Rabu, 19 Juni 2013
Masyarakat Mentawai Optimis Menatap Masa Depan PDF Cetak Surel
Rabu, 20 April 2011 02:37

PADANG, HALUAN—Meski berada dalam bayang-bayang ancaman besar gempa, namun sebagian besar masya­rakat di Kepulauan Mentawai tetap optimis menatap masa depan yang cerah dan terus melakukan rutinitas seperti biasanya. Mereka tetap yakin bisa melalui kemungkinan terburuk yang akan dialami.

“Masyarakat Mentawai lebih me­milih tinggal di kampung mereka sendiri daripada harus mengungsi ke tempat baru yang tidak jelas. Apapun risikonya, mereka sangat optimis bisa menghadapinya,” ujar Dandim 0319 Mentawai Josafath M.R. Duka, saat berkunjung ke Kantor Harian Haluan di Komplek Lanud Jalan Hamka Tabing Padang, Selasa (19/4).

Meski semangat masyarakat Men­tawai tergolong luar biasa, namun Josafath berharap masyarakat tetap selalu waspada dan mengikuti semua protap yang telah ditetapkan peme­rintah. Menurut Josafath, sebagian besar perkampungan di Mentawai saat ini telah memiliki sejumlah titik jalur evakuasi yang diharapkan bisa mem­bantu evakuasi masyarakat ketika gempa berpotensi tsunami terjadi di Mentawai.

“Jarak pemukiman warga dengan perbukitan sangat relatif, ada yang 200 meter, 300 meter, 400 meter dan ada juga yang lebih. Kami dari TNI juga telah memberi pencerahan agar masyarakat bisa melakukan evakuasi dengan cepat ketika gempa besar terjadi, sehingga bisa meminimalisir korban jika terjadi bencana,” jelas Josafath.

Terkait kondisi Mentawai saat ini, Josafath menuturkan, sebagian besar hunian sementara (huntara) bagi korban gempa dan tsunami tahun 2010 lalu telah selesai dibangun. Hanya saja, ada beberapa huntara di kawasan Sipora bagian selatan yang belum rampung, sekitar 50 persen. Sebagian huntara yang telah selesai dibangun itu juga belum ditempati masyarakat, karena belum mendapatkan lampu hijau dari pihak terkait.

Untuk tempat pendidikan, sebagian sekolah dan tempat ibadah yang rusak juga telah diperbaiki, meski ada  di antaranya yang belum disentuh bantuan. Hanya saja masya­rakat Mentawai saat ini masih mem­butuhkan tenaga tim medis, karena korban gempa dan tsunami Mentawai tahun 2010 lalu masih terancam penyakit diare.

“Dengan kondisi pemukiman dan kehidupan masyarakat yang masih memprihatinkan, tidak tertutup kemung­kinan korban gempa dan tsunami itu terancam penyakit diare. Saat ini saja masih ada yang menderita penyakit itu. Mungkin butuh tambahan tim medis dan obat-obatan agar masalah ini cepat berakhir,” ujar Josafath.

Saat kunjungan itu, Josafath me­­nyem­­patkan diri untuk menyerahkan pia­gam penghargaan Kodim 0319 Men­tawai kepada wartawan Haluan Nasrizal, yang dinilai telah membantu dan berpartisipasi dalam kegiatan pena­nganan bencana gempa bumi dan tsu­nami 25 Oktober 2010 di Kepulauan Men­tawai.

Penyerahan piagam peng­har­gaan ini juga disaksikan Pemimpin Per­usahaan Irfan Jasri, Pemimpin Redaksi Zul Effendi, Redpel Ismet Fanany MD dan Korlip Syamsu Rizal. (h/wan)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: