|
Sabtu, 31 Desember 2011 03:55 |
|
We are born in innocence…………….Corruption comes later, kita lahir tanpa dosa - kata Laura Z. Hobson dalam Gentlement’s Agreement 1946 – korupsi datang kemudian.
Sepanjang tahun 2011 beberapa orang bupati, seorang walikota, seorang wakil bupati, seorang direktur utama BUMD dan beberapa anggota legislatif di Sumatera Barat akan dan telah diseret ke meja hijau atas tuduhan korupsi dengan berbagai modus. Perkara korupsi Umar Wakil Bupati Agam merupakan kasus pertama di Pengadilan Tipikor Padang dan sejak itu langsung ngebut memeriksa perkara korupsi.
|
|
Jumat, 30 Desember 2011 03:43 |
Tren mundur beberapa tokoh publik, terutama pejabat eksekutif, akhir-akhir ini tak pelak mengundang debat bahkan kontroversi. Dimulai dari dikabulkannya permohonan mundur dari (bekas) wakil bupati Garut, Dicky Chandra beberapa waktu lalu, kemudian disusul oleh pernyataan resmi baru-baru ini oleh wakil gubernur DKI. Jakarta, Prijanto yang juga menyatakan mundur dari jabatannya yang (hanya) tinggal 10 bulan dari sekarang. Tak sampai setahun lalu wakil walikota Surabaya pun pernah berniat mundur, meskipun urung. Fenomena ini bermuara kepada kesimpulan (sementara) bahwa mereka yang mundur ini disebabkan oleh pecahnya kongsi mereka dengan pasangan masing-masing.
|
|
Kamis, 29 Desember 2011 03:20 |
Wabah korupsi di Indonesia pasti bukan sebuah takdir, kecuali kita gagal menumpasnya. Namun kegagalan itu sesungguhnya bukan kegagalan total bangsa, karena toh merupakan keberhasilan sebagian warga bangsa yang pencinta korupsi untuk mempertahankan korupsi sebagai mata pencahariannya. Korupsi adalah setan penggota yang menghalalkan segala yang haram, demi membangun sebuah dunia tanpa moral, tanpa kasih sayang dan tanpa masa depan. Kecuali sebuah kehancuran.
|
|
Rabu, 28 Desember 2011 03:46 |
Sepuluh tahun merdeka, di era 50an, Republik banyak mendapat reaksi ketidakpuasan dari daerah, yang berujung pergolakan daerah. Ketidakpuasan dipicu oleh ekses sentralisme pemerintahan yang berdampak adanya perasaan ketimpangan redistribusi pendapatan ke daerah-daerah. Jawa dibangun lebih dulu, daerah merasa dikebelakangkan. Diakui, dengan serba keterbatasan infrastruktur waktu itu, dimana banyak yang harus dibenahi, dapat diterima bahwa ada ketidakpuasan itu.
|
|
Selasa, 27 Desember 2011 03:23 |
IJAZAH atau katakanlah predikat (ke)sarjana(an) dicapai melalui jalan panjang berliku penuh tantangan dan, karenanya dibutuhkan perjuangan serta pengorbanan yang tidak tanggung-tanggung. Cobalah bayangkan! Berapa lama orang harus pergi-pulang sekolah dan kuliah. Berapa banyak biaya yang terkucur. Dan berapa pula besar tenaga lahir-batin yang terkuras untuk menyelesaikan tugas-tugas di masa pendidikan.
|
|
Senin, 26 Desember 2011 02:59 |
SERTA merta Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2011, Jakarta, melalui beberapa kepala sekolah, guru, pengurus komite sekolah, anggota dewan pendidikan, pengawas pendidikan, tokoh masyarakat, menyelenggarakan penelitian di SMA 1 Kota Padang, Rabu, 21 Desember. Semua informan 25 orang.
|
|
Sabtu, 24 Desember 2011 04:03 |
Tak terasa pada 22 Desember 2011 kemarin, Kota Bukittinggi memperingati Hari Jadi Kota (HJK) yang ke-227. Siapa tak kenal Kota Bukittinggi? Tidak lengkap berkunjung ke Sumatera Barat kalau tidak singgah di Bukittinggi begitu banyak pendapat untuk mengenal Bukittinggi baik secara historis maupun keindahan alamnya. Kota yang sebelumnya disebut dengan Fort de Kock yang dulu pernah dijuluki sebagai Paris van Sumatera. Kota yang pernah melahirkan seorang Proklamator Republik Indonesia Bung Hatta, yang disebut juga kota pusaka dengan Jam Gadang sebagai landmark di ketinggian jantung kota berbentuk jam besar Big Ben yang bernama Jam Gadang sekaligus menjadi simbol bagi kota yang berada pada tepi sebuah lembah yang bernama Ngarai Sianok.
|
|
Jumat, 23 Desember 2011 03:04 |
Sebenarnya masyarakat Sumatra Barat harus bersyukur kepada Allah SWT yang menganugerahkan rahmat besar dengan nilai tamaddun budaya Minangkabau. Filosofi budaya masyarakat Minangkabau terikat kuat dengan penghayatan Islam dan terbukti menjadi puncak kebudayaan masyarakat di Sumatra Barat.
|
|
Kamis, 22 Desember 2011 02:46 |
|
Penebang vs Penanam siapa menang? Ah, seperti main bola saja, tetapi kenyataannya memang begitu, saat gencarnya program menanan pohon oleh pemerintah, program menebang pohon oleh pelaku illegal loging tak kalah gencar. Bahkan sampai kini rivalitas antar kedua kelompok itu masih berlangsung secara ketat.
|
|
Rabu, 21 Desember 2011 03:14 |
Kasus Mesuji merupakan salah satu contoh dari sekian banyak kasus yang terjadi di Indonesia yang berlatar belakang masalah tanah yang diikuti dengan tindakan kekerasan. Walaupun Tim Pencari Fakta (TPF) sedang menelusuri kasus ini namun dugaan sementara ada indikasi tindakan kekerasan akibat kasus tersebut yang telah menimbulkan korban jiwa, baik dari pihak keamanan perusahaan perkebunan maupun masyarakat setempat. Kasus serupa kalau tidak diantisipasi dengan baik mungkin akan terjadi jua di Sumatera Barat. Perihal ini tidak dapat kita pungkiri lagi berbagai kasus yang dilatarbelakangi masalah tanah dengan pihak perusahaan perkebunan terjadi, terakhir di Maligi Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pasaman Barat.
|
|
|