Senin, 29 Desember 2014
Tambang Emas di Solsel Mesti Tertib PDF Cetak Surel
Senin, 02 September 2013 02:17

BUPATI SOLSEL:

SOLSEL, HALUAN Bupati Solok Selatan H Muzni Zakaria menyebutkan bahwa kegiatan tambang emas di daerah itu harus dilakukan dengan tertib. “Kami pihak pemerintah tidak melarang rakyat menambang, hanya saja menambang emas mesti tertib dan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Muzni Zakaria.

Saat ini, lokasi tambang emas di Solsel sudah dikuasai izin pertambangannya oleh tiga perusahaan. Yaitu, PT Geominex Sapek, PT Geominex Solok Selatan, dan PT Bina Bakti Pertiwi.

“Benar, lokasi potensi emas sudah ada yang menguasai melalui perizinan resmi. Kami mendorong agar para investor tertib dan mengurus semua dokumen izin sesuai mekanisme yang ada,” lanjutnya.

Untuk pertambangan rakyat, sebut Bupati Muzni, akan disediakan lokasi melalui kerja sama dengan perusahaan. “Kalau pengusaha pemegang IUP sudah melengkapi, maka pemda akan memfasilitasi agar warga diberi lokasi beberapa persen. Sehingga warga yang ingin mendompeng mempunyai kesempatan,” jelasnya.

Akan tetapi, yang terjadi saat ini adalah sulitnya menertibkan lokasi. Keinginan pemda agar lokasi tambang emas tersebut bersih dari aktivitas ilegal. Terutama pengusaha yang menggunakan eskavator dan kapal keruk.

“Kini informasinya sudah banyak lagi eskavator yang menambang di lokasi tambang emas. Kalau pemerintah bertindak, ada-ada saja yang membekingnya. Ada yang bilang bupati beckup dua eskavator, dandim juga ada, Kapolres apalagi. Anehnya lagi, banyak yang mencatut nama petinggi polisi dan TNI yang membeckup eskavator di dalam,” ungkap H Muzni Zakaria.

Menurut bupati, tidak ada beking-membeking di lokasi tambang emas di Solsel. Hanya saja oknum pengusaha lokal yang nekad memasukan alat beratnya kembali ke lokasi tambang emas.

Kendalanya, pengusaha yang memegang IUP kelamaan mengurus surat perizinan yang lengkap. Akibatnya, lokasi tambang emas terus digerus oleh eskavator yang nekad di lokasi. “Eskavator yang didalam kabarnya hanya puluhan saja, tidak sampai ratusan,” katanya.

Jika kondisi itu dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan akan berdatangan ribuan eskavator yang pernah menambang di kawasan pertambangan emas tersebut. Semestinya, aparat kepolisian dan aparat keamanan seperti TNI tidak akan sulit mengusut eskavator yang masih saja beroperasi secara ilegal.

Karena, medan yang sulit yang selama ini jurus ampuh kepolisian sudah tidak masuk akal lagi untuk dijadikan alasan. Karena, alat berat saja bisa sampai ke lokasi, demikian juga suplai minyak solar dan makanan lainnya. Jika mereka yang mengoperasikan eskavator tersebut sampai, mengapa polisi tidak sanggup.

Kembali ke tekad Kapolda Sumbar dan Kapolres Solsel yang baru untuk mem­bersihkan kawasan emas dari aktivitas eskavator. (h/col).

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy