| Klaim Penggantian Masih Diproses |
|
|
|
| Senin, 18 April 2011 01:11 | |||
|
"Hingga saat ini, proses pergantian masih berlangsung. Jadi kami belum bisa memastikan berapa total anggaran yang telah tersedot dan berapa sisanya. Tunggulah setelah proses pergantian tuntas," kata Kadis Pertanakhutbun Kota Padang, Syahirman pada Haluan, kemarin. Pihaknya kata Syahirman tak mau sembrono dalam menjalankan proses pergantian karena, meski anggaran yang disiapkan tercatat sebanyak Rp149 juta, untuk unggas masyarakat dimusnahkan tim terkait. Disebutkan, proses pergantian dilakukan sangat selektif agar masyarakat yang mengalami kerugian karena ayamnya mati secara mendadak tak justru menjadi korban dua kali. Data yang ada pada Dispertanakhutbun, ayam yang mati secara mendadak tersebut tersebar di 30 titik di seluruh wilayah Kota Padang kecuali Kecamatan Lubuk Kilangan. Belum Ada Laporan Setelah laporan terakhir pada awal Maret lalu, Dispertanakhutbun Kota Padang, sampai saat ini tidak lagi menerima laporan terkait kasus kematian ayam mendadak dari masyarakat. Ini tentu sebuah kabar baik bagi warga untuk tak lagi was-was dengan kasus kematian ayam mendadak yang sempat merebak beberapa waktu lalu. Kasus kematian ayam secara mendadak tak selalu disebabkan virus H1N1. Syahirman berharap masyarakat bisa membenahi kebersihan lingkungan terutama kandang dan kawasan kandang. "Kandang yang bersih akan memberi garansi menjauhnya virus tersebut dari unggas masyarakat," imbuhnya. Meski laporan terkait kematian ayam mendadak tak lagi terdengar, namun kepada masyarakat tetap diimbau untuk secepatnya memberi laporan pada instansi terkait jika ada ayam peliharaannya mati secara mendadak.(h/ted)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 639 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


