Senin, 22 September 2014
Satu Semester Rp12,6 Juta PDF Cetak Surel
Selasa, 30 April 2013 01:41

PAGU UKT MAHASISWA BARU DI SUMATERA

Standar biaya kuliah untuk mahasiswa baru dengan istilah uang kuliah tunggal (UKT) yang dikeluarkan Dirjen Dikti cukup mengejutkan. Biaya kuliah di kedokteran untuk wilayah Sumatera, termasuk Unand bisa mencapai Rp12,6 juta tiap semester. Namun Unand sendiri masih mendiskusikan besaran biaya ini.

PADANG, HALUAN — Biaya pendidikan tinggi dikhawatirkan akan semakin mahal. Berda­sarkan pagu uang kuliah tunggal (UKT) untuk wilayah Sumatera yang dikeluarkan Dirjen Dikti, uang kuliah per semester bisa mencapai Rp12,6 juta. Jika ini diberlakukan di Unand, artinya kenaikan mencapai 12 kali lipat.

Namun demikian, beberapa per­­guruan tinggi masih men­dis­ku­sikan berapa besaran UKT yang akan ditetapkan untuk ma­ha­siswa baru. Keputusan pe­netapan UKT ini pun harus me­nunggu keputusan dari Kemen­terian Pendidikan dan Kebu­dayaan.

Sebagai gambaran, sebagai­mana yang terlampir dalam websiste Unand, Dirjen Dikti sudah mengeluarkan pagu UKT untuk wilayah I (Sumatera). Untuk kategori perguruan tinggi yang bersifat umum, disebutkan untuk bidang kedokteran jum­lahnya mencapai Rp12.694.000  yang dibayarkan setiap semes­ternya. Kemudian untuk bidang teknologi sebanyak Rp 8.936.576, untuk bidang sains Rp6.499.328, untuk program studi lainnya men­capai Rp 5.077.600.

Kemudian untuk bidang pen­didikan teknologi ditetapkan Rp4. 214.408 dan bidang pendidikan non teknologi Rp4.112.856.

Wakil Rektor I Unand Febrin Anas Ismail yang ditanya Haluan kemarin mengatakan, besaran UKT yang sedang dibicarakan di Unand, yaitu sekitar Rp12 juta untuk biaya tertinggi dan Rp3 juta untuk biaya terendah.

Sementara untuk Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidikan (LPTK) seperti UNP, Pembantu Rektor II UNP Ali Zamar menga­takan untuk kategori terendah ditetapkan Rp500.000 dan biaya tertinggi sekitar Rp4 juta setiap semesternya.

“Besaran ini diberlakukan bagi orang tuanya yang berpenghasilan di bawah Rp1 juta. Jadi ini me­ringan­kan sekali bagi mahasiswa baru, yang biasanya direpotkan dengan membayar uang masuk yang cukup mahal,” kata Ali.

Lebih lanjut kata Ali menga­takan, untuk kategori satu ini diberikan kuota lima persen bagi mahasiswa baru di luar penerima beasiswa bidik misi. Kemudian untuk kategori dua juga diberikan kuota lima persen.

“Dengan demikian jika ditambah kuota beasiswa sebanyak 20 persen, maka perguruan tinggi sudah me­ringankan 30 persen mahasis­wa­nya yang kurang mapu,” terang Ali.

Ali juga menjelaskan,dalam perhitungan yang telah dilakukan, besaran biaya terbanyak yang harus dikeluarkan mahasiswa UNP seki­tar Rp20-28 juta. Jika diambil angka Rp28 juta, maka satu semesternya mahasiswa harus membayar Rp3, 5 juta.

Dalam penerapan UKT nanti, kata Ali, pihak universitas sangat mengharapkan kejujuran orang tua dan bantuan masyarakat. Karena besaran uang kuliah sangat bergan­tung sekali kepada kemampuan ekonomi orang tua.

UKT merupakan sistem pemba­yaran biaya kuliah dengan cara menghitung biaya kuliah selama delapan semester dan membaginya ke dalam delapan semester. Biaya kuliah yang dihitung itu, sudah termasuk biaya wisuda, biaya masuk yang sering disebut uang pangkal, dan biaya lainnya. Jadi di pertengahan kuliah, mahasiswa tidak perlu lagi mengeluarkan uang.

UKT ini bertujuan untuk me­ringan­kan beban mahasiswa baru dan mahasiswa tahun akhir yang seringkali direpotkan dengan berbagai macam pembiayaan yang harus dibayar.

“Biasanya di UNP, mahasiswa baru itu harus membayar Rp 4 juta pertama kali masuk. Dengan UKT ini, hanya membayar Rp 1 juta. Jadi meringkan,” ucap Ali.

UKT lebih Tinggi dari SPP

Melihat besaran pagu UKT yang dikeluarkan Dikti ini, biaya per semester yang dikeluarkan memang lebih mahal dari uang SPP yang dikeluarkan setiap bulannya. Misalkan di perguruan tinggi yang bersifat umum seperti Unand, biasanya mahasiswa mengeluarkan uang SPP Rp750.000 ditambah transportasi sebesar Rp200.000. Dengan UKT, mahasiswa bisa mengeluarkan biaya sebesar Rp3 juta tiap semesternya. Meskipun di awal masuk, mahasiswa tidak diberatkan dengan harus membayar uang pangkal.

Untuk UKT Rp3 juta ini, dengan cara mencicil setiap bulannya, orang tua harus menyisihkan Rp500.000 untuk satu orang anaknya yang kuliah. Lima ratus ribu yang dikeluarkan ini, belum termasuk biaya kebutuhan hidup sehari-hari.

Sementara dengan penghasilan orang tua Rp1,35 juta per bulan berdasarkan upah minimum provin­si (UMP), hanya tersisa Rp850.000. Jika uang yang tinggal ini diguna­kan menutupi kebutuhan sehari-hari untuk tiga orang tentu tidak akan cukup. Kemudian, jika dalam satu keluarga memiliki tiga orang anak, tentu akan lebih sulit lagi.

Sebelumnya, Menteri Pendi­dikan dan Kebudayaan M Nuh menyatakan, UKT ini akan meri­ngankan beban mahasiswa dan dijamin lebih rendah dari biaya kuliah selama ini. Namun, jika UKT lebih tinggi daripada uang SPP  yang biasanya dibayarkan, tentu akan menyulitkan orang tua. (h/cw-eni)

Comments (1)Add Comment
0
uang pangkal
written by string, Juni 01, 2014
Ass.
UKT berdasarkan Pekerjaan Orang tua tersebut apakah berlaku di semua jurusan di UNP?

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: