Warning: substr() expects parameter 3 to be long, string given in /home/harianha/public_html/components/com_jomcomment/views.jomcomment.php on line 264
| MENELUSURI TAMAN KASANG KULIM |
|
|
|
| Ditulis oleh Teguh |
| Minggu, 31 Juli 2011 00:20 |
|
Setengah jam waktu yang dibutuhkan dalam perjalanan dari pusat Kota Pekan baru menuju Taman Wisata dan Margasatwa Kasang Kulim, Pekanbaru, Riau. Anda akan diajak menembus Jalan Kaharuddin Nst. Sesampai di persimpangan kawasan Pasir Putih saya terus menyusuri jalan yang lurus. Di Simpang Kubang Raya, saya berbelok ke kanan. Dan saya telah meninggalkan Kota Pekanbaru dan semakin dekat menuju Kebun Binatang Kasang Kulim. Ya, tentu saja kebun binatang itu berada di kawasan Kasang Kulim.Saya disambut gerbang dengan replika patung gajah dan relief-relief di salah satu dinding, menggambarkan seorang gadis yang melepaskan berbagai jenis satwa semisal gajah, harimau, singa, rusa, jerapah, orangutan, kanguru dan jenis unggas menuju kapal keberangkatan. Di relief berikutnya, sebuah taman satwa menunggu kapal tersebut berlabuh. Dengan harga tiket Rp13 ribu (dewasa) dan Rp6 ribu (anak-anak), bakal disuguhkan pemandangan yang misterius. Di jalan setapak, saya belum menemukan apa-apa. Tetapi, setelah saya menyusuri jalan menembus goa pendek, berbagai satwa mengawasi langkah kaki saya. Terdengar suara dendang lagu Minang merangsek dari kantin Nila bersama semilir angin. Nila tampak terkantuk-kantuk dengan bertumpu pada tangannya. Satwa Mengawasi Beberapa ekor kelelawar menatap saya dalam keadaan terbalik. Matanya hitam menyala. Juga beberapa ekor siamang yang tersudut karena pengunjung usil. Seekor macam akar berteduh di kandang sempit sambil mengawasi gerik pengunjung. Dia memastikan tak seorang pun mengusiknya. Saya menyeberangi jembatan kayu yang berderik, membelah danau buatan jadi dua. Beberapa ekor rusa bawean (axis cuhli) bertumpuk dalam kediamannya. Beberapa meter dari sana, dua ekor buaya air tawar irian (crocodylus novaeguineae) tampak tenang di dalam kolam. Seolah tak ada tanda-tanda kehidupan di kandangnya. Di sebelahnya, seekor singa siap menerkam siapa saja yang sangat dekat dengannya. Mau lihat yang imut-imut? Melangkahlah terus ke depan. Seekor iguana yang gemar memakan serangga kecil berenang di kolam dangkal. Di seberangnya, seekor kakaktua berbulu putih dan sedikit kuning bertengger memandangi danau. Untuk melengkapi liburan anak-anak, tersedia kolam renang, bianglala dan berbagai jenis perosotan dan ayunan. Berkeliling kebun binatang dengan kuda tak ada salahnya juga. Anda akan dapat menyaksikan elang bondol (haliastur indus) mengawasi dari ketinggian. Dua kakinya dengan kokoh mencengkeram batang yang rebah. Basri, penjual es krim roti telah lama mengais rezeki di kebun binatang tersebut. Dia dengan santai melenggang di antara binatang buas dan satwa liar yang terkurung di dalam kandang. “Kalau sudah sore saya berjualan di pasar kaget,” tutur lelaki asal Pariaman ini. Tak jauh, tampak seekor orangutan (pongo pygmaeus) berukuran raksasa sedang dimandikan oleh salah seorang pekerja. Dia tampak senang sekali. Di ujung kebun binatang, dua kandang memuat beberapa ekor beruang madu (helarctos melayanus). Beberapa di antaranya sedang sibuk berguling-guling, yang lainnya tidur dengan pasrah. Juga beberapa unggas lainnya, seperti enggang rangkung (buceros), kasuari dan ayam mutiara (gallus sonneratii) yang mondar mandir dengan cepat. Menyergap apa saja yang mendekat ke mulut kandang. “Kalau gajah masih kita lepas di hutan belakang kebun ini. Kalau hari Sabtu dan Minggu, barulah kita perlihatkan,” tutur Agus, pawang orangutan. Kasih Sayang Sebut saja Tina (22 Kg), seekor orangutan yang mengajarkan kita tentang cinta kasih. Tina gemar sekali berguling-guling di taman. Dia dilepaskan Agus begitu saja, tetapi tetap dalam pengawasan. Jika Anda mengulurkan tangan ke hadapan Tina, maka dia akan meraih tangan itu dan mengajak Anda berkeliling taman. Apapun makanan yang diberikan akan dia sambar dengan tulus. Tapi jangan beri Tina kacang. Dia akan sakit perut karenanya. Memang, bau tubuh Tina persis seperti bau manusia yang tidak mandi selama seminggu. “Ya meskipun Tina dimandikan tiga kali sehari, bau badannya tetap begitu juga,” ungkap Agus. Beberapa saat kemudian, seorang ibu mengulurkan tangannya. Hap! Tina meraih tangan itu. Ibu mengajak Tina berbelanja es krim. Tentu saja Tina senang dan meraih es krim dengan segera. Setelah itu, Tina berguling lagi dan lagi. Lalu, sejurus kemudian, dai memeluk tubuhnya sendiri. “Kalau siang Tina kita lepaskan, sore kita masukkan dia ke kandangnya lagi.” Terus Direnovasi Berdiri sejak tahun 1991, Kebun Binatang Kasang Kulim terus direnovasi oleh pengelolanya, Desprianto. Saat ditemui Haluan, Rabu (6/7), Desprianto sedang khusyuk membersihkan dan merenovasi kandang ular sanca. Beberapa pekerja lain juga membantunya. Tampak sejauh mata memandang, tumpukan batu bata merah siap untuk membendung pagar pembatas yang akan segera direalisasikan menjelang lebaran tahun ini. Kebun Binatang Kasang Kulim merupakan satu-satunya kebun binatang di Pekanbaru. Secara turun temurun, Desprianto mewarisi hobi orangtuanya yang mencintai binatang. Dari situ, Desprianto belajar mencintai binatang dengan tulus ikhlas. Di tanah seluas 14 hektare, ada sekitar 20 jenis binatang yang dirawat di sana. Mulai dari siamang, macam akar, ular sanca, buaya, beruang madu, gajah, rusa, landak, kuda, singa, kuda nil, sampai pelbagai jenis unggas. Meskipun dalam tahap renovasi, Desprianto berharap pemerintah dapat memberikan perhatian dan pembinaan terhadap kebun binatang yang dikelolanya. Di luar jenis binatang yang merupakan warisan orangtua dan sumbangan masyarakat, Kebun Binatang Kasang Kulim juga tergabung dalam Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) dan di bawah naungan BKSDA, sehingga Desprianto mendapat bantuan binatang dengan sistem barter. Pada Sabtu dan Minggu, dokter dari Dinas Peternakan datang mengecek kondisi binatang di Kebun Binatang Kasang Kulim. Cuaca buruk dan kelalaian petugas menjadi penentu kehidupan satwa yang ada di dalamnya. “Kami memberikan makan yang teratur,” ungkap Desprianto. *** LAPORAN: DELVI YANDRA
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 772 Comments (1)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|

BERANDA
BERITA HARIAN
ARTIKEL
MINGGUAN
ARSIP
E-PAPER
TENTANG KAMI


TINA AJARKAN KASIH SAYANG
