Padang, hal itu dimungkinkan saja. Karena, jika dipaksakan maju untuk DPR RI, maka akan bersaing dengan Ketua DPW PAN Sumbar Asli Chaidir, termasuk dengan sang pona­kan Michel El Qudsi. Selain itu juga ada nama Masrizal, Hendri Sa­putra, Firdaus, dan lainnya.

Jika dilihat peta kekuatan masing-masing, yang paling bersaing ketat itu adalah Irman Gusman, Jeffrie Geo­fanie, Emma Yohana, Leonardy Harmainy, Irdinansyah Tar­mizi, Mulyadi dan Fauzi Bahar, serta satu perempuan lagi Afrizalti yang akan me­nyaingi Emma Yohana.

Irman Gusman yang biasa­nya meraup suara besar dalam Pemilu, akan mendapat ‘lawan’ berat. Seperti Jeffrie, Leonardy, Irdinansyah, Fauzi Bahar, dan Mulyadi. Apalagi ada dukungan dari partai, seperti Leonardy dan Irdi­nansyah dari Golkar, Mulyadi dari Demokrat, dan Fauzi Bahar dari PAN dan meru­pakan Ketua DPD PAN Pa­dang. Jika dukungan partai penuh, bukan tidak mungkin mereka lewat. Tapi untuk Leonardy dan Irdinansyah, mereka harus bersaing. Apa­lagi informasinya dukungan partai lebih mengarah ke Irdinansyah.

Khusus Jeffirie, sepertinya ia  akan lebih mengandalkan kemampuan personalnya le­wat media. Didukung oleh tampang gagah dengan pose menyamping, bukan tak mung­kin pemilih kembali akan terpikat. Ia juga termasuk cermat dalam melihat peluang politik.

Sedangkan M Sayuti Dt Panghulu Basa, bakal diuji. Karena bisa saja keberada­annya yang saat ini Ketua LKAAM Sumbar, bisa menjadi representasi kaum adat.

Menurut anggota KPU Sumbar HM Mufti Syarfie, sosialisasi memang sengaja dilakukan, agar mereka yang mengusung calon anggota DPD mengerti dan paham tata cara pencalonan.  Setiap calon yang maju, harus mengumpulkan suara dukungan dalam bentuk KTP minimal sebanyak 3.000 dukungan. Jika terdapat suara ganda, maka dikenakan sanksi, satu saja sanksinya pembatalan suara dukungan 2x50. Jika salah sepuluh saja, maka akan kurang suara dukungan sebanyak seribu dukungan.

“Mereka semua harus mendaftar pada batas waktu 22 April,” ujar mantan Ketua PWI Sumbar itu, selepas pelatihan tata cara penca­lonan anggota DPD RI di kantor KPU Sumbar, kemarin.

Ia mengharapkan, agar para bakal calon paham akan mekanisme pencalonan. Tu­juannya, supaya calon tidak rugi karena sanksi dari aturan yang ditetapkan. (h/rud)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy