Kamis, 28 Agustus 2014
PLN Kehabisan Akal PDF Cetak Surel
Jumat, 30 Agustus 2013 01:55

PADANG, HALUAN — PT PLN Wilayah Sumbar kehabisan akal untuk mengatasi pemadaman bergilir yang sejak beberapa hari belakangan makin bertambah parah. Bahkan durasi pemadaman tak lagi berselang 2 jam, melainkan 3 sampai 4 jam.

Solusi yang ditunggu PLN saat ini yakni tambahan daya dengan mengoperasionalkan PLTU Teluk Sirih. Namun hal ini baru bisa dilaksanakan mulai 10 September nanti. Artinya, pemadaman yang cukup parah saat ini masih berlangsung sampai 10 September nanti.

“Ya, kami sudah berupaya mak­simal. Namun solusi terakhir yakni dengan tambahan pasokan dari PLTU Teluk Sirih ini,” kata Deputy Manager Komhad PLN Wilayah Sumbar, Ridwan kepada Haluan, Kamis (29/8).

Dia mengatakan, PLN sudah berupaya maksimal untuk mengatasi defisit yang terjadi. Namun karena faktor alam yakni turunnya debit air danau serta sejumlah pem­bangkit yang masih dalam per­baikan membuat pasokan daya untuk Sumbar tak mencukupi. Bahkan PLTU Ombilin yang sedang perbaikan masih berlangsung sampai Oktober nanti.

“Saat ini kami terus memak­simalkan persiapan pengoperasian PLTU Teluk Sirih ini. Insya Allah target dimulai sesuai jadwal. Apalagi PLTU Teluk Sirih sudah uji coba saat Lebaran kemarin,” jelasnya.

Sumbar mengalami defisit sekitar 80 MW setiap hari. Defisit terjadi karena sejumlah pembangkit tak bisa dioperasionalkan maksimal. Dari jumlah pembangkit yang ada di Sumbar hanya mampu mem­produksi daya 336 MW. Sementara kebutuhan terutama saat beban puncak 450-460 MW.

“Dari lima pembangkit, semua­nya tak bisa maksimal. Bahkan PLTU Singkarak, Batang Agam dan Maninjau off siang hari, karena menghemat air,” katanya lagi.

Dia menambahkan, seluruh pembangkit tak lagi bisa meng­hasilkan daya maksimal. PLTU Ombilin misalnya dari 90 kapasitas, hanya mampu 60 MW. PLTA Sing­karak 4x45,75 hanya mampu 137 MW. PLTA Maninjau dari 4x17 MW hanya mampu 67 MW. Begitu juga PLTG Pauh V hanya mampu 35 MW.

“Total daya kita setiap hari itu hanya sekitar 336 MW. Nah keku­rangan dari 450-460 kebutuhan saat beban puncak mulai sore hingga malam hari itu adalah dipasok dari Selatan, karena sistem kita sudah interkoneksi. Jika listrik sering mati siang hari saat ini, ya karena memang seluruh PLTA kita off-kan untuk menghemat air,” tambahnya. (h/vid)

Comments (2)Add Comment
0
mr
written by string, September 01, 2013
proyek Migas sudah banyak diprediksi masyarakat akan di usut KPK sekarang KPK sudah mendapatkan bukti dan tersangka,tunggulah giliran pejabatOknumPLN ,selama ini masyarkat digilir dengan pemadaman listrik,,tunggu masyarakat denan KPK DAN PPATKnya MENGGILIR kalian ke kandang situmbin wwkkkwkwkkk
0
mr
written by string, Agustus 31, 2013
Analisa dari langit,PLN dan BUMN dinegeri ini bukan kurang akal,tapi pejabatnya banyak yang tak berakal,mereka kerjasama menjatuhkan kredibilitas atasan direktorat dan kementerian pusat,ada oknum.mereka ada yang berafiliasi dengan partai politik dan oknum koruptor (terpidana) warisan orde baru,dengan seribu alasan belum cairnya dana dari pusat ,mereka merusak citra pemerintahan berkuasa.karena mereka tak lagi leluasa mempermainkan anggaran pemerintah dengan adanya KPK,PPaTK dan pencanangan pemerintahan bersih dan transparan.

Write comment

busy