Sabtu, 28 Februari 2015
Gubernur Dukung Penolakan RS Siloam PDF Cetak Surel
Rabu, 14 Agustus 2013 02:43

PADANG, HA­LUAN — Gu­bernur Sumbar Ir­wan Pra­yitno, siap men­dukung dan mem­­perjuangkan upaya penolakan rencana pendirian Rumah Sakit Si­loam di Ko­ta Pa­dang jika memang disinyalir dan di­khawatirkan ter­selubung misi kristenisasi di dalam pendiriannya.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Irwan Prayitno dalam pertemuan dengan jajaran anggota dan pe­ngu­rus Forum Ma­sy­a­rakat Minangkabau Anti RS Siloam di Ruang Pertemuan Gubernuran Sum­bar, Senin (12/8). Turut hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah pengurus ormas Islam dari Kota Bukittinggi dan Kota Payakumbuh. Forum Masya­ra­­kat Minangkabau Anti RS Siloam dipimpin oleh Masfar Rasjid.

“Bila Rumah Sakit Siloam yang diinvestasikan oleh Lippo Group adalah sebuah misionaris, maka kami akan ikut menolaknya. Na­mun, kami berharap, penolakan tersebut murni untuk memper­juangkan aqidah islam. Tidak untuk ajang politisasi,” ujar Irwan Prayit­no.

Menurut Gubernur Sumbar yang berasal dari Partai Keadilan Sejah­te­ra (PKS) ini, pihak Pemprov Sumbar bersama Forum Pimpinan Daerah (Forminda)  Sumbar telah menyurati Pemko Padang pasca-pertemuan Pemprov Sumbar de­ngan pimpinan sejumlah Ormas Islam di  Sumbar yang isinya mempertanyakan dampak positif dan negatif pendirian RS Siloam di Kota Padang. Namun, sampai saat ini, surat tersebut belum juga dibalas oleh Pemko Padang.

“Sambil menunggu hasil pansus DPRD Padang, kami akan mencoba menyurati Pemko Padang kembali. Dan kami berharap, pemko bisa memberikan rincian yang jelas tentang dampak pembangunan rumah sakit tersebut,” kata Irwan.

Sementara itu, Ketua Forum Masyarakat Minangkabau Anti RS Siloam Masfar Rasyid mengatakan, akan segera mengumpulkan seluruh mubaligh yang ada Sumbar untuk mendakwahkan tentang perlawanan  dan penolakan  terhadap rencana pembangunan RS Siloam di Jalan Khatib Sulaiman Kota Padang.

Kemudian, akan melakukan dakwah, dan memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat Sum­bar, bahwa pemberian izin pem­bangunan RS Siloam adalah suatu kebijakan yang salah dari Pemko Padang.

“Sambil berdakwah, dan mem­berikan edukasi, kami juga akan menyusun strategi. Kalau Pemko Padang tetap ngotot melanjutkan pembangunan rumah sakit tersebut, kami dari seluruh organisasi Islam se-Sumbar, tidak segan-segan turun untuk menghadang pembangunan tersebut,” tegasnya.

Peletakan batu pertama pem­bangunan kawasan terpadu Lippo Group di Kota Padang yang terdiri dari rumah sakit, sekolah kristen, mal dan hotel dilaksanakan Jumat, 10 Mei 2013 lalu. Acara peletakan pertama tersebut dihadiri oleh Ketua DPD RI Irman Gusman, Menko Kesra Agung Laksono, Kepala BNPB Syamsul Maarif, mantan Menko Kesra Azwar Anas, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Ketua Dewan Syuro PKS Hilmi Aminuddin, Walikota Padang Fauzi Bahar, Owner Lippo  Group James Riady, Presiden Lippo Group Theo L Sambuaga dan lainnya.

Pasca peletakan batu pertama muncul penolakan dari berbagai pihak atas rencana pendirian RS Siloam dan proyek Lippo Group lainnya di lokasi yang sama. Proyek tersebut ditolak karena diduga kuat terselubung misi kristenisasi oleh barisan misionaris di dalamnya. Hingga kini masih terjadi perde­batan tentang proyek ini. Bagi ormas Islam yang berada di bawah nau­ngan Majelis Ulama Indonesia (MUI) penolakan terhadap rencana investasi RS Siloam dan bisnia lainnya oleh Lippo  Group di Kota Padang adalah harga mati. Karena derasnya penolakan dari Ormas Islam hingga kini tidak ada kelan­jutan dari proyek terpadu milik Lippo Group tersebut. (h/wis)


Newer news items:
Older news items: