Senin, 22 September 2014
Intervensi Sekutu Menuai Kutukan PDF Cetak Surel
Selasa, 22 Maret 2011 01:22

LAWAN IMPERIALISME

Caracas, HALUAN‚ÄĒ‚ÄúHentikan serangan¬† terhadap Libya. Sangat gila. Ini kegilaan imperialis,‚ÄĚ kata Chavez. Dia benar, dengan dalih apapun, serangan militer Amerika Serikat¬† dan sekutunya ke negara berdaulat, Libya, tidak dapat dibenarkan. Sejumlah¬†¬† pemimpin¬† menyerukan agar dunia bersatu melawan dan menghentikan¬† imperialisme (modern)¬† yang¬† kini dipertontonkan AS dengan pongah.

Dari Caracas, Senin (21/3),¬† dilaporkan¬†¬† Presiden Venezuela Hugo Chavez mengutuk se¬≠rangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya. Dia menyebut serangan tersebut sebagai pengeboman membabi buta, tidak berdasar, dan hanya menyebabkan lebih banyak lagi pertumpahan darah. Sementara di Jakarta, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam dan memerotes¬†¬† intervensi asing dalam krisis politik di Libya.¬† Terkait se¬≠rangan militer Amerika dan Nato¬† ke Libya,¬†¬† Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin¬†¬† menyebut sebagai ‚ÄúTindakan¬† Washington yang¬† tanpa hati nurani‚ÄĚ. Sebelumnya, badai protes¬† juga ditebar¬† Liga Arab,¬† Uni Afrika, Perdana Menteri China. Pemimpin Kuba. Tak hanya itu, para aktivis¬† di London, Berlin, Turki , dan¬† bahkan¬† di¬† kota¬† Los Angeles-Amerika sendiri, telah¬†¬† turun ke jalan melancarkan aksi protes dan mengutuk intervensi militer ke Libya.

Presiden Hugo Chavez mengatakan, pemerintah AS hanya ingin menguasai minyak di Libya. ‚ÄúSerangan tersebut sebagai pengeboman membabi buta, tidak berdasar,‚Ä̬† tegas Chavez seperti dikutip As¬≠sociated Press, Senin (21/3).

Dia memperingatkan Pre¬≠siden Barack Obama jangan pernah mencoba melakukan intervensi yang sama di negara Amerika Selatan.¬† ‚ÄúLibya saat ini berada dalam serangan imperial. Tidak ada yang mem¬≠benarkan hal ini,‚ÄĚ tutur Chavez sambil memegang koran yang memuat gambar ledakan di halaman depannya.

‚ÄúPengeboman yang mem¬≠babi buta. Siapa yang mem¬≠berikan negara-negara tersebut hak untuk melakukan hal itu? Baik AS, Prancis, Inggris, maupun negara lainnya tidak memiliki hak untuk menjatuhkan bom,‚ÄĚ kata Chavez.

Presiden Chavez mendesak¬† serangan udara dihentikan karena telah¬† membunuh¬† banyak rakyat sipil. ‚ÄúKorban warga sipil mulai bermunculan sekarang karena adanya pengeboman, 200-400 bom diluncurkan dari laut dan bom menghancurkan wi¬≠layah di mana bom itu jatuh,‚ÄĚ ujar Chavez.

Chavez juga mengulang lagi kecamannya terhadap motif serangan pasukan sekutu pim¬≠pinan Amerika Serikat terhadap Libya. ‚ÄúKami mengulang lagi pesan kami dari Venezuela, hentikan serangan¬† terhadap Libya. Sangat gila. Ini kegilaan imperialis.‚ÄĚ Chavez berkali-kali menyebut Amerika Serikat sebagai ‚Äúnegara kerajaan‚ÄĚ.

‚ÄúSaya berharap revolusi terjadi di Amerika Serikat. Kita lihat apa yang mereka akan lakukan.‚Ä̬† Demikian¬† Chavez.

PBNU  Mengutuk

Sedangkant Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menolak intervensi asing dalam krisis politik di Libya. ‚ÄúPBNU mengutuk dan menentang keras intervensi asing dengan alasan apapun, lebih-lebih dalam ben¬≠tuk tindakan militer,‚ÄĚ kata¬† KH Said Aqil Siroj¬† seperti dikutip republika online, Senin.

Dikatakannya, tindakan militer dari negara-negara Barat, sekalipun didasarkan Resolusi PBB, akan melahirkan ke¬≠kerasan, kehancuran in¬≠frastruk¬≠tur, dan pertumpahan darah, termasuk di kalangan masyarakat sipil. ‚ÄúTindakan militer tersebut akan berakibat fatal untuk bangsa dan negara yang ber¬≠sangkutan sebagaimana yang terjadi di Somalia, Afganistan, dan Irak, yang sampai sekarang tetap menyisakan problem politik di samping telah me¬≠ngurangi kedaulatan negara-negara tersebut,‚ÄĚ kata Said Aqil.

PBNU menyerukan agar penyelesaian krisis politik di Libya, Yaman, Bahrain, dan negara-negara Timur Tengah pada umumnya tetap dilakukan melalui cara-cara politik dan diplomatik, serta menghindari penggunaan tindakan militer. PBNU mengimbau kepada negara-negara Islam dan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI), termasuk Pemerintah Republik Indonesia, agar segera mengambil langkah bersama dan proaktif mengambil bagian dalam menyelesaikan krisis politik di negara-negara tersebut.

Pemimpin negara lainnya,¬†¬† Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin pada hari Senin mengecam¬† apa yang disebut¬† ‚Äútren yang stabil‚ÄĚ intervensi militer AS di seluruh dunia. Putin¬† menyebut ‚Äú Washington bertindak tanpa hati nurani atau logika.‚ÄĚ

‚ÄúSaya prihatin tentang kemudahan yang telah di¬≠putuskan untuk menggunakan kekerasan,‚ÄĚ kata Putin seperti dilansir AFP, Senin (21/3).

Perdana Mentri Rusia itu¬† mengingatkan betapa¬† AS telah melibatkan diri dalam konflik di bekas Yugoslavia, Afghanistan dan Irak, ‚ÄúSekarang giliran Libya,‚ÄĚ katanya. ‚ÄúDan semua ini dengan kedok untuk melindungi kedamaian warga sipil. Di mana logikanya, di mana hati nura¬≠ninya? Hal ini tidak sama sekali,‚ÄĚ kecam¬† Putin.

Negara-negara yang tergabung dalam Uni Afrika sebelumnya juga mendesak ‚Äúpenghentian segera‚ÄĚ semua serangan setelah Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris melancarkan aksi militer. Uni Afrika juga minta per¬≠lindungan terhadap warga-warga asing, termasuk warga Afrika yang tinggal di Libya.

Kendati¬†¬† tidak tegas¬† soal¬† serangan militer asing ke Libya, dari Jakarta dilaporkan¬† Pe¬≠merintah Indonesia me¬≠nyerukan pentingnya per¬≠lindungan warga sipil dan mengakhiri tindak kekerasan di Libya. ‚ÄúSejak awal perkembangan situasi di Libya, Pemerintah Indonesia secara konsisten menyerukan agar masyarakat internasional mem¬≠berikan per¬≠lindungan ke¬≠pada penduduk sipil yang tidak berdosa,‚ÄĚ kata Men¬≠teri Luar Negeri Marty Na¬≠talegawa dalam siaran pers¬† Kemlu.

Pemerintah Indonesia me­nekankan, perlu diciptakan kondisi kondusif bagi proses politik yang demokratis dan damai di Libya, agar terhindar dari terjadinya lingkaran ke­kerasan dan konflik, dan agar rakyat Libya dapat menentukan masa depannya sendiri secara demokratis, kata Menlu.

Sedangkan Pemerintah Kuba mengecam intervensi militer asing dalam konflik dalam negeri Libya. Seperti di kutip kantor berita Xinhua, Minggu (20/3) malam, ‚ÄúPemerintah Kuba mengecam intervensi militer asing dalam konflik dalam negeri Libya.‚ÄĚ

Pemerintah Kuba juga men¬≠-dorong dialog dan negosiasi, dan mendukung ‚Äúhak yang tidak dapat dicabut warga Libya guna memutuskan nasib sendiri tanpa intervensi asing.‚ÄĚ

Kementerian Luar Negeri Kuba menuduh negara Barat ‚Äúatas terciptanya kondisi kon¬≠dusif untuk agresi militer itu.‚ÄĚ

Pihak berwenang Kuba me¬≠ngatakan, intervensi tersebut ‚Äúberarti manipulasi bersama dari Piagam PBB dan kewenangan Dewan Keamanan PBB, dan menunjukkan ‚Äústandar ganda yang sesuai dengan tingkah lakunya.‚ÄĚ

‚ÄúResolusi PBB 1973 yang diterapkan Kamis lalu oleh Dewan Keamanan,¬† tidak mem¬≠beri wewenang apa pun dalam banyak serangan di wilayah Libya, yang berarti pelanggaran hukum internasional,‚ÄĚ katanya. (d/ant/kcm/bbc)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy