Sabtu, 26 Juli 2014
Awasi Sekolah Penjual Buku! PDF Cetak Surel
Jumat, 22 Juli 2011 02:16

PADANG, HALUAN — Komisi IV DPRD Kota Padang meminta Dinas Pendidikan untuk melakukan pengawasan terhadap sekolah-sekolah, yang menjual buku kepada wali murid.

"Dengan adanya pengawasan da­­ri Dinas Pendidikan, maka pi­hak sekolah tidak bisa me­mak­­sa­­kan wa­li murid untuk membeli bu­­ku di sekolah," kata anggota ko­mi­si IV DPRD Kota Padang Zahar­man kepada Haluan, Kamis (21/7).

Bahkan, jika perlu pihak sekolah membebaskan wali mu­­­rid­nya untuk membeli buku dimana saja. Dan, yang lebih baik dilakukan pihak sekolah adalah bagaimana sekolah mencarikan buku warisan dari murid sebe­lum­nya untuk dipakai murid baru.

Menurutnya, penjualan buku disekolah ada dampak positif dan negatifnya. Seperti, dampak positifnya jika harga murah dari harga di luar sekolah tidak apa-apa. Tapi, jika harganya lebih mahal dari harga diluar sekolah maka sangat memberatkan wali murid.

"Terkadang dari kejadian selama ini, harga buku yang dijual disekolah lebih mahal dibandingkan yang diluar seko­lah. Karena, pihak sekolah pun me­nerima keuntungan dari pen­jualan buku tersebut," kata­nya.

Untuk menghindari hal-hal yang membebankan wali murid terhadap penjualan buku, maka seluruh pihak harus melakukan pengawasan terhadap penjualan buku di sekolah. Tidak mungkin rasanya, para siswa tersebut belajar tanpa buku. Jika ingin menciptakan lulusan pendidikan yang berkarakter dan berkualitas maka siswa tersebut wajib punya buku. Jadi, tidak hanya sekedar lulus saja. Kalau pendidikan hanya mengandalkan pemerintah sangat tidak mungkin, jadi harus didu­kung berbagai pihak, terma­suk untuk mendapatkan buku murah atau gratis.

Sementara itu anggota komisi IV DPRD Kota Padang Pun Ardi mengatakan hal yang sama, kalau penjualan buku di sekolah harganya lebih mahal, lebih baik tidak usah dijual kepada wali murid karena sangat memberat­kan. "Apalagi, harga buku saat ini sangat mahal. Bagaimana, dengan nasib siswa yang tidak mampu," katanya. Jangan karena alasan buku mahal, siswa tersebut tidak bisa melanjutkan sekolah­nya. Bahkan, jika perlu Dinas Pendidikan menindak tegas terhadap sekolah yang menjual buku kepada wali murid dengan harga yang ma­hal.(h/ade)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: