Kamis, 23 Oktober 2014
1.111 Tanda Tangan Buat Mr Syaf PDF Cetak Surel
Senin, 25 April 2011 01:55

“Barang siapa yang masih tidak berkenan untuk mengangkat Pak Syaf sebagai Pahlawan Negara barangkali kita harus curigai mereka antek-antek PKI! Sebab hanya pada masa revolusi orang-orang PKI  yang benar-benar anti PRRI.”

Entah kesal dengan pemerintah yang belum juga menobatkan Syafruddin sebagi pahlawan nasional, atau terlalu semangat dengan nama tokoh Syafruddin Prawiranegara, pernyataan tegas bergelora itu muncul dari  Mochtar, kakek tua berusia  83 tahun dari Padang Pariaman. Dengan semangat yang tinggi tokoh veteran pelaku sejarah PDRI 1948 dan PRRI 1958 dan kini tergabung dalam Angkatan Veteran 45’.

Ucapan Mochtar sontak mem­bu­at seribuan hadirin yang ruah di audi­torium Politani Unand  di Sa­rilamak Payakumbuh, ketika sesi ta­nya jawab Seminar Satu Abad Syafruddin Prawiranegara, Sabtu (23/4).

Mochtar pun dengan bangga dan menitik air mata kala menorehkan tanda-tangannya pada kain putih panjang yang memuat 1.111 lebih tanda tangan sebagai bentuk aksi dukungan untuk pengajuan Syafruddin Prawiranegara sebagai Pahlawan Nasional.

“Kenangan saya pada perjuangan PDRI dan Pak Syaf tidak akan luntur. Namun saya sedih sekali, kenapa pemerintah  belum juga mengakui Pak Syaf sebagi Presiden RI  ke-2 dan sebagai Pahlawan Nasional,” tutur Mochtar dengan napas yang sudah menghela.

Rupanya tekad anak bangsa untuk mengangkat Mr Syafruddin sebagi Pahlawan Nasional bukan saja ada dalam dada veteran perang itu saja. Ratusan mahasiswa dari berbagai per­guruan tinggi di Sumbar, pelajar SLTA dan SLTP se-Payakumbuh dan Lima­puluh Kota pun unjuk rasa menoreh tanda tangan di atas spanduk dukungan.

“Saya sudah baca berbagai litera­tur sejarah tentang PDRI dan PRRI. Sangat yakin saya kalau Mr Syafruddin Prawiranegara memang pantas diakui sebagi Presisden RI ke-2 setelah Bung Karno. Bayangkan kalau PDRI itu tidak ada, mungkin NKRI, negara kita sekarang ini tidak ada,” tutur Novi, mahasiswi jurusan Bahasa Indonesia UNP Padang.

Dukungan untuk kepahlawanan Pak Syaf, dari anak bangsa ini barangkali sudah sangat melimpah. AM Fatwa, Taufiq Kemas, Mestika Zed, Aslim Tajuddin, Fadli Zon dan para  tokoh nasional lainnya sudah menyatakan dukungan. Tak keting­galan dari daerah ini, mulai Guber­nur Irwan Prayitno, Bupati Limapu­luh Kota, Alis Marajo, Walikota Payakumbuh, Joserizal Zain, Ben Yuza, Ferizal Ridwan, Iramadi Irja, dan segenap anak nagari Luhak Limopuluh pada khususnya. Sebab perjuangan PDRI 1948 menapak di luak nan bungsu ini.

Menilik angka 1.111 dukungan tanda tangan yang dikoleksi panitia di spanduk dukungan, ternyata angka tersebut menyimpan ‘Syaf Code’  bagi panitia penyelenggara. Ada apakah dengan angka 1.111?

“Rentetan angka satu tersebut berangkat dari 1911, tahun lahir Syafruddin. Kemudian ia pernah sempat menjadi RI-1, dan  ia  adalah Presiden kedua (II) RI, dan kini kita peringati seabadnya di tahun 2011,” papar Ferizal Ridwan, Sekretaris Panitia Peringatan Seabad Syafruddin yang mengadakan seminar nasional Sabtu lalu.

Boleh juga angka-angka itu. Kalau dihitung hitung jumlah tanda tangan di spanduk tersbut lebih dari 1.111 tanda tangan. Apakah dengan jumlah tersebut, penguasa negara ini mau mengabulkannya? Bagaimana Pak Presiden, kapan Mr Syaf dino­bat­kan sebagai pahlawan? (h/il)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy