Rabu, 19 Juni 2013

Warning: substr() expects parameter 3 to be long, string given in /home/harianha/public_html/components/com_jomcomment/views.jomcomment.php on line 264
Antisipasi Ancaman Kasus Gizi Buruk PDF Cetak Surel
Selasa, 15 Maret 2011 02:35

Sejumlah kasus gizi buruk di Sumatera Barat diberitakan media. Tapi sejauh ini belum ada tanda-tanda akan ada pernyataan mengenai KLB (Kejadian Luar Biasa) dari pihak berwenang dalam hal ini Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat.

Belum dinyatakan KLB itu tentu saja karena jumlah atau kasus temuannya masih dalam ambang batas toleransi. Artinya dari temuan yang ada, kasus gizi buruk ini baru pada tingkat satu dua kasus saja.

Tetapi itu tidak berarti Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota mendiamkan saja. Siapa tahu kasus-kasus itu hanya karena diberitakan media saja. Atau yang hanya ditemukan media saja. Siapa tahu ada kasus lain yang tidak dipublikasi dan tidak dilaporkan di nagari-nagari? Dan bukankah pada hakikatnya gizi buruk tidak melulu disebabkan oleh faktor ekonomi belaka? Banyak kasus menun jukkan gizi buruk juga diderita oleh keluarga mampu. Karena pola hidup dan pola auspan gizi yang tidak terkendali, mengakibatkan terjadinya gizi buruk pada sebagian keluarga berekonomi baik.

Khusus untuk penderita gizi buruk yang berasal dari keluarga ekonomi lemah, pemerintah memberikan pengobatan gratis kepada pasien kekurangan nutrisi itu di seluruh rumah sakit daerah di Sumbar.

Bahkan, jika baru saja mendapatkan informasi ada warga yang terjakit gizi buruk, oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar sudah dikeluarkan kebijaksanaan agar segera diberikan pelayanan oleh rumah sakit daerah dengan biaya sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah.

Ini adalah hal bagus sebagai tindakan preventif agar korban tidak meruyak pada kondisi yang lebih buruk. Penderita gizi buruk ini jika tidak segera diobati, maka semakin hari akan semakin parah.

Dari pengalaman yang ada pada dasarnya biaya operasional pasien gizi buruk sangatlah besar karena membutuhkan waktu sekitar 2 bulan untuk rawat inap. Pasien tersebut bisa  sembuh bila mengikuti prosedur perobatan. Hanya saja, waktu yang terbilang lama untuk masa pemulihan dan pengobatan yang gratis kadang disia-siakan oleh pasien dan keluarganya. Belum cukup 2 minggu dirawat, mereka telah jenuh di rumah sakit dan lebih memilih untuk pulang. Akibatnya kondisinya tidak benar-benar pulih dan berpotensi untuk kembali mengalami masalah yang sama.

Selain bisa memperoleh perobatan secara gratis di seluruh rumah sakit daerah, pemerintah juga mengadakan pengobatan di beberapa puskesmas bagi penderita gizi buruk. Cuma saja seperti yang diperoleh datanya oleh wartawan koran ini, saat ini baru ada 6 unit puskemas yang mengadakan pelayanan gizi buruk yang tersebar di beberapa kabupaten/ kota, Padang sebanyak satu unit, dua unit di Kabupaten Agam dan satu unit di Pasaman.

Untuk mengantisipasi adanya kasus-kasus gizi buruk di seluruh daerah Sumatera Barat mestinya di tiap kecamatan ada Puskesmas yang ditunjuk sebagai tempat pelayanan gizi buruk.

Balita yang menderita gizi buruk dan infeksi akan menyebabkan tumbuh kembang otaknya tidak optimal dan bersifat permanen (tak terpulihkan), hal tersebut akan menghasilkan generasi yang bermutu rendah dan tentu akan menjadi beban pemerintah dan masyarakat.

Ada tiga penyebab kenapa seorang anak menderita kekurangan gizi. Yang pertama, seorang anak kekurangan makanan. Yang kedua, bisa karena sang anak menderita sakit-sakitan, sehingga menderita kekurangan gizi. Penyebab ketiga, karena makanannya ada, namun orangtuanya tidak mampu memberikan makanan yang bergizi kepada sang anak. Kalau sudah sampai tahap seperti itu, maka semua pihak turun tangan. Gubernur dan Bupati/Walikolta harus turut serta meningkatkan kemampuan gizi. Sebelum semua itu terjadi dan menyibukkan berbagai pihak, sebaiknya dari dini sosialisasi mengenai gizi perlu diintensifkan ke seluruh keluarga. Jadi kuncinya di sosialisasi.***

Comments (1)Add Comment
0
mohon bantuan
written by string, Oktober 24, 2011
Assalammualaikum
maaaf sebelumnya saya mau nanya kalau boleh tau puskesmas mana ya di kota padang yang menangani permasalahan gizi yang disebut diatas, saya mau mengunjungi puskesmasnya untuk mengambil data. mohon bantuannya
terima kasih

Write comment

busy