Jumat, 24 Oktober 2014
Itik Belibis di Ambang Punah PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Haluan   
Kamis, 20 Januari 2011 01:56

PAINAN,HALUAN-Belibis, jenis itik liar, kini sudah mulai langka di Pesisir Selatan. Bahkan sejak akhir 2009 lalu, itik liar yang sebelumnya ba­nyak ditemukan di Pesisir Selatan mulai berkurang populasinya. Ti­dak hanya lang­ka, tapi barang kali sudah di am­bang punah.

Itik belibis (bahasa Inggris: Lesser Whistling Duck atau Indian Whistling Duck) ialah sejenis itik bersiul kecil yang banyak terdapat di Asia. Burung ini membiak di India dan Asia Tenggara. Burung ini tidak banyak berhijrah, kecuali yang di China yang diketahui menghabiskan musim sejuk lebih jauh di selatan. Nama saintifiknya ialah Dendrocygna javanica.

Itik belibis mempunyai kepala, paruh, dan kaki yang panjang. Warna paruhnya kelabu, manakala kepala, leher, dan bahagian bawahnya kuning pucat, dengan warna jambul yang lebih tua. Sayap dan bahagian belakangnya kelabu tua, dengan tompok-tompok perang berangan pada sayap dan ekornya. Bulunya serupa.

Itik belibis adalah spesies yang berkelompok. Ia bersarang di lubang pokok serta sarang lama burung yang lain, atau di pelantar ranting dekat tanah, dan mengeluarkan sebanyak 6-12 biji telur. Habitatnya tasik air tawar yang mempunyai banyak tumbuhan. Itik ini makan biji dan tumbuh-tumbuhan yang lain.

Belibis, di era 80 hingga akhir 90-an, sering menyatu dengan ekosistem sawah di Pesisir Selatan. Jumlahnya spesies ini sangat banyak dan hidup dalam kelompok kelompoknya.

Dulu, ia tersebar hampir merata di Pesisir Selatan. Belibis lebih senang hidup di kawasan persawahan yang ada rawanya. Hidup dan berkembang di kawasan seperti itu, membuat belibis mudah diketahui orang banyak.

Saat belibis masih masih banyak di daerah ini, tiap senja masyarakat di kampung kampung akan melihat hewan ini terbang berkelompok, dan menjadi pemandangan yang lumrah. Suaranya agak melengking, dan berbeda dengan itik piaraan.

Setiap kali panen, biasanya ada saja itik belibis yang ditemukan dalam proses rontok bulu. Pada saat populasinya masih banyak, petani disawah kadang sulit membedakan anak itik piaraan dengan anak itik belibis. Kemudian, untuk sekedar kebutuhan protein  keluarga, warga tidak terlalu sulit mendapatkannya.

Itu dulu. Namun semenjak terja­dinya penangkapan belibis dengan berbagai cara, misalnya diburu, di pikat, populasi hewan ini mulai mengalami penyusutan. Kegiatan penangkapan belibis berlangsung pada awal tahun 1990 hingga peng­hujung 90-an.

Belibis hasil tangkapan kemudian dijual keberbagai rumah makan, selain itu adapula yang dijual keluar daerah. Menangkap belibis tidak terlalu sulit, hanya dengan bermo­dalkan pengeras suara dan rekaman suara belibis, maka itik liar akan terpikat. Demikian berlangsung selama bertahun tahun, hingga akhirnya belibis jarang ditemukan.

Persoalan lain adalah, sawah berair tempat habitat belibis hidup perlahan berkurang. Bahkan sejumlah rawapun berubah fungsi. Rawa menjadi kering, kawanan belibispun bermigrasi ketempat lain. (haridman kambang)

Comments (1)Add Comment
0
D-3
written by string, Januari 13, 2013
jam berapa mas kalau mau memikatnya ?

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items: