Rabu, 23 Juli 2014
Subsidi Dicabut, Minyak Tanah Rp9.750 per Liter PDF Cetak Surel
Rabu, 01 Juni 2011 01:36

TANJUNG PINANG, HALUAN — Pemerintah pusat melalui Pertamina telah mencabut subsidi minyak tanah terhitung sejak awal bulan Mei lalu.

Akibatnya, minyak tanah yang sebelumnya dijual di pangkalan sekitar Rp3.000,- kini menjadi Rp9.750 per liternya. Harga jual minyak tanah non subsidi yang dijual di pangkalan berfluktuasi tergantung distribusi dari pihak Pertamina.

Dari pantauan wartawan koran ini, di pangkalan Jalan Ir H Juanda, minyak tanah dijual mencapai Rp10 ribu per liter. Bahkan dikedai-kedai tertentu, harga  minyak tanah yang dijual bisa mencapai Rp10 ribu sampai  Rp12 ribu  per liter.

Kepala Bagian Perekonomian dan Administasi Setdako Tanjung Pinang Marzul Hendri belum lama ini mengatakan, pencabutan minyak tanah bersubsidi merupakan kebijakan dari Pertamina.

"Kita tidak bisa berbuat banyak, karena subsidi ini berasal dari Pertamina yang telah menggantinya dengan program konversi ke gas elpiji yang lebih murah dari minyak tanah," ujar Marzul.

Sementara itu, Koordinator PT POS wilayah Tanjung Pinang Bintan, Robert, selaku pihak yang men­distribusikan tabung gas mengatakan, tabung gas beserta asesorisnya yang sudah didistribusikan di Kota Tanjung Pinang sebanyak 6.269 unit, sedangkan Kabupaten Bintan 6.580 unit.

"Dari data yang kita terima, untuk Tanjung Pinang ada penambahan 5.000 KK lagi warga yang mengajukan tabung gas dan di Bintan sekitar 800 KK. Namun kedua daerah ini akan  kita verifikasi lebih lanjut," papar Robert.

Setelah dilakukan verifikasi, maka pihaknya akan segera mendisitribusikan tabung gas beserta asesorisnya secara bersamaan, baik di Tanjung Pinang dan juga di Bintan.

"Jika data yang kita verifikasi ini selesai dan selanjutnya di entry, maka kemungkinan minggu kedua dan ketiga tabung gas sudah bisa disitribusikan kepada warga," imbuh Robert. (h/eza)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy