Sabtu, 02 Agustus 2014
Eks RSBI Tetap Unggul PDF Cetak Surel
Senin, 03 Juni 2013 02:10

SMP 1 DAN SMP 8 TERBAIK SUMBAR

PADANG, HALUAN—Meski telah dibubarkan, namun sekolah eks RSBI setingkat SMP tetap menunjukkan keunggulannya. Sebagai buktinya,  pada pengumuman hasil UN SMP pada Sabtu (1/6) lalu, SMPN 1 dan 8 Padang yang kini disebut sekolah binaan berada di peringkat 1 dan 2 di Sumbar.

SMPN 1 Kota  Padang meraih rata-rata nilai UN 8,88 sehingga sekolah yang berada di Jalan Sudirman itu berhasil menyabet peringkat 1 Sumbar. Tidak itu saja, nilai sempurna juga diraih oleh siswanya. Tercatat 28 siswanya meraih nilai 10 di sejumlah mata ujian. Khusus mata pelajaran Matematika terdapat sebanyak 25 siswa nilai 10, IPA sebanyak 2 siswa, dan 1 siswa di pelajaran Bahasa Inggris. Bahkan untuk tingkat individu, satu siswanya berada di peringkat 5 di Sumbar.

Kemudian  SMPN 8 Padang, berada di peringkat ke dua di Sumbar dengan nilai rata-rata UN 8,58.  Untuk prestasi individu, empat orang siswanya berada di rangking 10 besar nilai rata-rata UN.  Untuk nilai sempurna pada ujian matematika, terdapat 18 siswanya meraih nilai 10.

Kepala Sekolah  SMPN 1 Padang , Darmalis kepada Haluan Minggu (2/6), menjelaskan, peringkat SMPN 1 Padang naik tahun ini. Tahun sebelumnya, sekolah ini berada di peringkat dua Sumbar. Semuanya ini tak terlepas dari kerja keras guru dan siswa dalam menjalankan program sekolah.

“Program peningkatan mutu pendidikan, terus kita lakukan dengan berbagai perbaikan dan pembaharuan. Sehingga, siswa merasa nyaman berada di sekolah dan mengikuti seluruh program sekolah,” katanya.

Kemudian, selalu memberi ruang bagi siswanya untuk bisa mengikuti berbagai program lainnya seperti lomba. Tahun ini saja, SMPN 1 Padang berhasil menjadi juara umum Lomba FLSN Sumbar dan menjadi perwakilan Sumbar ke tingkat nasional. Di OSN Nasional, siswanya meraih perak.

Ia  menambahkan,  untuk mengimbangi kemampaun akademik siswa, sekolah memberikan kesempatan untuk pengembangan diri. Yaitu,  melalui ekstra kurikuler dan pengembanagan diri. Disini,  siswa bisa melakukan kegiatan di luar akademik seperti seni, pramuka, silat, dan lainnya.

“Jadi,  siswa tidak dituntut dan diberi kemampuan akademik saja, kemampuan non akademik akan membantu siswa ini meningkatkan mutu pendidikan,” katanya. Sementara itu,  Kepala SMPN 8 Padang, Ahmad Nurben mengatakan,  warga sekolah yang dipimpinnya ini memang komitmen dalam meningkatkan mutu. Siswa diberi kenyamanan dalam belajar,  dan diberi kesempatan untuk mengujinya dengan mengikuti berbagai kegiatan seperti perlombaan di luar sekolah.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang  Indang Dewata mengatakan,  ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi Kota Padang. Sudah 8 tahun lamanya, Kota Padang belum pernah mencapai prestasi prestisius seperti ini untuk tingkat Sumbar. Hal ini dilakukan,  atas kerjasama antara yang baik juga dari Pemko Padang, Dinas Pendidikan, Baznas Kota Padang,  serta komite sekolah untuk membantu siswa miskin sehingga tetap bisa melakukan pendidikan di sekolah RSBI ini

“Yang jelas, dua sekolah  itu merupakan sekolah mantan RSBI dan dijadikan sekolah binaan sehingga diharapkan juga bisa menjadi contoh sekolah di Kota Padang. Selanjutnya, akan ditetapkan dengan Perda, pasca pembubaran RSBI. Perda Nomor 5 tahun 2011 mengenai,  Percepatan Pendidikan ini akan ditinjau ulang lagi, sehingga ada pengaturan biaya untuk sekolah binaan agar bisa diatur oleh Pemko,” katanya. (h/ade)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: