| Masyarakat Mentawai Optimis Menatap Masa Depan |
|
|
|
| Rabu, 20 April 2011 02:37 | |||
|
Meski semangat masyarakat Mentawai tergolong luar biasa, namun Josafath berharap masyarakat tetap selalu waspada dan mengikuti semua protap yang telah ditetapkan pemerintah. Menurut Josafath, sebagian besar perkampungan di Mentawai saat ini telah memiliki sejumlah titik jalur evakuasi yang diharapkan bisa membantu evakuasi masyarakat ketika gempa berpotensi tsunami terjadi di Mentawai. “Jarak pemukiman warga dengan perbukitan sangat relatif, ada yang 200 meter, 300 meter, 400 meter dan ada juga yang lebih. Kami dari TNI juga telah memberi pencerahan agar masyarakat bisa melakukan evakuasi dengan cepat ketika gempa besar terjadi, sehingga bisa meminimalisir korban jika terjadi bencana,” jelas Josafath. Terkait kondisi Mentawai saat ini, Josafath menuturkan, sebagian besar hunian sementara (huntara) bagi korban gempa dan tsunami tahun 2010 lalu telah selesai dibangun. Hanya saja, ada beberapa huntara di kawasan Sipora bagian selatan yang belum rampung, sekitar 50 persen. Sebagian huntara yang telah selesai dibangun itu juga belum ditempati masyarakat, karena belum mendapatkan lampu hijau dari pihak terkait. Untuk tempat pendidikan, sebagian sekolah dan tempat ibadah yang rusak juga telah diperbaiki, meski ada di antaranya yang belum disentuh bantuan. Hanya saja masyarakat Mentawai saat ini masih membutuhkan tenaga tim medis, karena korban gempa dan tsunami Mentawai tahun 2010 lalu masih terancam penyakit diare. “Dengan kondisi pemukiman dan kehidupan masyarakat yang masih memprihatinkan, tidak tertutup kemungkinan korban gempa dan tsunami itu terancam penyakit diare. Saat ini saja masih ada yang menderita penyakit itu. Mungkin butuh tambahan tim medis dan obat-obatan agar masalah ini cepat berakhir,” ujar Josafath. Saat kunjungan itu, Josafath menyempatkan diri untuk menyerahkan piagam penghargaan Kodim 0319 Mentawai kepada wartawan Haluan Nasrizal, yang dinilai telah membantu dan berpartisipasi dalam kegiatan penanganan bencana gempa bumi dan tsunami 25 Oktober 2010 di Kepulauan Mentawai. Penyerahan piagam penghargaan ini juga disaksikan Pemimpin Perusahaan Irfan Jasri, Pemimpin Redaksi Zul Effendi, Redpel Ismet Fanany MD dan Korlip Syamsu Rizal. (h/wan)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 608 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


PADANG, HALUAN—Meski berada dalam bayang-bayang ancaman besar gempa, namun sebagian besar masyarakat di Kepulauan Mentawai tetap optimis menatap masa depan yang cerah dan terus melakukan rutinitas seperti biasanya. Mereka tetap yakin bisa melalui kemungkinan terburuk yang akan dialami.