Jumat, 25 April 2014
Dewan Riset Daerah Apa Sajakah Perannya? PDF Cetak Surel
Kamis, 07 April 2011 02:04

Kemarin di gubernuran berlangsung Sidang Paripurna I Dewan Riset Daerah (DRD) Sumatera Barat. Sidang itu dibuka secara resmi oleh Gubernur Irwan Prayitno. Dan meluncurlah dari mulut gubernur harapan-gharapan dan penegasan terhadap keberadaan DRD. Bahwa DRD mempunyai peran strategis memberikan masukan terhadap pemerintah daerah dalam perumusan arah kebijakan.

DRD sangat strategis  untuk mendukung peningkatan daya saing daerah melalui pemberdayaan lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan daerah ke depan. Kontribusi DRD sangat penting dalam memberikan masukkan pada penyusunan arah, prioritas serta kerangka kebijakan pemerintah daerah di bidang Iptek.

Sampai di situ sebenarnya bagi kita terasa sebagai sesuatu yang wajar saja. Dan pidato gubernur itu adalah pidato yang normatif saja. Sesuai dengan harapan semua orang.

Tetapi yang sebagai rakyat tentu saja kita tak apa-apa bila bertanya agak nyinyir (mungkin juga dalam pikiran Gubernur Irwan Prayitno juga seperti itu tapi tidak diungkapkannya) “DRD itu apa? Siapa-siapa saja yang ada dalam dewan itu? Kapan ia dibentuk? Apa yang sudah dikerjakannya? Dan Seberapa besar anggaran daerah sudah dialokasikan untuk DRD?”

Kita menilai ini pertanyaan juga amat wajar lantaran selama ini memang tidak terdengar kabar beritanya apa yang sudah dilakukan DRD Sumbar. Jangan-jangan banyak yang baru kali ini saja mengetahui bahwa ada lembaga bernama DRD.

Sebenarnya menilik pada tupoksi (tugas pokok dan fungsi) DRD dapat melakukan koordinasi di bidang Iptek dengan daerah-daerah lain, sehinga dapat mewujudkan pembangunan Iptek dan melahirkan inovasi-inovasi bagi di Sumbar. DRD dapat memberikan penguatan perwujudan otonomi daerah di bidang Iptek, serta memberikan kontribusi kepakarannya dalam mempercepat proses pembangunan di daerah.

Barulah ketika gubernur mengungkapkan dalam sidang paripurna kemarin itu keberadaan DRD dan Mitra Peneliti DRD sejak ditetapkan pada 2009 mulai agak terdengar. Katanya sampai saat DRD telah memberikan konstibusi pada daerah berupa agenda riset daerah provinsi 2010, serta draf kebijakan strategis pembangunan daerah (Jakstrada) Iptek 2011-2015.

Sedangkan pembetukan DRD lima tahu mendatang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sumbar Nomor 050-63-2011 tanggal 14 Pebruari 2011 tetang DRD dan Mitra Peneliti DRD. Keanggotaan DRD Sumbar unsur para pakar dari berbagai bidang ilmu berasal dari Perguruan Tinggi, pemerintah dan swasta, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Struktur organisasinya terdapat enam komisi, yakni Komisi Agama dan Sosial Budaya, Komisi Hukum dan Pemerintahan, Komisi Pendidikan dan Kesehatan, Komisi Ekonomi dan Ketahanan Pangan, dan Komisi Lingkungan dan Pengelolaan SDA, serta Komisi Pengembangan dan Penerapan Teknologi.

Menilik pada maksud dan tujuan pendirian DRD di semua provinsi, idealnya memang harus begitu. Bahwa ada hal-hal yang dapat dirumuskan, disusun, digagaskan oleh satu lembaga riset di daerah yang bersifat inovatif bagi kemajuan daerah.

Sesungguhnya ini adalah ‘kaji lama’ yang diulang-ulang kembali. Jauh sebelum ini (bahkan Sumbar pelopornya) pernah punya SKPD yang dinamakan Badan Libtang Daerah (Balitbangda) yang dipimpin seorang pejabat eselon II.

Akan tetapi sepanjang catatan kita, tidak terlalu signifikan hasil yang dicapai oleh Balitbangda Sumbar itu. Pengertian ‘tidak terlalu signifikan’ itu adalah tidak banyak yang diketahui publik apa saja sudah diteliti dan hasinya amat nyata untuk Sumatera Barat oleh Balitbangda itu. Tidak ‘nyaring’ nya terdengar Balitbang sering dipelesetkan menjadi ‘badan sulit berkembang’. Tapi apapun, yang kita tahu bahwa hanya soal bagaimana mengomunikasikan hasil-hasil penelitian saja yang cukup penting. Untuk apa penelitian kalau hanya dipendam dalam buku-buku dan makalah?

Kini, DRD hadir, kita harap nasibnya tidak sama dengan Balitbang yang ‘sulit berkembang’ itu. Kita harap DRD benar-benar menjadi lembaga riset yang mumpuni yang berguna bagi masyarakat dan tidak menjadi lembaga yang berada di menara gading.***

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy