Senin, 28 Juli 2014
RSI Ibnu Sina Perluas Bangunan PDF Cetak Surel
Senin, 20 May 2013 02:21

PADANG PANJANG, HALUAN — Rumah Sakit Islam (RSI) Ibnu Sina Padang Panjang kini dalam proses pembangunan perluasan areal rumah sakit. Direncanakan sekitar bulan Juni atau Juli nanti, telah bisa dilakukan peletakan batu pertama pembangunan tahap pertama.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) Sumatera Barat, dr H. Zulkarnain Agus MPH,­MSc,SpGK kepada Halu­an Sabtu (18/5) di Padang.

Dijelaskan oleh Zul Agus –demikian sapaan akrabnya, pembangunan tahap pertama ini diperkirakan akan menelan biaya sekitar Rp8 miliar berupa pembangunan ruang poliklinik, rawat inap dan ruang fasilitas medis lainnya.

Untuk itu telah tersedia lahan baru seluas sekitar satu hektar yang bersisian di belakang dari lokasi rumah sakit sekarang ini di Jalan Sukarno-Hatta, Bukit Suru­ngan. Diungkapkannya, penga­daan tanah bangunan senilai Rp1,7 miliar disumbangkan oleh sejumlah pengusaha di Padang Panjang.

Maksud serta tujuan pengembangan RSI Ibnu Sina Padang Panjang saat ini menurut Zul Agus untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit yang berbasis islami berlandaskan Quran dan Sunah seperti diama­natkan oleh penggagas dan pendiri Yarsi Sumbar, tokoh nasional almarhum Muham­mad Natsir.

Hal ini sekaligus memenuhi aspirasi keinginan dan kebutuhan masyarakat akan pelayanan rumah sakit yang islami itu.

RSI Ibnu Sina Padang Panjang menurut Zul Agus didirikan sekitar tahun 1971 menempati tanah dan rumah wakaf almarhumah Siti Muk­min, menyusul setelah didiri­kannya Balai Pengo­batan Ibnu Sina pertamakali di Bukittinggi tahun 1969.

Dalam kondisi saat ini RSI Ibnu Sina sering terpaksa menolak pasien dan mema­sukkan dalam daftar tunggu, karena tidak ter­tampung segera dengan fasilitas yang ada. Hal ini terjadi tidak saja di RSI Ibnu Sina Padang Panjang, tapi merata di seluruh RS Yarsi di Sumatera Barat.

Karena itu pulalah sejum­lah RS Yarsi di Sumbar saat ini melakukan pengembangan yang sama yaitu RSI Ibnu Sina Bukit­tinggi, Padang, Pulau Punjung - Dharmasraya, Simpang Empat - Pasaman Barat, serta pengembangan STIKES Yarsi Bukittinggi menjadi universitas.

Selain pembangunan fa­silitas fisik, pengembangan serempak RSI Ibnu Sina di Sumatera Barat dewasa ini juga dimaksudkan sebagai upaya peningkatan manaje­men pelayanan islami dengan dukungan perangkat modern dan mutakhir. (h/dds).

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy