Rabu, 30 Juli 2014
Mutasi Guru Mulai Bergulir PDF Cetak Surel
Kamis, 18 Juli 2013 02:26

PADANG, HALUAN — Pemerintah Kota Padang melakukan mutasi secara besar-besaran bagi guru SD, SMP dan SMA/SMK. Mutasi atau redistribusi guru ini bukan hukuman, melainkan untuk mem­bantu guru sertifikasi mendapatkan jam mengajar 24 jam.

“Pemko Padang juga membantu guru yang akan mendapatkan sertifikasi” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Indang Dewata yang dihubungi Haluan Rabu (17/7) kemarin.

Tahap pertama, kemarin sudah dise­rahkan SK pindah bagi sejumlah guru SMA di kantor Dinas Pendidikan Kota Padang.

“Saat ini dari sekitar 6.125 guru di Padang, baru sekitar 4.200 yang sudah mendapat tunjangan profesi guru (TPG). Redistribusi ini juga ditujukan untuk memudahkan guru yang belum memperoleh TPG ini,” kata Indang Dewata.

Kreteria guru yang diredistribusi menurut Indang, di antaranya guru muda yang belum sertifikasi dan guru yang sudah sertifikasi namun jam mengajar tidak memenuhi 24 jam. Para guru ini akan ditem­patkan mengajar di daerah yang paling dekat dengan tempat tinggal masing-masing dan kekurangan guru.

Redistribusi ini merata dilaku­kan ke berbagai kecamatan di Padang. Termasuk ke kawasan Bungus Teluk Kabung dan daerah pinggiran lainnya.

Para guru yang terlibat dalam redistribusi ini, dimulai dari SD sampai SMA. Hal ini sesuai dengan SKB Lima Menteri.

Redistri­busi ini adalah, guru ditem­patkan sesuai dengan sertifikat mengajar yang mereka miliki.

“Jika seorang guru itu guru fisika di sertifikatnya, maka harus ditempatkan di sekolah yang kekurangan guru fisika.

Seusai redistribusi besar-besa­ran ini, kata Indang, masih ber­kemungkinan ada redistrubusi lagi yang akan dilakukan. Namun sifatnya, hanya mencocokkan kem­bali. Misalnya ada guru yang meninggal, kemudian diganti de­ngan guru dari sekolah lain.

Sebelumnya, sejumlah guru merasa kewalahan ketika harus memenuhi jam menga­j­ar 24 jam. Mereka harus mencari jam tambahan mengajar di luar.

Untuk Kota  Padang, terjadi kelebihan guru di tingkat SMP,  SMA dan SMK, namun kekurangan guru di SD. Dinas Pendidikan Kota Padang mencatat  kelebihan guru sekolah menengah sebanyak 729 orang. Sedangkan untuk tingkat SD terjadi kekurangan guru sekitar 709 orang.

Terkait redistibusi ini, Indang mengatakan tidak ada pemindahan guru dari SMP ke SD. Karena sertifikat guru SD dengan guru SMP berbeda.

Bagi guru yang tidak bersedia dipindahkan menurut Indang, ber­laku aturan kepegawaian kepada dirinya. (h/eni)

Comments (1)Add Comment
0
...
written by string, Juli 19, 2013
..yang anehnya, sudah tau guru di Padang berlebih tapi banyak guru di luar Padang dengan mudahnya pindah masuk Padang..?

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: