Minggu, 21 Desember 2014
Tak Bisa Pisah dari Dunia Seni PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Haluan   
Sabtu, 08 Januari 2011 22:35

ECYLIA DWIMA

Dunia seni, khususnya seni suara di Padang, boleh dibilang sangat akrab dengan wanita yang satu ini. Bagaimana tidak, saat ini ia menjadi salah seorang pengurus inti (sekretaris ) Forkassmi ( Forum Komunikasi Artis dan Seniman Minang ) Kota Padang.

Ecylia Dwima. Demikian nama lengkap gadis berusia 26 tahun ini. Meski sangat muda, namun sejarah hidupnya penuh dengan segudang prestasi, baik di tingkat daerah maupun tingkat nasional.  Mahasiswi Fakultas Hukum Unand BP 2002 ini, pernah menjadi pemenang lomba beberapa festival nyanyi dan tari tahun 1996-2002. Ia juga telah mengeluarkan 15 album lagu Minang, dari tahun 2002 hingaa saat ini. Dua di antaranya album solo dan 13 kompilasi bersama Ajo Andre, Edi Silitonga, Andimon, dan lain-lain.

Karena prestasinya itu, ia kerap mengisi berbagai iven, tidak hanya di Sumatera Barat, tapi juga keliling Indonesia, seperti daerah di Sumatera dan Jawa serta Papua (2006). Ia juga pernah mentas beberapa kali sampai ke negeri tetangga Malaysia. Suaranya yang mendayu-dayu, membuat Ecy – demikian ia biasa disapa—menjadi penyiar TVRI Sumbar dari tahun 2004 hingga Juni 2010. Namun kesibukannya yang segudang, akhirnya membuat dara kelahiran kota Padang ini memutuskan tak melanjutkan lagi aktivitasnya di TVRI.

Kini, ia dipercaya menjadi sekretaris Forkassmi (Forum Komunikasi Artis dan Seniman Minang) Kota Padang. Forkassmi berdiri 23 November 2009, yang diprakasai beberapa musisi minang asal kota Padang. Ketua Pertama, Anroy's dan Ketua saat ini Man Rano, sementara pembinanya adalah Halius Hosen, SH.

“Bentuk kegiatan inti Forkassmi lebih banyak pada kegiatan sosial seperti membesuk rekan artis musisi yg sakit dan mentakziahi yg meninggal, termasuk di dalamnya keluarga musisi tersebut seperti orang tua, suami/istri dan anak,” kata Ecy yang memiliki hobi menyanyi, berorganisasi dan bersosialisasi ini. Saat ini, tambah Ecy, Forkassmi telah berkembang hingga kota Pariaman, Pesisir Selatan bahkan Pekanbaru (Riau). “Pengurus sedang membenahi Ad/ART utk kejelasan hukum Forkassmi agar diakui dan mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk pemerintah,” urainya.

Selain hal-hal rutin di atas, sejak beberapa waktu lalu Forkassmi juga melakukan penggalangan Dana "Forkassmi Peduli Mentawai" , tidak hanya di kota Padang, tapi juga Bukittinggi hingga Pekanbaru Riau dengan cara mengamen. “Saat itu terkumpul bantuan sejumlah kurang lebih Rp30 juta yang disumbangkan dalam bentuk barang kelengkapan rumah tangga dan sekolah,” tambah Ecy yang mengaku tak bisa berpisah dari dunia seni ini.

Kegiatan lainnya, Forkassmi juga mengadakan Bintang Lagu Minang Forkassmi 2010, diikuti ratusan peserta dari Sumatera dan Jawa. “Dari ajang kompetisi tersebut, diharapkan lahir bintang-bintang baru dalam dunia tarik suara Sumbar. Dan Alhamdulillah, kegiatannya berlangsung sukses. Mudah-mudahan Forkassmi bisa berbuat lebih banyak lagi untuk dunia seni Sumbar ke depannya,” harap Ecy.  (h/atviarni)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items: