Selasa, 18 Juni 2013
Klaim Penggantian Masih Diproses PDF Cetak Surel
Senin, 18 April 2011 01:11

"Hingga saat ini, proses pergantian masih berlangsung. Jadi kami belum bisa memas­tikan berapa total ang­garan yang telah tersedot dan berapa sisanya. Tunggulah setelah proses pergantian tuntas," kata Kadis Pertanakhutbun Kota Padang, Syahirman pada Haluan, kemarin.

Pihaknya kata Syahirman tak mau sembrono dalam menjalankan proses pergantian karena, meski anggaran yang disiapkan tercatat sebanyak Rp149 juta, untuk unggas masyarakat  dimusnahkan tim terkait. Disebutkan, proses pergantian dilakukan sangat selektif agar masyarakat yang mengalami kerugian karena ayamnya mati secara men­dadak tak justru menjadi korban dua kali.

Data yang ada pada Dis­pertanakhutbun, ayam yang mati secara mendadak tersebut tersebar di 30 titik di seluruh wilayah Kota Padang kecuali Kecamatan Lubuk Kilangan.

Belum Ada Laporan

Setelah laporan terakhir pada awal Maret lalu, Dis­per­tanakhutbun Kota Pa­dang, sampai saat ini tidak lagi menerima laporan terkait kasus kematian ayam mendadak dari masyarakat. Ini tentu sebuah kabar baik bagi warga untuk tak lagi was-was dengan kasus kematian ayam mendadak yang sempat merebak beberapa waktu lalu. Kasus kematian ayam secara mendadak tak selalu disebabkan virus H1N1. Syahirman berharap masya­rakat bisa membenahi keber­sihan lingkungan terutama kandang dan kawasan kandang.

"Kandang yang bersih akan memberi garansi menjauhnya virus tersebut dari unggas masyarakat," imbuhnya.

Meski laporan terkait ke­matian ayam mendadak tak lagi terdengar, namun kepada masyarakat tetap diimbau untuk secepatnya memberi laporan pada instansi terkait jika ada ayam peliharaannya mati secara mendadak.(h/ted)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy