Kamis, 23 May 2013
Sakit Gigi Bisa Picu Penyakit Kronis PDF Cetak Surel
Rabu, 27 Juli 2011 01:35

Jangan pernah mere­mehkan sakit gigi.  Jusuf Kalla, bahkan   mengaku sangat peduli terhadap kesehatan gigi dan mu­lut. Katanya, sakit gigi itu termasuk penyakit yang sulit ditunda dan bikin pusing kepala.

“Penyakit gigi itu susah ditunda. Sebagai wapres, biasanya dokter menghadap ke saya, cuma dokter gigi yang saya mesti datangi,” kata Jusuf Kalla setengah berkelakar saat mem­buka Kongres Perhim­punan Dokter Gigi (PD­GI) ke-23 di Istana Wapres, Jakarta, belum lama ini.

Ah, bila demikian adanya, penyanyi dangdut Meggi Z tampaknya belum pernah terkena sakit gigi. Jika pernah, ia tidak akan pernah berujar dalam lagunya yang hits itu, bahwa lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Karena faktanya, sakit gigi itu lebih memilukan ketimbang sakit hati.

Yang lebih parah, sakit gigi juga memicu penyakit lain seperti sakit kepala, nyeri mata, jantung, stroke, diabetes dan kelahiran prematur. Jadi, jangan anggap sepele lagi gigi berlubang!

Ketua Umum PDGI, drg Emir M Muis, ada banyak penyakit yang berawal dari mulut dan gigi. “Menjaga kesehatan mulut berarti juga menjaga kesehatan seluruh badan, karena mulut adalah pintu masuk segala macam benda asing ke dalam tubuh,” kata Emir menegaskan.

Ia menjelaskan, masalah utama yang menyebabkan sakit gigi umumnya adalah lubang pada gigi. Bila tidak sering dibersihkan, gigi yang berlu­bang itu sangat mudah dima­suki kuman dan bakteri. Yang menakutkan, kuman yang bersarang pada gigi berlubang itu bisa menembus ke pem­buluh darah, dan akhirnya mengumpul di jantung.

Selain itu, sejumlah peneli­tian menunjukkan, bakteri yang terikut aliran darah bisa mem­produksi sejenis enzim yang mempercepat proses penge­rasan dinding pembuluh darah, sehingga pembuluh darah menjadi tidak elastis (ateros­klerosis).

“Bakteri juga bisa menem­pel pada lapisan lemak di pembuluh darah. Akibatnya, plak yang terbentuk menjadi makin tebal. Semua kondisi ini menghambat aliran darah ke jantung. Hal ini berarti penyaluran sumber makanan dan oksigen ke jantung juga tersendat. Jika berlangsung terus, jantung tak akan mampu berfungsi secara baik. Maka terjadilah penyakit jantung yang ditakutkan banyak orang,” ujarnya.

Hubungan bakteri dalam mulut dengan penyakit kardio­vaskular akhir-akhir ini banyak diteliti, terutama berkaitan dengan bakteri endokarditis dan penyakit jantung koroner. Berdasarkan sebuah penelitian, ternyata dari sejumlah kasus penyakit jantung, sebanyak 54 persen pasien memiliki riwayat penyakit periodontal.

“Penemuan ini sangat men­ce­ngangkan karena jarang sekali penyakit gigi diperkira­kan sebagai penyebab penyakit jantung. Namun, hasil dari berbagai penelitian masih dianggap belum memuaskan karena belum bisa menje­laskan secara jelas bagaimana ini bisa terjadi,” tuturnya.

Ditambahkan, kom­plikasi yang relatif banyak terjadi akibat infeksi gigi adalah gangguan mata. Mata jadi cepat lelah dan terasa nyeri, khu­susnya pada bagian atas kelopak mata. Hal itu terjadi karena gigi dan mata memi­liki induk syaraf yang sama.

Dalam kasus tertentu, seseo­rang juga bisa mengalami sakit kepala. Hal itu terjadi bila ada kelainan pada struktur rongga gigi. Kondisi ini sangat mung­kin terjadi karena sistem pengunyahan terdiri atas empat komponen, yaitu gigi dan jaringan penyangga, tulang rahang, otot-otot dan sendi rahang.

“Semua komponen tersebut saling berkaitan dan saling mempengaruhi. Jika salah satu gigi dicabut dan tidak segera diganti, maka gigi lawannya tidak berpasangan. Kondisi seperti ini mengganggu proses pengunyahan.

Makan jadi tidak enak, dan pengunyahan men­jadi tidak sempurna. Akibatnya orang yang sudah lama hanya mengunyah dengan satu sisi rahang saja akan mengalami keluhan sakit di bagian bela­kang kepala,” ujarnya.

Tentang penyakit diabetes, Emir menjelaskan, pada keru­sakan gigi yang parah, bakteri dapat masuk ke aliran darah dan mengganggu sistem keke­balan tubuh.

Sel sistem kekebalan tubuh yang rusak melepaskan sejenis protein yang disebut cytokines. Unsur itu menyebabkan kerusakan sel pankreas penghasil insulin, hormon yang memicu diabetes.

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: