Minggu, 28 Desember 2014
Warga Terkepung, Buaya Mengancam PDF Cetak Surel
Senin, 07 November 2011 02:59

1.000 RUMAH TERENDAM DI PASAMAN BARAT

PASAMAN BARAT, HALUAN ––Tidak hanya Pesisir Selatan yang meratap karena banjir, wilayah Pasaman Barat juga mengalami hal serupa meskipun tidak sampai mengalami putus jalan karena banjir bandang.

Tapi setidaknya sampai perayaan Idul Adha kemarin, 1.000 rumah masih terendam air di Kecamatan Sasak, Kinali, dan Kecamatan Pasaman.  Masyarakat di kawasan itu kesulitan bahan pangan. Bahkan mereka juga terancam oleh buaya.

Bupati Baharuddin Raaban langsung  mengintruksikan kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Pasbar Asgiarman untuk mengirim bantuan, beras, tenda, maupun perahu karet serta tim penyelamat ke daerah yang dilanda banjir.

Di Sasak dilaporkan pasokan beras warga hingga Minggu (6/11) telah menipis. Karena warga tak bisa menjemur padi, karena hujan terus mengguyur. Pihak BPBD, berkoor­dinasi dengan Dinas Sosial untuk segera mengirim beras ke Sasak. Sedangkan PMI Pasbar sejak Sabtu (5/11) lalu, telah mengirim ikan kaleng ke rumah warga yang dilanda musibah.

Di Sasak, sejak sepekan terakhir tim BPBD telah menyediakan perahu karet untuk mengevakuasi ratusan warga yang mengungsi ke rumah sanak saudaranya. Perahu karet pemerintah memang dirasakan masih kurang.  Namun Bupati Baharuddin kemarin berjanji kepada BPBD akan menambah pengadaan perahu karet untuk menyelamatan warga. Karena, Kabupaten Pasbar memang rawan bencana, terutama banjir dan longsor. Warga disuruh  untuk selalu siaga, dan waspada untuk berpergian.

Dilaporkan di Dusun Bayua Kabuang, Jorong Ampek Koto Kecamatan Kinali delapan kepala keluarga (KK) dievakuasi tim BPBD  keluar dari rumahnya, karena terperangkap banjir. Sedang­kan untuk keluar rumah mereka takut dengan buaya yang telah memangsa ternak mereka.

Warga yang mengungsi pada tiga kecamatan itu, membawa harta benda, ternak dan bahan pangan untuk persiapan tinggal di rumah sanak saudaranya, atau pengungsian  mencari posisi aman.

Menurut Asgiarman, total rumah yang terendam luapan air di bebera­pa jorong di Sasak mencapai 900-an rumah tersebut rinciannya adalah, di jorong Pondok 322 rumah, jorong Rantau Panjang 250 rumah, jorong Pasa Lamo 66 rumah, dan jorong Maligi 200 rumah. Jumlah itu, belum semuanya terdata.  Namun dilaporkan tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian harta benda dilapor­kan ratusan juta.

“Sebagian warga juga telah kita kita evakuasi ke rumah saudaranya dengan menggunakan perahu karet,” terang Asgiarman. Dilaporkan tidak ada korban, namum masyarakat masih was-was, jika terus hujan mengguyur Pasbar tidak tertutup akan tiba banjir susulan.

BBPD Pasbar menghimbau warga agar selalu waspada jika hujan berlan­jut. Silakan mencari tempat yang aman atau mengungsi jika air terus naik, sebelum tim BPBD bersama tim SAR memberikan pertolongan.

Di  Jorong Ampek Koto Kinali air setinggi dada orang dewasa. Sehingga   warga tinggal di areal perkebunan sawit PT PMJ dimaksud dihimbau untuk mengungsi.

Sejak, Sabtu (5/11) evakuasi warga yang dipimpin langsung oleh Kepala BPBD Asgiarman,  Camat Kinali, Ayup Pramudia, Kapolsek Kinali, AKP Asnomi Nanda, Walina­gari Kinali Muharsal Indra langsung turun dengan perahu karet.

Delapan KK berhasil disela­matkan ke lokasi yang lebih aman dari jangkauan banjir dan ancaman buaya.  “Ada delapan KK warga yang teperangkap banjir. Mereka umumnya tinggal di dalam kebun sawit, mereka takut berenang, khawatir ada buaya. Sebab, sudah ada khabar ternak warga yang dimakan buaya,” ujar Walinagari Kinali, Muharsal Indra menjawab Haluan kemarin di Kinali di lokasi banjir.

Di Jorong Ampek Koto Kinali itu, ada sekitar 60 KK yang tinggal, yang daerahnya langganan banjir. Kalau hujan sudah melebihi sepekan, maka isi rumah warga sudah dinaik­kan ke atas atap, mulai dari kasur, tikar dan alat dapur dioper ke atas atap atau tempat yang lebih tinggi.

Menurut masyarakat setempat,  daerah itu termasuk banyaknya habitat buaya yang mencapai ratusan ekor.

Kalau tidak dievakuasi, kata Asgiarman, masyarakat akan keku­rangan bahan pangan, karena takut keluar dari rumahnnya,  dengan buaya. “Yang jelas sekarang kita evakuasi dulu, silakan menginap di rumah saudaranya dulu, menjelang hujan reda,” kata Asgiarman.

Hingga Minggu sore kemarin, berita ini ditulis hujan masih mengguyur Pasaman Barat, dan warga masih berjaga-jaga dan bersiap-siap untuk mengungsi  ke rumah sanak saudaranya. (h/nir)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy