Kamis, 27 November 2014
Alis Menang, 4 Saksi Menolak PDF Cetak Surel
Rabu, 22 May 2013 01:05

PILKADA SAWAHLUNTO

Pasangan Ali Yusuf-Ismed ditetapkan sebagai pemenang Pilkada  Kota Sawahlunto. Namun hasil rapat pleno KPU ini ditolak oleh para saksi pasangan yang kalah. Mereka sepakat mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

SAWAHLUNTO, HALUAN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sawahlunto, Selasa (21/5) kemarin menggelar rapat pleno penghitungan suara Pilkada Sawahlunto yang telah dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2013. Hasil rekapitulasi KPU tersebut akhirnya menetapkan Ali Yusuf – Ismed (Alis) sebagai Wa­likota dan Wakil walikota Sa­wahlunto periode 2013-2018 dengan meraih 9.570 suara atau sebesar 30,02 persen.

Dengan penetapan KPU ini, berarti Pilkada Sawahlunto hanya satu putaran, bukan dua putaran seperti yang diprediksi sebelumnya. Namun hasil penghitungan suara ini diprotes sekelompak massa. Hal ini dipicu karena ketidakpuasan mereka atas kinerja (KPU Sawah­lunto yang dinilai dari awal sudah tidak trans­paran dan terkesan memihak pada salah satu pasangan calon.

Dari belasan pamflet dibawa warga mendatangi Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) tempat peng­hitungan suara digelar, diantaranya ada yang bertulisan meminta agar pihak KPU untuk membatalkan hasil penghitungan suara yang telah dilakukan oleh pihak PPK. “Demi keadilan, batalkan hasil Pilkada Sawahlunto karena banyak kecu­rangan, KPU dan Panwaslu jangan tergoda dengan Innova dan Avanza,”.

Aksi ini cukup menyita perha­tian masyarakat yang berada di sekitar GPK yang ingin menyak­sikan secara langsung hasil reka­pitulasi PU Sawahlunto tersebut.

“­Bagaimana dilakukan reka­pitulasi ulang jika masih banyak dugaan pelanggaran, ini perlu diselasaikan dulu oleh pihak Panwaslu, sebab kami punya bukti yang kongkret” ungkap salah satu warga yang melakukan aksi protes.

Aksi protes yang dilakukan sekelompok massa ini ternyata tidak berpengaruh bagi pihak KPU yang tengah melakukan penghi­tungan hasil rekapitulasi suara di GPK Sawahlunto. Pasalnya, proses rekapitulasi tersebut dikawal ketat oleh aparat kepolisian.

Gugat ke MK

Sidang pleno penetapan hasil Pilkada Kota Sawahlunto diwarnai dengan aksi interupsi dari para saksi pasangan calon setelah ketua KPU Sawahlunto, Mardhatillah mengu­mumkan hasil persentase perolehan suara dan menetapkan Pasangan nomor 1 Ali Yusuf – Ismed sebagai pemimpin terpilih Kota Sawahlunto periode lima tahun mendatang.

Para saksi mengeluarkan segala fakta dan temuan kecurangan yang ditemukan mereka saat pilkada diselenggarakan, Kamis (16/5).

Dari hasil penghitungan dalam sidang rapat pleno ini, pasangan nomor 1 Ali Yusuf – Ismed mem­peroleh jumlah suara 9.570 atau 30.02 persen. Pasangan nomor 2 Irwan Hussein – Desrial Eri mem­peroleh 3.791 suara atau 11,89 persen. Pasangan nomor  urut 3 Erizal Ridwan – Emeldi dengan perolehan suara 9.265 suara atau 29,06 persen. Sedangkan pasangan independen dengan nomor urut 4, Taufik Syamsir – Nasriwan mem­peroleh 1.094 suara atau 3,43 persen dan nomor urut 5, Fauzi Hasan – Deri Asta memperoleh 8.161 suara atau 25,6 persen.

“Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No 16 tahun 2010 pasal 6 ayat 2, pasangan No 1 Ali Yusuf – Ismed ditetapkan menjadi pasangan pemimpin terpi­lih Kota Sawahlunto periode 2013-2018,” kata Mardhatillah saat membacakan keputusan sembari mengetuk palu tanda pengesahan.

Mendengar keputusan tersebut, para saksi yang duduk di depan bagian sebelah kanan langsung mengajukan hak penolakan atas keputusan. Satu persatu saksi dari pasangan lain melontarkan fakta atas kecurangan yang terjadi selama Pilkada dan tidak menerima hasil sidang pleno dengan menolak menandatangani berita acara.

Tim sukses dari pasangan nomor 3 Erizal Ridwan – Emeldi, Drs Syafril menduga adanya pengge­lembungan suara dengan meman­faatkan rusak­nya 16 ribu suara karena basah pada saat pendis­tribusian dari Bandara Intern­a­sional Minangkabau (BIM) hingga ke Sawahlunto. Disamping itu, ia menduga adanya money politik yang dilakukan oleh pasa­ngan Ali Yusuf – Ismed.

Sedangkan tim sukses Pasangan nomor 4 Taufik Syamsir – Nasir­wan menyampaikan hasil temuan pengge­lembungan suara di dua TPS Kena­garian Kolok Nan Tuo. Di sini jumlah pemilih tidak sesuai dengan jumlah surat suara yang dima­sukkan ke PPK.

“Di TPS 1 ada penambahan suara suara sebanyak 78 lembar dan TPS 2 ada 45 lembar,” katanya.

Menanggapi hal ini Ketua Panwaslu Kota Sawahlunto, Dwi Murini mengatakan laporan-laporan yang disampaikan oleh tim sukses dalam sidang rapat pleno sebe­narnya telah masuk ke Panwaslu dan sedang dalam proses.

“Ada 14 laporan yang masuk ke Panwaslu pasca pencoblosan sampai sekarang. Sebagian besar yang disampaikan oleh para saksi masing-masing pasangan calon di dalam sidang rapat pleno,” kata ketua Panwaslu Sawahlunto Dwi Murini di sela-sela rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara yang dilakukan KPU ini.

Dijelaskannya, laporan-laporan yang masuk tersebut mayoritas bersifat pidana karena menun­jukkan adanya pelanggaran dalam aturan pemilu. Jika dalam pengu­sutan dan penyelidikan terbukti bersalah, akan diserahkan ke penegakan hukum terpadu (Gakum­du) terlebih dahulu sebelum dila­porkan ke pihak kepolisian.

Sementara itu ketua KPU Kota Sawahlunto, Mardhatillah menu­turkan penolakan yang disampaikan oleh masing-masing saksi pasangan calon yang kalah itu hal yang wajar karena tidak puasnya dengan hasil perolehan suara.

Akan tetapi, keputusan sidang pleno KPU ini mutlak dan tidak bisa diganggu gugat. Apabila pasangan calon tidak puas dengan hasil ini, dapat mengajukan kebe­ratan ke tingkat Mahkamah Kons­titusi (MK) dengan mem­buktikan kecurangan-kecurangan yang terjadi selama pelaksanaan Pilkada.

“Kalau tidak puas silakan mengajukan keberatan ke Mah­kamah Konstitusi. Karena kepu­tusan KPU telah mutlak dan tidak ada kewenangan KPU untuk mengu­bahnya kembali,” jawab Mar­dhatillah usai Sidang Pleno.

Tak hanya sampai di situ, keempat saksi dari pihak pasangan bernomor urut 2, 3, 4 dan 5 yakni saksi dari pasangan IDE, Eri-Meldi, Tunas dan FaDer menyatakan sikap untuk tidak menandatangani berita acara rekapitulasi penghitungan suara akhir oleh pihak KPU Sawah­lunto tersebut. Keempat saksi dari pasangan nomor urut 2,3,4 dan 5 ini sepakat untuk melayangkan gugatan kecurangan pilkada Sawah­lunto ini ke Mahkamah Konstitusi (MK). Hal ini dibuktikan dengan pengisian formulir pendaftaran gugatan ke MK yang telah disedia­kan oleh pihak KPU Sawahlunto.

Rapat pleno KPU Kota Sawah­lunto ini dijaga ketat oleh aparat keamanan. Ratusan personil gabu­ngan Polri mengamankan proses tahapan Pemilukada Sawah­lunto itu. Di pintu masuk GPK Sawah­lunto ini juga terlihat pulu­han polisi berpakaian lengkap yang tengah berjaga-jaga.

Sementara, usai melakukan rapat pleno rekapitulasi penghi­tungan suara ini, ketua KPU serta anggota KPU lainnya dikawal ketat oleh aparat kepolisian ketika hendak keluar gedung dan menaiki ken­daraan menuju kantor KPU. (h/hel)

Comments (2)Add Comment
0
keputusan yang mutlak
written by string, Mei 22, 2013
keoutusan yang diambil oleh KPU adalah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat,walaupun sesuatu yang akan diputuskan itu sudah melihat kecurangan dan ketidak jujuran.maka dari itu sesuatu keputusan itu harus dipertanggungjawabkan nantinya.baik di dunia maupun diakhirat.sekarang rakyat telah diazab dengan keputusan itu,tiggal rakyat yang akan menyaksikan azab terhadap orang melanggar dan membuat keputusan itu,amin
0
Kecurangan lumrah
written by string, Mei 22, 2013
Kecurangan merupakan satu budaya tersendiri di Indonesia saat ini, karena mereka yang mngikuti pemilu atau pilkada merupakan orang yang haus kekuasaan bukan ingin menjadi pemimpin yang bijaksana dan amanah, sehingga tidak perlu heran kalau segala jurus bertindak. Dimana saja di dunia ini kalau tujuannya adalah kekuasaan pasti melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan hati nurani. Tapi kita malu karena tokoh-tokoh kita dari dulu menanamkan kepada generasinya untuk bersikap jujur, amanah, bijaksana dan bertanggungjawab. Namun kita yang hidup di zaman sekarang jauh dari harapan pendahulu kita dan malah ironisnya saat ini orang jujur menjadi musuh, sampai kapankah kita akan seperti ini. Ataukah kita menunggu azab supaya cepat diturunkan ?

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: