Selasa, 02 September 2014
PAUD/TK BERPERAN MEMBANGUN KARAKTER BANGSA PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Haluan   
Minggu, 25 September 2011 00:00

Karakter generasi muda akan menentukan karakter suatu bangsa.

Makanya pembangunan karakter di usia dini, menjadi aspek penting dalam pendi­dikan. Terutama dalam penye­lenggaraan pendidikan di usia dini, seperti di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK).

Kenapa pembangunan ka­rak­ter itu penting, menurut anggota Komisi IV DPRD Sumbar Suwirpen Suib, karena  karaker itu nantinya akan mempengaruhi pada perkem­bangan sosial anak dan pada dewasa nanti berdampak pada ekonominya.

“Jika seorang anak punya karakter yang baik, dengan sendirinya berdampak kualitas masyarakat. Bagi Sumbar, pembangunan karakter yang mesti dibangun itu tetap berpegangan pada nilai agama dan budaya,” katanya.

Dalam visi Sumbar ke depan, juga sudah jelas seperti apa generasi muda itu dibangun karakternya. Dimama secara implisit, visinya itu menjadikan Sumbar sebagai daerah terke­muka dengan berbasiskan sumber daya mnusia yang agamais. “Sendinya itu Adat Basandi Syara’ -Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Itu sudah dimulai dengan membuat peraturan daerah, seperti perda pendidikan Alquran, dan regu­lasi pendukung lainnya,” ujar­nya.

Untuk perkembangan ka­rak­te secara sosial, ABS-SBK menjadi dasar pijakannya. Sedangkan dari aspek perkem­bangan ekonomi nantinya, karakter yang dibangun berda­sarkan ABS-SBK punya kepri­badian yang kuat. Seperti punya kemauan berusaha, pantang menyerah, selalu berkreatifitas, membangun relasi sebanyak­nya, dan membangun modal sosial ekonomi lainnya.

“Dalam persaingan global, karakter itu sangat dibutuhkan. Makanya kami bersyukur juga, karena saat ini sudah banyak bermunculan lembaga pendi­dikan usia dini, yang mene­kankan pendidikan karakter. Tentunya karakter yang sesuai dengan nilai agama dan budaya Minang,” tuturnya.

Begitu juga dikatakan oleh Ketua Fhatayat NU Sumbar Sitti Izzati Aziz. Menurutnya membangun karakter, tidak dapat dilakukan secara instan. Namun harus melalui proses panjang, dalam proses itu seorang anak diisi dan ditempa dengan nilai-nilai positif.

“Apakah itu nilai agama, nilai budaya, nilai sosial, termasuk nilai ekonomi. Soal nilai ekonomi itu, tentunya mengajari anak untuk mau terus berusaha,” katanya.

Dari berbagai program. pemerintah katanya telah berupaya mendorong terba­ngunnya generasi muda itu. Tujuannya itu memang tewu­jud­nya generasi yang kuat dan menjadi kekuatan bangsa di hari depan. “Jika generasi muda sudah lemah dan loyo, bangsa juga menjadi lemah. Makanya segala macam penyakit yang dapat merusak generasi muda, harus diberantas dan dihi­langkan. Seperti Narkoba itu,” katanya.

Ia mengharapkan, agar pembangunan karakter anak di usia dini, lebih ditingkatkan dan perlu juga dorongan dari anggaran. “Dari aspek keter­sediaan anggaran pendidikan dini itu, juga harus diper­hatikan,” sebutnya. (h/rud)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy