Jumat, 24 Oktober 2014
Pembangunan Selter Dimulai Agustus PDF Cetak Surel
Sabtu, 13 Juli 2013 02:25

DIFOKUSKAN DI KOTO TANGAH

PADANG, HALUAN—Pembangunan Tempat Evakuasi Sementara (TES) pada kawasan rawan bencana di Sumbar tahap kedua, akan dimulai Agustus mendatang. Sumbar mendapat jatah pembangunan TES berupa selter sebanyak lima unit.

Diantaranya, dua unit selter akan dibangun di di Kota Padang dengan dana Rp30 miliar, satu unit selter di Painan dengan dana sekitar Rp9 miliar,  serta satu unit selter di Agam dengan dana sekitar Rp9 miliar.

Demikian disampaikan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pema­dam Kebakaran Kota Padang, Budhi Erwanto kepada Haluan, Jumat (12/7).

“Saat ini, pemerintah sedang melakukan proses tender. Ditargetkan tender itu selesai dalam waktu 40 hari ke depan. Usai tender, segera dimulai pembangunannya yang diawali pembelian berba­gai peralatan yang dibutuhkan, seperti rantai penyangga dan sirine,” ujar Budhi.

Khusus untuk Kota Pa­dang, katanya, sesuai keputu­san Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, maka pembangunan selter difo­kuskan di Kompleks Polamas RT 07 Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Ta­ngah. Selter kedua akan dibangun di Kompleks Jondul, Tabing.

“Masing-masing selter akan menghabiskan dana Rp15 miliar. Sedangkan ka­pa­sitas tampung satu selter sekitar 2.500 orang,” terangnya lagi.

Lanjutnya lagi, salah satu alasan pembangunan selter di Kecamatan Koto Tangah, karena penduduk di daerah itu sangat rawan terpapar bencana stunami. Jumlah penduduk pun terbilang padat di daerah itu, mencapai 89. 764 jiwa.

Sedangkan jumlah pendu­duk paling banyak kedua ­adalah di Kecamatan Padang Barat sekitar 63.017 jiwa. Lalu Padang Utara dengan jumlah penduduk 60.879 jiwa. Sedang­kan kecamatan lainnya, hanya berkisar 40 ribu jiwa saja.

“Bila dilihat secara kasat mata, wilayah Koto Tangah sangat berbeda dengan wila­yah lainnya. Dimana, Koto Tangah sangat minim tempat perlindungan.

Sedangkan wilayah lainnya, seperti Pa­dang Barat, sudah banyak berdiri selter, baik milik pemerintah daerah maupun swasta, seperti di Kantor Gubernur dan hotel-hotel lain­nya. Dengan demikian, maka Koto Tangah adalah prioritas utama dalam kesiap­siagaan kebencanaan,” ka­tanya. (h/wis)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy