Jumat, 25 Juli 2014
Prasarana Pasar Ternak Minim PDF Cetak Surel
Rabu, 25 September 2013 01:44

MULAI RAMAI

PADANG, HALUAN — Memasuki minggu ketiga beroperasi sejak dibuka pada Selasa (10/9) lalu, Pasar Ternak kebanggaan Kota Padang, mulai ramai oleh pedagang dan pembeli sapi. Namun demikian pasar ternak Aia Pacah perlu ditambah sarana dan prasananya.

Oyon (57) pedagang sapi dari Mato Aia Padang menga­takan, sarana dan prasarana yang perlu diperbaik dan ditambah adalah, tempat makan sapi yang saat ini terbuat dari papan mesti diganti dengan beton agar tak patah diinjak sapi.

“Kebetulan pada saat itu ada tempat makan sapi yang patah diinjak sapi yang me­loncat-loncat. Kemudian, sumber airnya cukup jauh sehingga pedagang kesusahan mengambil air untuk minum sapi,” ujar Oyon.

Ia menyarankan agar diadakan slang untuk menya­lurkan air dari sumber air di sana ke tenda pasar ternak. Selain itu, perlu dibangun musala untuk pedagang yang ingin salat. Saat ini di sana belum ada musala. Dan juga, tenda pedagang sapi juga perlu ditambah 5 lagi. Saat ini baru ada 3 tenda.

Ia memprediksi, ke depan­nya pasar ternak tersebut akan lebih ramai lagi, bahkan bisa menjadi pasar ternak paling ramai di Sumbar kare­na letaknya yang strategis.

“Agar lebih ramai lagi, para pemotong daging perlu diinventarisir karena pemo­tong daging erat kaitannya dengan pemasok sapi. Kalau pemotong daging diinventarisir akan banyak pemasok karena pemasok dan pemotong akan saling kenal. Kalau pemotong dan pemasok tak saling kenal, bagaimana akan mencari pasokan sapi? Katanya

Menanggapi hal itu, Epi­son, Kabid Peternakan Dis­pernakhutbun Kota  Padang mengatakan, seluruh unsur yang berhubungan dengan pasar ternak, termasuk pe­dagang dan pemotong, me­mang perlu diinventarisir dan sosialisasi kepada mereka perlu ditingkatkan.

Mengenai sarana dan pra­sarana, katanya, dua hal penting tersebut memang belum dibangun karena pihak­nya sedang memprioritaskan perkembangan pasar ternak pada kegiatan atau aktivitas jual beli.

“Kami fokus ke aktivitas jual beli dulu. Saat ini per­kembangan jual beli di pasar ternak kita berkembang cukup bagus. Pada hari pertama dibuka, ada 5 ekor transaksi jual beli sapi. Minggu kedua 7 ekor dan minggu ketiga 22 ekor. Ke depan diprediksi jumlah transaksi akan ber­tambah banyak lagi, sembari meningkatkan sosialisasi,” ujar Epison.

Terkait saranda dan pra­sarana, Epison mengatakan, pihaknya sejak lama sudah mengajukan dana ke peme­rintah pusat sebanyak Rp13 Miliar untuk membangun sarana dan prasarana, namun sampai saat ini tak ada respon dari pemerintah pusat.

“Pasar ternak ini sebe­narnya program kami sejak tahun 2003, maka sejak itulah kami mengajukan dana untuk membangun sarana dan pra­sarana. Meski begitu, kami akan terus me­ngu­sulkan dana itu.

Mengenai sarana dan pra­sarana, masyarakat tak perlu cemas, karena pemerintah provinsi melalui dana APBD akan menggelontorkan dana untuk itu. Syaratnya, aktivitas jual beli ternak harus ramai,” imbuhnya. (h/mg-dib)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: