Kamis, 21 Agustus 2014
Pemasangan Alat Peraga Kampanye Banyak Salahi Ketentuan PDF Cetak Surel
Selasa, 28 May 2013 02:08

JELANG PILGUBRI DAN PILEG

BENGKALIS, HALUAN – Jelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 2013 serta Pemilu Legislatif 2014, banyak ditemukan pemasangan baliho dan alat peraga kampanye lainnya yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Pantauan di dalam Kota Bengkalis dan sekitarnya dalam beberapa pekan te­rakhir ini, ditemui pema­sangan poster, baliho parpol, baliho bakal  calon anggota DPRD Bengkalis maupun bakal calon gubernur Riau, terlihat menghiasi sudut-sudut kota, jalan maupun persim­pangan. Bahkan tak sedikit diantara baliho ter­sebut yang dipasang di tiang-tiang listrik, dipaku di pohon-pohon peng­hijauan yang di­tanam dan dirawat pemerin­tah daerah, serta di tempat-tempat yang semestinya tidak boleh dipasang.

Berbagai baliho tersebut dipasang di tempat-tempat yang semestinya tidak boleh dipasang, karena selain me­lang­gar ketentuan dalam melakukan kampanye sesuai UU Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu dan peraturan lainnya mengenai kampanye, pemasangan baliho itu juga terkesan mengganggu ke­amanan, estetika dan keinda­han kota.

Menanggapi adanya pe­masangan baliho yang di­sinyalir tidak sesuai aturan ini, Panwaslu Kabupaten Bengkalis sudah mengimbau dan mengingatkan partai politik peserta pemilu di Bengkalis untuk mematuhi aturan dalam melakukan kampanye, termasuk menyu­rati KPU Bengkalis agar menindaklanjuti persoalan ini.

“Kita sebenarnya sudah memberitahukan dan me­ngingat­kan seluruh parpol peserta pemilu di Bengkalis agar kampanye pemilu dalam bentuk pemasangan baliho, serta pemasangan alat peraga kampanye lainnya dilakukan sesuai peraturan dan perun­dang-undangan,” ujar anggota Panwaslu Kabupaten Beng­kalis Marzuli Ridwan, Senin (27/5).

Menurutnya, Panwaslu sudah berkoordinasi dengan KPU selaku penyelenggara pemilu di Bengkalis untuk menindaklanjuti hal ini. Di­sing­gung terkait pemasangan baliho yang dipasang dan dipaku di pohon-pohon peng­hijauan di pinggir-pinggir jalan di Kota Bengkalis, yang nota­benenya ditanam dan dirawat oleh pemerintah daerah, Mar­zuli secara pribadi sangat menyayangkannya. Seharusnya pemerintah daerah menerap­kan aturan yang ketat agar masing-masing parpol, bakal calon gubernur dan anggota legislatif tidak sewenang-wenang memasang baliho/alat peraga kampanye di lokasi dimaksud, karena jelas me­rusak pemandangan dan ke­in­dahan kota.

“Saya yakin jika pe­me­rintah daerah sendiri mengatur soal ini. Silahkan tanya ke mereka, apakah pohon-pohon kayu sebagai penghijauan ini memang ditanam untuk di­jadikan fasilitas pemasangan baliho maupun alat-alat peraga untuk kampanye pe­milu dan lainnya,” katanya lagi.

Selaku penyelenggara pe­milu dalam bentuk penga­wasan, Panwaslu kata Mar­zuli, juga mengharapkan peran serta masyarakat luas untuk bersama-sama mengawasi setiap tahapan penye­leng­garaan pemilu, termasuk melaporkan apa­bila ada dugaan pelang­garan dalam pemilu, baik itu di pemilu legislatif maupun pemilihan gubernur dan wakil gubernur yang saat ini sudah me­masuki se­jumlah tahapan.

“Harapan kita tentu agar pelaksanaan pemilu di Beng­kalis ini berjalan dengan tertib, aman dan lancar. Peran aktif masyarakat juga diper­lukan guna mengawasi agar pen­yelenggaraan pemilu ber­jalan sesuai aturan yang su­dah ditetapkan,”  ujarnya. (h/hr)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy