Jumat, 26 Desember 2014
PKL Ditertibkan, Properti Disita PDF Cetak Surel
Jumat, 12 Juli 2013 01:46

LANGGAR GARIS BATAS

PADANG, HALUAN — Dinas Pasar Kota Padang kembali menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Raya Padang, Kamis (11/7). Belasan staf dan petugas Dinas Pasar diturunkan.

Penertiban kali ini berjalan lancar, tanpa adanya perlawanan dari pedagang seperti yang terjadi pada penertiban Rabu (10/7).

Penertiban dimulai pukul jam 11.00 WIB di Bundaran Air Mancur sampai Simpang Mulia Teater. Lapak-lapak yang berada di luar garis pembatas yang diberi warna kuning, digeser agar tak melewati garis. Saat itu Dinas Pasar be­lum mem­bong­kar atau belum menggusur pak­sa lapak-lapak pedagang.

“Kita beri peringatan dulu. Tapi nanti pada pukul 14.00 WIB, jika mereka tetap mem­­bandel mele­wati garis batas maka kita  akan bongkar lapak-lapak ini,” ujar Hendrizal Azhar yang me­mimpin langsung pener­tiban tersebut.

Hendrizal menjelaskan, pener­tiban PKL ini dimaksudkan agar ruas jalan di pasar itu bisa digunakan secara efektif oleh masyarakat. Sekaligus juga memberi kenyamanan bagi pe­ngunjung pasar yang melakukan akti­fitas jual beli.

“Sudah 4 hari penertiban ini kita lakukan. Hasilnya mulai terlihat, adanya perubahan. Dulu hanya bisa dilewati satu mobil, sekarang sudah bisa dua mobil berpapasan. Penertiban ini dilak­sanakan tidak hanya pada bulan Ramadan saja, rencananya dilan­jutkan sesudah lebaran,” tuturnya.

Selama penertiban berlang­sung, petugas Dinas Pasar mem­bawa beberapa properti pedagang yang melewati batas. Properti tersebut seperti manekin (patung yang diberi baju), bangku dan meja kecil untuk berdagang.

“Properti itu kita ambil semen­tara sebagai simbol pelanggaran mereka, karena melewati garis batas. Mereka bisa mengambil properti mereka ke Kantor Dinas Pasar dengan syarat membuat surat perjanjian agar tidak melewati garis batas lagi,” jelas Hendrizal. (h/mg-dib)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy