Kamis, 28 Agustus 2014
Murid SD Pulang dalam Kondisi Lemah PDF Cetak Surel
Kamis, 20 Juni 2013 02:19

ENAM HARI HILANG

BUKITTINGGI, HALUAN — Setelah enam hari semenjak Kamis (13/6) lalu dinyatakan hilang, Pu­tra Ama­nat­tulah pang­gi­lan Pu­tra yang ma­sih ber­­usia 14 tahun, mendadak muncul di rumahnya dalam kondisi lemah. Putra pulang sendiri ke ru­mahnya sekitar pukul 17.00 WIB pada Rabu (19/6).

Kondisi ini membuat pasa­ngan Yonni AS (43) dan Yulidar (42), warga Mandiangin Gang Gloria Kecamatan Mandiangin Koto Salayan Bukittinggi, tampak berbahagia. Padahal siangnya, kedua orangtua Putra ini sempat sedih dan berlinangan air mata saat memberikan keterangan pers-nya perihal anaknya yang hilang.

Ketika ditanya wartawan terkait pergi dari rumah, Putra lebih banyak diam. Ia mengaku tidak tahu kemana saat meninggalkan rumah. Bahkan Putra tidak ingat, apakah selama enam hari itu Ia pernah makan atau tidak. Namun Putra mengaku, dirinya hanya mengikuti sebuah bisikan dari orangtua yang mengajaknya pergi.

“Pak tua itu berkumis, pakai jubah hitam, pakai topi hitam. Ia terlihat dalam bentuk bayangan. Waktu itu, saya ingin pulang, tapi tak bisa, karena orang tua itu melarang saya pulang. Sekarang saja bisikan itu masih ada dan masih mengajak saya pergi” aku Putra yang tampak masih kebingungan.

Yonni AS selaku orang tua korban mengungkapkan, kepribadian Putra saat ini jauh berubah. Jika sebelum hilang sifat Putra suka penyapa, suka menolong, dan suka banyak bicara, namun kali ini Putra lebih banyak diam, bahkan sering tampak seperti orang bingung.

“Waktu pulang ke rumah, wajah­nya pucat pasi sambil menangis. Setelah mandi dan tukar pakaian, Ia makan banyak sekali. Saya bersukur Putra telah kembali. Saya juga sudah cabut laporan anak hilang di Polres,” ujar Yonni AS.

Putra yang saat ini masih duduk di bangku kelas lima di Sekolah Dasar Negeri 03 Pakan Kurai Bukittinggi dinyatakan hilang oleh kedua orang tuanya semenjak Kamis (13/6), karena tidak pulang ke rumah, dan tidak diketahui dimana keberadaannya.

Waktu itu, seluruh rumah teman-teman dimana Putra sering bermain telah didatangi. Di rumah sanak keluarga sudah dicari. Bahkan di warnet-warnet di Bukit­tinggi juga telah ditelusuri, karena Putra memang candu main game internet. Tapi Putra tetap tak ditemukan.

Yonni AS menegaskan, kepergian Putra meninggalkan rumah tidak dalam keadaan tertekan atau dimarahi. Ia sendiri juga tidak mengerti kenapa anaknya menghi­lang. Bahkan Yonni AS sempat khawatir jika anaknya menjadi korban penculikan.

Yonni AS telah lapor ke polisi dan telah buat Berita Acara Pe­merik­saan (BAP) atas kejadian ini di Polres Bukittinggi pada Minggu 16 Juni 2013, dan juga telah melapor pada bagian Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Bukittinggi. Foto Putra juga telah disebar di kantor lurah, posyandu, dan tempat lainnya. Namun pada Selasa (18/6), Putra mendadak muncul sendiri di rumah. (h/wan)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy