Kamis, 17 April 2014
Banser Sweeping Aktivis Radikal PDF Cetak Surel
Senin, 02 May 2011 02:03

KLATEN, HALUAN—Gerakan Pemuda (GP) Ansor,  tak tinggal diam menghadapi kehadiran kelompok Islam berbasis radikal. Garda depan kepemudaan Nahdatul Ulama (NU) ini melakukan aksi sweeping 'orang asing' di setiap masjid milik nadliyin yang suka  memprovokasi kerukunan umat.

Aksi sweeping dilakukan oleh Banser (Barisan Serbaguna) NU. ''Mereka kami kerahkan untuk deteksi melakukan sweeping atas kehadiran orang asing di setiap masjid milik NU,'' tutur H Nusron Wahid, Ketua PB Ansor kepada wartawan sebelum me­mimpin Apel Siaga Banser se wilayah Solo Raya dan DI Yogyakarta di Pendopo Pemkab Klaten, Ahad (1/5).

Menurut Nusron,aksi swe­eping dilakukan untuk men­deteksi kehadiran orang asing ke setiap masjid milik nadliyin. Terutama kehadiran orang-orang yang berasal dari kelompok berbasis radikalisme. Seperti, anggota kelompok NII (Negara Islam Indonesia). Mereka ini tidak akan diberi ruang bebas bergerak hadir di masjid-masjid milik jamaah NU.

Tugas Banser NU nantinya, selain mempertanyakan identitas, jatidirinya 'orang asing; tersebut, juga motif kehadirannya di suatu masjid. Bila mereka itu datang hanya akan memperkeruh ke­tentraam kehidupan jamaah, mending diusir saja dari situ. ''Bila tetap nekad, kita laporkan saja ke polisi.

Nusron tak mentolelir ke­hadiran orang-orang yang ber­basis radikalis di lingkungan masjid. ''Betapa tidak, pekerjaan mereka itu hanya mengkafirkan orang lain, memunafikan orang lain. Kita-kita ini saja dianggap kafir dan munafik sama mereka''. GP Ansor tak rela menghadapi kelompok orang yang membuat ketrentraman masyarakat ter­ganggu.

Hasil sweeping selama ini sudah membuahkan hasil. GP Ansor Kabupaten Grobogan, misalnya, sudah menangkap sejumlah orang yang diduga dari kelompok berbasis radikal. Mereka sudah diserahkan ke polisi. Nusron berjanji kalau datanya sudah pasti akan mem­beri informasi.

Di Kabupaten Ngawi juga sudah diperoleh informasi pasti. Di sana, kelompok berbasis radikal itu sampai berani men­cegat, melarang, anggota jamaan NU akan menghadiri tahlilan. ''Gimana ada orang mau mengaji saja dihalangi,'' tambah Nusron. Ia khawatir cara-cara begini akan melahirkan konflik horisontal sesama umat Islam.

Banser NU di daerah lain, juga sudah memberi laporan informasi hasil sweeping. Po­koknya, kelompok berbasis radikal itu musuh bersama warga nadliyin, juga musuh bersama negara Republik Indonesia (RI). Kehadiran mereka ditengah NKRI tidak bisa ditolelir lagi. GP Ansor menyeru jangan sampai kelompok itu diberi ruang bebas untuk bergerak.

Nusron menegaskan, kelom­pok NII adalah musuh bersama bangsa Indonesia. Pokoknya, siapapun yang menentang Pan­casila dan UUD 1945 harus dilawan. ''Kita menganut faham kebhinekaan, keberagaman dengan azas negara sejahtera''.

GP Ansor tetap ber­ko­mitmen atas negara ke­bhine­kaan, keberagaman, dan pem­beran­tasan kemiskinan. Siapapun yang tidak memahami kondisi ter­sebut, sama saja menghambat kemajuan bangsa Indonesia. ''Kemiskinan adalah musuh kita bersama untuk diperangi. Dan, jumlah angka kemiskinan In­donesia masih cukup tinggi,'' tambah Nusron. (d/rep)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: