Senin, 22 Desember 2014
Rapel Gaji Guru Dibayar PDF Cetak Surel
Rabu, 25 May 2011 02:00

SEMPAT TERLAMBAT

PADANG, HALUAN — Pembayaran rapel kenaikan gaji bagi guru di Kota Padang rencananya baru akan dibayarkan pekan ini. Padahal, rapel gaji PNS di instansi Pemko Padang lainnya, telah dibayarkan sejak April lalu. Keterlambatan ini, menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Bambang Sutrisno terjadi karena persoalan mekanisme yang cukup memakan waktu.

"Baru tadi pagi, benda­harawan gaji mengajukan pem­ba­yaran rapel guru kepada Dinas Pengelola Keuangan dan Aset (DPKA)," katanya.

Meskipun pembayarannya terlambat, namun Bambang berharap hal itu tak menjadi sebuah topik yang harus dibe­sar-besarkan. Karena, dalam menyusun besaran rapel, tidak­lah semudah membalik telapak tangan.

Kepada Haluan, selaku orang nomor satu di jajaran Dinas Pendidikan Kota Padang, Bambang merasa kecewa d­engan mencuatnya keterlam­ba­tan pembayaran rapel ter­sebut. Sebab menurutnya, guru juga harus melakukan instro­peksi terkait kinerja mereka.

"Selama ini guru hanya mempersoalkan keter­lam­batan pembayaran rapel gaji mereka. Sementara persoalan menyang­kut kinerja dan disiplin mereka yang masih lemah tak pernah mereka ributkan," katanya.

Bambang Sutrisno me­ngaku, pernah tiga kali terpaksa menggantikan guru mengajar di sekolah berbeda karena guru mata pelajaran bersangkutan belum hadir di sekolah. Meski jadwal mengajar pukul 08.00 WIB, tak jarang guru ber­sangkutan baru datang pukul 09.00 WIB. Namun hal ini tak pernah dipermasalahkan kalangan guru.

"Harusnya, kenaikan gaji dan sertifikasi menjadi pelecut bagi guru untuk meningkatkan kinerjanya dan bukan malah sebaliknya," ujar Bambang tak habis pikir.

Kepada seluruh guru yang ada di Kota Padang, Bambang meminta untuk bersabar sam­pai rapel mereka dibayarkan. Dan sebelum rapel tersebut turun, guru tetap diminta menjalankan tugas mereka sebagaimana biasanya.

Sementara itu di tempat terpisah, kepala DPKA, Corry Saidan menjelaskan, keter­lambatan pembayaran rapel kenaikan gaji guru disebabkan karena usulan dari dinas terkait yang belum sampai.

"Kalau usulan masuk, tentu segera kami proses. Namun kalau usulan tersebut tidak ada, apa yang harus kami lakukan," katanya balik bertanya.(h/ted)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: