Minggu, 20 April 2014
322.725 Siswa Sumbar Terima BSM PDF Cetak Surel
Senin, 24 Juni 2013 01:59

AKHIR JULI DIBAGIKAN

Sebanyak 322.725 siswa di Sumatera Barat bakal menerima beasiswa masyarakat  miskin dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Beasiswa diambil di kantor Pos pada minggu keempat Juli.

PADANG,HALUAN — Berdasarkan data yang dikeluarkan Menteri Pen­didikan dan Kebudayaan,  siswa di Sumatera Barat yang mendapat beasiswa masyarakat miskin (BSM) sebanyak 322.725 orang. Jumlah terbanyak terdapat di Kota Padang yakni 47.685 orang.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh sewaktu meresmikan lima gedung baru di Universitas Andalas, Minggu (23/6) di Convention Hall Unand.

Penerima BSM kedua terbanyak adalah Pesisir Selatan sebanyak 33.572 orang dan urutan ketiga Agam dengan jumlah penerima 31.804 orang. Kemudian, daerah yang jumlah penerimanya paling sedikit adalah Kota Sawahlunto sebanyak 1.167 orang.

Nuh mengatakan, data jumlah penerima BSM ini didapat dari survei yang dilakukan oleh Tim TP2K. Untuk masing-masing kota dan kabupaten, datanya dirinci lagi per kecamatan. Pengambilan BSM ini bisa dilakukan di kantor Pos, pada minggu keempat Juli. Waktu ini dipilih karena tahun ajaran baru dimulai pada 15 Juli.

“Jika diberikan sebelum 15 Juli, kita kan tidak tahu siswa itu sekolah dimana, atau malah tidak sekolah lagi,” katanya.

Kemudian, untuk pengawasan, bisa dilakukan oleh inspektorat, masyarakat, dan lainnya. Para siswa yang mengambil BSM ke kantor Pos ini, kata Nuh, tidak bisa diwakilkan. Artinya, kepala sekolah tidak bisa mewakilkan pengambilan ini ke kantor pos dengan jumlah banyak.

Nuh juga menjamin keluarga pemegang Kartu Perlindungan Sosial (KPS) bisa juga menda­patkan BSM untuk anaknya.

“Cukup datang saja ke sekolah dan bawa kartu KPS, dijamin langsung dimasukkan dalam daftar penerima BSM,’ jelas mantan Rektor ITS ini.

Total pelajar di Tanah Air yang menerima BSM ini 13,5 juta orang, sedangkan tahun lalu hanya 5,9 juta orang. Angka ini naik lebih dari dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 5,9 juta pelajar. Semua pelajar dari tingkatan SD/MI, SMP/MTS, SMA/K/MA sesuai persyaratan yang berlaku akan menerimanya.

Para siswa yang mendapatkan bantuan dari program ini sudah terdata dan memiliki bukti identitas lengkap di Kartu Perlindungan Sosial (KPS), atau sama dengan yang dimiliki keluarga ber­peng­hasilan rendah untuk mendapatkan program BLSM.

Per anak setiap setahun, kata Nuh, mendapatkan bantuan sebesar Rp450 ribu untuk siswa tingkat SD/MI, Rp750 ribu untuk siswa SMP/MTS, dan Rp1 Juta untuk SMA/K/MA. Tahun ini, pencairan dana akan diberikan langsung ke siswa bersangkutan pada minggu ke-4, Juli 2013, atau setelah masa tahun ajarn baru.

“Siswa hanya menunjukkan kartu pelajar atau rapot ke petugas pos yang mendatangi sekolah masing-masing. Kami tidak kha­watir ada kesalahan atau penyele­wengan data karena nama yang ada sudah tercantum dalam data milik petugas sesuai KPS,” kata Nuh.

Nuh juga menjelaskan, kenaikan jumlah pelajar yang cukup signi­fikan dibandingkan tahun lalu atau sebelum kenaikan BBM karena angka kemiskinan di Indonesia mencapai 11 persen. Padahal, warga yang mendekati miskin ada, sehing­ga begitu ada gejolak harga maka dikhawatirkan akan jatuh.

“Jadi, tidak hanya 11 persen yang menerima, namun diambil 40 persen beserta yang mendekati miskin itu. Dari jumlah tersebut terhitung sebesar 15,5 juta warga. Setelah dihitung berdasarkan aturan, tercatat angka 13,5 juta anak kurang mampu berusia di bawah usia 18 tahun yang harus bersekolah,” katanya.

Tidak hanya itu, setiap siswa penerima program ini akan men­dapat tambahan dana Rp200 ribu sebagai biaya personal. Uang tersebut, lanjut dia, diharapkan bisa digunakan untuk membeli seragam, tas, buku, sepatu atau keperluan sekolah lainnya.

“Kami tidak ingin melihat ada anak yang putus sekolah dengan alasan tidak memiliki dana. Dengan adanya program BSM, pihaknya berharap semua anak di Tanah Air mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” kata mantan Menteri Komunikasi dan Informatika tersebut.

Sementara itu, total anggaran yang dikeluarkan negara khusus untuk program BSM mencapai sekitar Rp7,4 triliun lebih. Rincian­nya, Rp6 triliun lebih untuk siswa di naungan Kementerian Pen­didikan dan Kebudayaan, dan sisanya sekitar Rp1,4 triliun diperuntukkan siswa di bawah Kementerian Agama.

“Pemerintah tidak membedakan apakah siswa penerima BSM sekolah di negeri, swasta atau madrasah. Selama namanya terca­tat dan terdata berhak menerima maka tidak ada alasan untuk tidak diberikan,” kata Nuh.

Ia menjelaskan bahwa peme­rintah juga memberikan bantuan program serupa khusus mahasiswa kurang mampu dengan bantuan “Bidik Misi”. Yakni, sebuah program diperuntukkan bagi mahasiswa kurang mampu secara ekonomi, tetapi memiliki potensi akademik memadai. Progam ini memberikan bantuan biaya pendidikan dan bantuan biaya hidup selama men­jadi mahasiswa.

Resmikan Lima Gedung di Unand

Kedatangan M Nuh ke Padang adalah dalam rangka meresmikan lima gedung baru di Unand senilai Rp95,9 miliar, mengunjungi peneri­ma beasiswa bidik misi, dan mem­buka MTQ Mahasiswa Nasional XIII.

Dalam sambutannya, Nuh mengapresiasi apa yang sudah dilakukan universitas untuk me­ngem­bangkan kemampuan mahasis­wanya. Nuh pun mengingatkan bahwa megahnya kampus bukan dilihat dari banyaknya mobil mewah yang berjejer, namun berapa jumlah  mahasiswa kurang mampu yang beredar di perguruan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Nuh menyempatkan diri berbincang dengan mahasiswa penerima bidik misi dari UNP, Unand, dan Poli­teknik Negeri Padang. Hampir satu jam berbincang dengan penerima bidik misi, para tamu pun terharu ketika mendengar kisah para mahasiswa bidik misi ini.

Rektor Unand Werry Darta Taifur   mengatakan, lima gedung baru yang diresmikan  adalah Pasca Sarjana Unand senilai Rp16 miliar, Dekanat Keperawatan Rp13,5 miliar, Gedung H sebanyak Rp14 miliar, Gedung G sebanyak 6,5 miliar, Fakultas Kedokteran seba­nyak Rp45,9 miliar.

“Dari tahun ke tahun seusai gempa 2009 lalu, Unand berusaha memperbaiki kerusakan gedungnya satu per satu sehingga bisa digu­nakan. Namun kita masih terken­dala dana dari BNPB, yang masih belum didapatkan sesuia rencana,” katanya. (h/eni/ans)

Comments (2)Add Comment
0
kuli
written by string, Juni 24, 2013
bagi lah bantuan keada yang layak menerima,,bukan pilih kasih,,,bantuan itu sangat dibutuh kan bagi orang2 miskin,sebab mereka lah yang berhak
0
kuli
written by string, Juni 24, 2013
bagi lah bantuan keada yang layak menerima,,bukan pilih kasih,,,bantuan itu sangat dibutuh kan bagi orang2 miskin,sebab mereka lah yang berhak

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: