Senin, 20 Oktober 2014
RSI Ibnu Sina Bangun Gedung Baru PDF Cetak Surel
Rabu, 15 May 2013 02:03

BUKITTINGGI, HALUAN— Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Ibnu Sina Yarsi Kota Bukittinggi Erman Ramli mengungkapkan bahwa RSI Ibnu Sina Yarsi Bukittinggi sering menolak pasien, lantaran tempat tidur di ruang inap telah penuh.

Bahkan tak jarang RSI Ibnu Sina Yarsi juga merujuk pasien yang tidak tertampung itu ke rumah sakit lainnya.

“Ada sekitar 300 pasien yang berobat tiap harinya di RSI Ibnu Sina Yarsi Bukit­tinggi, dan ada sekitar 15 pasien yang masuk dan keluar dari ruang inap tiap harinya. Sementara rumah sakit ini hanya memiliki 135 tempat tidur, yang mana sekitar 25 hingga 30 persen diantaranya adalah kelas III, yang lebih fokus menangani masyarakat kurang mampu,” ujar Erman Ramli kepada Haluan di ruang kerjanya, Selasa (14/5).

Tak hanya berasal dari Kota Bukittinggi, tapi menu­rut Erman, pasien di RSI Ibnu Sina Yarsi juga berasal dari Agam, Payakumbuh, Solok Selatan hingga beberapa daerah lainnya di Sumbar. Bahkan ada juga beberapa pasien dari luar provinsi, seperti dari Jambi dan Riau.

Erman Ramli mengatakan, overnya pengunjung dan terba­tasnya jumlah tempat tidur membuat RSI Ibnu Sina Yarsi Bukittinggi berencana untuk membangun gedung baru berlantai tiga yang masih berada di kawasan Belakang Balok Bukittinggi, atau letaknya berdekatan dengan gedung yang sekarang.

“Luas lahannya sekitar seratus tiga lima kali dua belas. Sekarang baru dalam proses pengurusan izin mendi­rikan bangunan atau IMB. Mudah-mudahan pada semes­ter II atau setelah Lebaran nanti, pembangunannya bisa dimulai,” Erman Ramli.

Erman Ramli melanjutkan, rencananya, gedung berlantai tiga itu merupakan tambahan gedung rawat inap, yang mana lantai satunya tempat pela­yanan, serta lantai dua dan lantai tiga untuk ruangan rawat inap kelas I hingga kelas III. Diharapkan pembangunan gedung baru itu bisa mening­katkan pelayanan pada pasien.

“Jika gedung baru itu selesai, tentunya juga akan ada penambahan tenaga kerja, baik tenaga medisnya, mau­pun tenaga penunjang lainnya,” pungkas Erman Ramli.(h/wan)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy