Minggu, 20 April 2014
DDII dan PWA Sumbar Tolak RS Siloam PDF Cetak Surel
Sabtu, 01 Juni 2013 02:03

AISYIAH KEMBALIKAN BANTUAN LIPPO GROUP

PADANG,HALUAN — Pe­nolakan terhadap pendirian Rumah Sakit (RS) Siloam milik Lippo Group di Padang semakin deras. Setelah be­berapa Ormas Islam menolak proyek itu dan berikutnya dibarengi pula dengan surat terbuka tokoh Sumbar Moch­tar Naim yang juga menolak mentah-mentah RS Siloam, berikutnya giliran  Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Sumbar dan PW Ai­syiah Sumbar yang mela­kukan hal sama.

Pimpinan Wilayah Ai­syiah (PWA) Sumbar bahkan mengembalikan lagi bantuan Rp50 juta dari Group Lippo yang diberikan kepada Ai­syiah pada Peletakan Batu Pertama RS Siloam, Jumat (10/5) lalu di kasawan Jl Sudirman Padang. Alasan pengembalian, selain awalnya pihak Aisyiah tidak tahu bahwa bantuan tersebut dari Lippo Group, bantuan itu juga telah menimbulkan polemik dan keraguan di masyarakat yang pada akhirnya menjadikan status bantuan itu bersifat subhat.

Ketua Dewan Syuro DDII Sum­bar H Masfar Rasjid dan Ketua DDII Sumbar Ahmad Kosasih dalam relisnya yang dikirimkan secara resmi ke redaksi Haluan menyatakan dengan tegas menolak pendirian RS Siloam di Ranah Minang.  Penolakan itu berdasarkan musyawarah pengurus DDII Sumbar yang dihadiri Majelis Syura, Majelis Pakar dan seluruh Pengurus Dewan Da’wah Sumbar, Minggu (26/5) lalu.

Alasan penolakan adalah; per­tama, James T. Riyadi adalah tokoh misionaris Kristen Internasional yang telah melanglang buana dalam kegiatan misionaris, seperti beru­saha membangun 100.000 sekolah misionaris Kristen, membangun gereja terbesar dan termegah di Asia Tenggara yang terletak di Jakarta. Termasuk juga seorang yang menjadi donatur dari Calon Presiden AS, Bill Clinton.

Kedua, kata “siloam” memiliki dua pengertian yaitu “utusan” dan nama sebuah kolam yang diyakini oleh umat Nashraniy sebagai sumber air suci dan pernah dipakai Nabi Isa as untuk pengobatan. Penggunaan nama ini mengingatkan kita supaya waspada terhadap upaya-upaya terselubung di balik pendirian Rumah sakit tersebut.

Ketiga, mengingatkan umat Islam Minangkabau akan “luka lama” yaitu kasus Rumah Sakit Baptis Emanuel di Bukittinggi yang telah ditolak di Bukittinggi sekitar tahun 1980-an dan dipindahkan ke Lampung.  Namun peristiwa terse­but telah menyebabkan 9 orang Mahasiswa Islam di Bukittinggi dipenjarakan.

Keempat, RS Siloam merupakan salah satu bukti kapitalisasi di bidang kesehatan. Sebagaimana diketahui, kesehatan menyangkut hajat hidup orang banyak. Urusan kesehatan tidak diperbolehkan diserahkan kepada mekanisme pasar dan swasta. Harus meng­hindari terjadinya pengobatan menjadi barang mewah dan hanya kalangan atas saja yang berhak mendapatkan pengobatan yang layak. Hal ini menjadi celah bagi upaya pemurtadan umat Islam.  Orang miskin yang beragama Islam, dikhawatirkan pengobatan gratis di rumah sakit Kristen dengan syarat berpindah agama.

Kelima, dengan latar belakang pemilik Lippo Group dan penamaan Rumah Sakit dengan nama “Siloam “dan track record Pemilik Lippo Group yang kental dengan agenda-agenda kristenisasi maka menjadi kekhawatiran dapat  menodai filosofi di ranah minang, yaitu : Adaik Basandi Syara’ , Syara’ basandi Kitabullah.

Berikutnya DDII Sumbar men­desak; pertama Pemko Padang segera mencabut izin pendirian Rumah Sakit Siloam. Kedua, menga­jak seluruh elemen masyarakat menolak segala bentuk Proyek Lippo Group di ranah minang, untuk menjaga anak kemenakan kita dari bahaya kristenisasi.

PW Aisyiah Sumbar Juga Menolak

Ketua (PW) Ketua Aisyiyah Sumatera Barat Meiliarni Rusdi, mengembalikan pemberian Lippo Group untuk panti asuhan Aisyiyah sebesar Rp50 juta. Hal ini dikare­nakan, bantuan yang diterima terse­but bersifat meragukan (syubhat).

Diakatakan Meiliarni, di orga­nisasi Aisyiyah yang berada diba­wah nauangan Muhammadiyah ini, sesuatu bantuan yang bersifat syubhat, sebaiknya tidak diterima. Disebut syubhat, karena pemberian bantuan disertai ada kepentingan di belakanganya.

Dalam aturan di organisasi ini, bantuan tidak boleh mengikat. Artinya, ketika bantuan diberikan, memang sepenuhnya digunakan untuk kepentingan bantuan.

Terkait diberikannya bantuan bagi panti asuhan, menurut Mei­liarni, pada awalnya, pihaknya sama sekali tidak mengetahui siapa yang memberi bantuan.

“Pada waktu itu, walikota yang mengatakan kami mendapat ban­tuan. Karena walikota mengatakan, jadi turuti saja dulu, tanpa ada rasa kecurigaan sedikitpun,” jelas­nya, Jumat (31/5).

Terkait pendirian RS Siloam di Jalan Khatib Sulaiman ini, menurut Meiliarni, Aisyiyah lebih memilih untuk mengajak semua pihak duduk bersama membicarakan hal ini. Saat ini pun Aisyiyah  tengah melakukan cek dan ricek terhadap RS tersebut, yang dikabarkan beberapa pihak membawa misi misionaris.

“Menurut saya lebih baik kita bertemu dulu semuanya. Saling berhadap-hadapan. Dari sanalah bisa diputuskan sikap apa yang akan diambli. Jangan seperti sekarang, baru saja mulai sudah terlihat ada konflik di tengah masyarakat,” katanya lagi.

Jika pertemuan ini nanti ter­wujud, yang mesti menjadi perha­tian adalah azas manfaat dari pembangunan yang dilakukuan Lippo Group tersebut. Seperti, jika dibangun mall, apakah memang sesuai kebutuhan. Begitu juga rumah sakit, apakah Sumbar membutuhkan rumah sakit baru.

Tetapi, kata Meiliarni, jika rumah sakit ini memang bersifat misionaris, secara tegas Aisyiyah menolak hal tersebut.

Sumatera Barat Meiliarni Rusdi, mengembalikan pemberian Lippo Group untuk panti asuhan Aisyiyah sebesar Rp50 juta. Hal ini dikarenakan, bantuan yang diterima tersebut bersifat mera­gukan (syubhat).

Diakatakan Meiliarni, di orga­nisasi Aisyiyah yang berada diba­wah nauangan Muhammadiyah ini, sesuatu bantuan yang bersifat syubhat, sebaiknya tidak diterima. Disebut syubhat, karena pemberian bantuan disertai ada kepentingan di belakanganya.

Dalam aturan di organisasi ini, bantuan tidak boleh mengikat. Artinya, ketika bantuan diberikan, memang sepenuhnya digunakan untuk kepentingan bantuan.

Terkait diberikannya bantuan bagi panti asuhan, menurut Meiliar­ni, pada awalnya, pihaknya sama sekali tidak mengetahui siapa yang memberi bantuan.

“Pada waktu itu, walikota yang mengatakan kami mendapat ban­tuan. Karena walikota mengatakan, jadi turuti saja dulu, tanpa ada rasa kecurigaan sedikitpun,” jelas­nya, Jumat (31/5).

Terkait pendirian Rumah Sakit Siloam di Jalan Khatib Sulaiman ini, menurut Meiliarni, Aisyiyah lebih memilih untuk mengajak semua pihak duduk bersama mem­bicarakan hal ini. Saat ini pun Aisyiyah  tengah melakukan cek dan ricek terhadap RS tersebut, yang dikabarkan beberapa pihak membawa misi misionaris.

“Menurut saya lebih baik kita bertemu dulu semuanya. Saling berhadap-hadapan. Dari sanalah bisa diputuskan sikap apa yang akan diambli. Jangan seperti sekarang, baru saja mulai sudah terlihat ada konflik di tengah masyarakat,” katanya lagi.

Jika pertemuan ini nanti ter­wujud, yang mesti menjadi perha­tian adalah azas manfaat dari pembangunan yang dilakukuan Lippo Group tersebut. Seperti, jika dibangun mall, apakah memang sesuai kebutuhan. Begitu juga rumah sakit, apakah Sumbar membutuhkan rumah sakit baru.

Tetapi, kata Meiliarni, jika rumah sakit ini memang bersifat misionaris, secara tegas Aisyiyah menolak hal tersebut. (h/cw/eni/cw-wis/rel)

Comments (9)Add Comment
0
pakuek c iman,, alah ma..
written by string, Desember 05, 2013
tiangnyo pakuek c iman,, alah ma...
mnga d rusuahan bana,, kok k managakan RS ny,, kok k managakan MALL,, atau SEKOALAH kristen,, klau iman awak lai kuek k manga ??
t ciek lai,, klau azaz mnfaat lai ado,, btmbah lapangan karajo,, a kok ado lo syaratnyo utk karajo dsitu,, oo kok tkuik lo harus d suruah pindah agamo,, y ndk usah d tarimo karajo disitu,, antah kok ndk kuek iman...
y lai mah sadar iman urang2 awak bnyak yg goyah,, mnga ndk itu nan d prjuangkan,,
bnyak tmpek2 yg labiah mndasar yg paralu di tertibkan klau it maliek dari sisi budaya,, mnga ndak batertibkan ?? baa ndk d perjuangkan,, salah satu contoh,, payuang ceper d taplau baa citonyo ?? baa kok ndk bisa diilangkan ?? baa ndk d perjuangkan samo2 ??
yo baliak k kecek tadi liak,, pakuek iman awak masing2....
0
HAM
written by string, Juni 24, 2013
hak setiap orang berinvestasi,,,, yang salah tu pemerintahannya bukan siloam n sejenisnya... knapa d acc... #gitu aja kok rempot
0
Walikota padang ngangak......!!!!!!
written by string, Juni 06, 2013
Utk fauzi bahar Yg terngangak di tempat.....apo nan tapikia katu manarimo investasi ko...???
0
masyarakat minang menghargai perbedaan
written by string, Juni 04, 2013
Jangan jadikan agama sebagai pelemah kehidupan, bukankah dari dahulu di sumatra barat hidup rukun berdampingan antar umat beragama. Harusnya kita instropeksi diri agar memperkuat iman sanak keluarga kita agar tidak mudah goyah imannya, -kembali kesurau- merupakan solusi terbaik dari pada memusuhi seonggok masyarakat lain dengan dalih berbeda agama.

Dan jangan hanya menerima di kompor - kompori oleh media yang jelas jelas hanya ingin membela kepentingan pemiliknya, agar pemiliknya bisa terus memonopoli bisnis di sumbar. Sumbar butuh banyak konglomerat untuk maju.
0
jangan tergiur uang banyak
written by string, Juni 03, 2013
jangan hanya tergiur investasi besar yang akan memberikan lapangan kerja yang luas. Misionaris sering menggunakan berbagai dalih guna memuluskan misinya. Jika perlu mereka pura2 masuk Islam ( seperti Snock Ochranye" yang memuluskan kerja belanda dan kerja misionaris di Aceh.
Masih banyak jalan lain mencari investor.
0
hmmmm
written by string, Juni 02, 2013
Assalamualaikum.

Sekedar menanggapi saja, mengapa hanya Haluan yang serius atau istilah saudara kekeuh memberitakan penolakan terhadap RS Kristen Siloam milik Lippo Group di Padang. Jawabannya mungkin karena itu barangkali adalah pilihan bersama oleh pemilik Haluan dan para wartawannya yang masih cinta terhadap Ranah Minang dan agama mereka, Islam. Seharusnya yang Saudara pertanyakan adalah sikap media harian lainnya di Sumbar yang saudara katakan bersikap netral. Mengapa mereka seakan tak peduli dengan kondisi ini. Sebaiknya saudara juga pelajari juga hingga ke akar-akarnya atau hingga ke pucuk media harian yang ada di Sumbar tsb. Siapa pemegang saham mayoritas group itu.... dan bagaimana juga sikap dan kereligiusannya pimpinan di masing-masing media tsb..
0
konflik kepentingan
written by string, Juni 02, 2013
Jangan suudzon dulu, mungkin ini cara yang maha kuasa untuk mengingatkan kita agar selalu memperkuat iman anak kemenakan kita.

Kalau masih curiga, ajukan saja syarat agar harus ada mushola di setiap lantainya.

Lagian, kenapa hanya Haluan media di sumbar yang kekeuh memberitakan penolakan, media lain seperti grup padang ekspres netral saja. Apa ada kepentingan Basko Group sebagai pemilik haluan agar tidak ada saingan bisnis nya di padang!! Jadi tanda tanya kan!!
0
...
written by string, Juni 02, 2013
Saya sepakat utk tidak melanjutkan pembangunan RS Siloam ini. Fauzi bahar orangnya berpikir duit saja nampak di mato, tidak diteliti dulu siapo tu Lippo Group, Riady, dan gerakan missi mereka selama ini. Malarat bana urang Minang, caliaklah di Khatib, sabana bnyk oto mewah nan mambuek jalan macet. Kami dukung DDII, Aisyiah terkait hal ini...
0
Jangan Tergiur Bantuan
written by string, Juni 01, 2013
Jangan hanya tergiur bantuan besar yang akan memberikan efek ekonomi yang positif saja. Yang sangat penting adalah apa pengaruh ikutan dibalik bantuan itu. Missionaris memang punya cara yang sangat halus dalam menjalankan misi mereka. Kedok bidang kesehatan (rumah sakit) dan bidang pendidikan (sekolah) serta bantuan sosial (sumbangan) adalah kedok yang paling ampuh untuk menyembunyikan misi mereka.Kenapa orang Minang tidak bisa lagi melihat "rantiang nan kamancucuak dan dahan nan kamaimpok". Camkanlah.

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: