Sabtu, 26 Juli 2014
KPU Kerahkan Relawan Demokrasi PDF Cetak Surel
Sabtu, 21 September 2013 02:20

TINGKATKAN PARTISIPASI PEMILU

Partisipasi masyarakat di Pemilu sejak Reformasi terus menurun. KPU akan mengerahkan relawan demokrasi untuk menso­sialisa­sikan pentingnya Pemilu.

JAKARTA, HALUAN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) bertekad meningkatkan partisi­pasi pemilih dalam Pemilu 2014 mendatang. Untuk itu, KPU menyiapkan sejumlah strategi khusus menyukseskan Pemilu nanti.

“Pokoknya kami akan upayakan supaya naik. Kami akan menggerakkan relawan demokrasi untuk menyosialisasikan soal pemilu,” kata Anggota KPU, Arief Budiman, di kantornya, Jakarta, Jumat (20/9).

Arief mengatakan sosialisasi yang masif bertujuan agar masyarakat tahu dan paham soal pemilu. Dengan begitu, ia berharap publik peduli terhadap pemilu sebagai proses pergantian kekuasaan yang konstitusional.

“Para relawan akan digerakkan dari pusat, yang merekrut kabupaten dan provinsi. Diharap­kan masyarakat berpartisipasi secara aktif,” ujarnya.

Terkait akomodasi, kata Arief, pihaknya tidak akan memberi honor kepada para relawan. KPU hanya menyediakan dana operasional. “Kalau dikasih honor, kerja nggak kerja dikasih uang,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Husni Kamil Manik menyatakan tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu sejak era reformasi terus menurun. Dari tiga pemilu yang digelar, Husni mencatat hanya pemilu 1999 yang tingkat partisipasi masyarakatnya tinggi.

“Pemilu 1999, tingkat partisipasi 93 persen, pemilu 2004 tingkat partisipasi 84 persen, atau menurun 9 persen. Sedangkan pemilu 2009, turun lagi menjadi 71 persen, atau berkurang 13 persen. Tren penurunan 4 persen,” kata Husni.

Bila kecenderungan itu terus berlanjut, Husni mengungkapkan jumlah pemilih pada pemilu 2014 akan menurun sampai angka 17 persen menjadi 54 persen. Fenomena pemilukada yang berlangsung dari 2010 sampai dengan 2013 dapat menggambarkan proyeksi tersebut. Meskipun demikian, Husni berharap tren itu tidak menjadi kenyataan. Oleh karena itu, KPU memasang target partisipasi pemilih pada pemilu 2014 di angka 75 persen.

“Ini upaya kita bersama bagaimana caranya tren yang terjadi harus kita imbangi. Ibarat aliran sungai kita sekarang menye­berang pada arus yang berlawanan. Tren menurun, tetapi target naik dibanding pemilu 2009,” ucapnya. (h/inc)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy