Kamis, 28 Agustus 2014
Kekeringan Di Afrika, 12 Juta Jiwa Terancam Kelaparan PDF Cetak Surel
Kamis, 21 Juli 2011 03:24

ROMA, HALUAN—Dua belas juta orang di wi­layah Tanduk Afrika yang dilanda kekeringan membutuhkan bantuan mendesak. Bila bantuan tidak segera, mereka berpontesi mengalami kelaparan.

FAO, Organisasi di bawah Pe­rserikatan Bangsa-Bangsa,  mengajukan permohonan dana 120 juta dolar untuk membantu para petani yang menderita.  “Sekitar 12 juta orang di Tanduk Afrika kini membutuhkan ban­tuan darurat,” kata pejabat  FAO dalam satu pernyataan Rabu, dan menambahkan bahwa ratusan orang tewas setiap hari akibat krisis itu,

FAO mengajukan per­mo­honan bagi bantuan senilai 120 juta dolar untuk menghadapi dampak akibat kekeringan di Tanduk Afrika untuk mem­berikan bantuan darurat per­tanian, termasuk di bagian-bagian Ethiopia, Kenya, Somalia dan Uganda, kata organisasi yang berpusat di Roma itu.

Direktur FAO, Jacques Diouf, yang akan mengunjungi Kenya untuk melihat langsung krisis itu bersama dengan Menteri Per­tanian Prancis Bruno Lema­i­re, mengatakan, “Ratusan orang meninggal setiap hari dan jika kita tidak bertindak sekarang maka akan lebih banyak lagi yang tewas.” “Kita harus men­cegah tragedi kemanusian dalam skala luas. Dan banyak bantuan pangan diperlukan sekarang, kita juga harus meningkatkan investasi segera dan berkesinambungan serta intervensi jangka menengah yang membantu para petani,” katanya.

PBB sebelumnya Rabu me­ngata­kan dua daerah Somalia selatan yang dikuasai gerilyawan kini dilanda kelaparan dan memperingatkan ini akan meluas jika tidak segera ada tindakan.

FAO mengatakan pihaknya mem­butuhkan 70 juta juta dolar untuk Somalia saja dan sisanya untuk Ethiopia, Kenya, Djibouti dan Uganda. “Akibat konflik dan ketakamanan, akses yang terbatas bagi organisasi-organisasi ke­manusiaan, ditambah panen yang gagal dan kekurangan bantuan pangan telah membahayakan seluruh peduduk di Somalia selatan,” kata FAO.

FAO mengatakan pihaknya akan menjadi tuan rumah pe­­run­­dingan menyangkut ban­tuan darurat di Roma Senin untuk mengatasi krisis yang meningkat di Tanduk Afrika itu dan memo­blisasi dukungan inter­nasional. (ap/ant)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy