|
Senin, 31 Januari 2011 00:14 |
|
MUSTANER
KALAU di Pasaman Barat, mungkin tak ada orang yang tak kenal dengan sosok Mustaner, SE. Sekilas, sosoknya terlihat sebagai sosok yang cukup santai. Namun jangan salah sangka, apapun pekerjaan yang dilakukannya, akan selesai dengan tuntas.
“Sebagai PNS kita harus loyal kepada atasan dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat karena untuk merekalah sebanrnya kita bekerj. Oleh karena itu, semua pekerjaan yang diemban tentu harus selesai secara tuntas,” ujar Mustaner sumringah saat Haluan menyambanginya kemarin di ruang kerjanya Kantor Penanaman Modal Pemkab Pasaman Barat di Simpang Ampek.
Dia pun bercerita singkat tentang pekerjaan yang digelutinya. “Kalau datang ke sini, kita harus tanam modal dulu, baru bisa memanen, karena nama kantornya Penanaman Modal,” ujar pemilik tinggi badan 151 cm dan berat badan 46 Kg ini bersiloroh kepada Haluan.
Bicara mengenai karirnya di dunia birokrat, Mustaner yang bergelar Datuk Majo Garang dari Suku Jambak Kinali Pasbar ini juga termasuk cemerlang. Lelaki kelahiran 7 Desember 1963 silam ini, memulai karirnya sebagai PNS di Lubuk Sikaping (kabupaten induk) dari staf paling bawah pada tahun 1984.
Kemudian berlanjut di Ortalda, staf Keuangan, menjadi Inspektur (pemeriksa), kemudian Sekretaris di Bawasda Lubuk Sikaping.
Hijrah ke Pasbar tahun 2004, dengan niat pulang kampung, karirnya terus menanjak. Dia menjadi Sekretaris Dispora era Bupati Syahiran-Risnawanto. Kemudian pada “Kabinet Bahar-Syahrul” dia dipercaya kembali menjadi Kepala Kantor Penanaman Modal Daerah, yang kerjanya ‘melobi’ investor agar mau berinvestasi menanamkan modal di Pasbar.
Tentu saja intensitas kerja, Pak Datuk, panggilan akrabnya, lebih meningkat ketimbang menjadi sekretaris di Dispora dulu. “Ya namanya amanah, harus dapat dijaga dan dipertanggungjawabkan, dan kuncinya pandai membagi waktu antara kerja dan keluarga,” ujar suami Rosmaliati ini bertutur. (h/nir) |
|
Sabtu, 29 Januari 2011 00:10 |
|
PATRIS CHAN
POSISI sebagai wakil rakyat tentu menggiurkan, selain gengsi terangkat karena meneruskan aspirasi publik, juga diganjar dengan pendapatan yang tidak sedikit. Kondisi ini, tak jarang membuat seorang wakil rakyat menjadi lupa akan dasarnya.
Namun tidak demikian halnya dengan Patris Chan SH, anggota Komisi A di DPRD Kabupaten Solok ini, tetap menyebutkan, apa yang didapatnya saat ini karena konstituen.
|
|
Jumat, 28 Januari 2011 00:31 |
|
ABDULLAH RUDOLF SMIT
KONSULTAN Pariwisata Sumatera Barat, Abdullah Rudolf Smit merasa gelisah oleh bendi. Sebab, Alat transportasi tradisional itu seharusnya bisa menjadi potensi yang bisa tergarap secara maksimal namun belum dilakukan oleh pemerintah.
“Bendi itu sangat unik. Punya potensi besar bagi pengembangan pariwisata tidak hanya di Kota Padang namun juga di Sumbar. Oleh karena itu, bendi harus menjadi aset pariwisata klasik yang dikelola secara terencana dengan baik,” katanya kepada Haluan baru-baru ini.
|
|
Kamis, 27 Januari 2011 00:51 |
|
SUTAN HERIYARDI
Mengemban jabatan baru biasanya butuh waktu untuk beradaptasi bagi pejabat yang bersangkutan. Namun tidak demikian halnya dengan Sutan Heriyardi yang baru saja dilantik menjadi Camat Bayang, Pesisir Selatan.
Pengalamannya ketika menjadi penyuluh KB rupanya menjadi modal berharga bagi Sutan Heriyardi dalam kapasitasnya sekarang sebagai kepala pemerintahan di tingkat kecamatan. Sebab, sewaktu masih menjadi penyuluh KB dia sudah terbiasa bersentuhan langsung dengan masyarakat.
|
|
Kamis, 27 Januari 2011 00:49 |
|
NISFAN JUMADIL
JANGANLAH cukup berpuas diri ketika jabatan ketua dalam sebuah organisasi sudah berada dalam genggaman. Sebab, lebih dari itu sebenarnya bisa direngkuh asal saja ada kemauan dan niat untuk mewujudkannya.
Hal itulah yang saat ini tengah dirintis oleh Ketua KNPI Kota Padang, Nisfan Jumadil. Dengan dukungan dari berbagai elemen dan organisasi kemasyarakatan, Nisfan optimis melangkah menuju kursi Komisaris PT Semen Padang.
|
|
Rabu, 26 Januari 2011 00:10 |
|
ANAS URBANINGRUM
KETUA Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menilai gerakan koin untuk Presiden bukan kritik bagi demokrasi. Tapi lebih kepada sinisme politik. “Ini sinisme politik yang terlalu bernafsu dan tidak mengesankan,” kata Anas Urbaningrum, kemarin
Anas yakin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terlalu sibuk merespons urusan perkoinan seperti itu, sehingga tidak mengganggu konsentrasi kerjanya. “Kritik adalah vitamin yang menyehatkan demokrasi. Tapi itu (koin untuk presiden) lebih merupakan cermin dari sinisme dan kenyinyiran politik yang tidak mengesankan. Sinisme jauh dari azas manfaat,” jelas Anas.
|
|
Selasa, 25 Januari 2011 00:19 |
|
SAPTO HANDOYO
TERNYATA tak sulit untuk berhenti merokok. Asal ada niat, dan dijalankan dengan kesungguhan, pasti akan berhasil. Itulah yang telah dibuktikan oleh Kasubag tata Usaha Kantor Imigrasi Padang, Sapto Handoyo, SH. Kebiasaannya merokok sudah dihentikannya secara total sejak Maret 2009 lalu.
Jika melihat latar belakangnya yang perokok berat, bahkan sebungkus merk rokok ternama selalu menjadi langganannya tiap hari, mungkin tak banyak yang percaya, Sapto bisa menghentikan kebiasaan itu hingga kini. Biasanya, di atas meja kerja dan meja tamu di ruangannya, selalu tersedia asbak rokok. Namun, kini itu semua berubah total.
|
|
Selasa, 25 Januari 2011 00:18 |
|
SUWARSA HIDAYAT
Tak banyak kalangan pejabat yang dekat dengan masyarakat lapisan bawah. Namun tidak demikian dengan Ketua Pengadilan Negeri Muaro, H. Suwarsa Hidayat. Dia dikenal sebagai sosok yang dekat dengan tukang ojek. Begitu dekatnya sampai-sampai pria asal Bekasi Jawa Barat patungan dengan tukang ojek untuk mendirikan pangkalan ojek yang terletak di samping rumah dinasnya.
Ketika ditemui Haluan di Pengadilan Negeri Muaro, kemarin, mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Solok ini menyambut dengan ramah. Dia pun menuturkan kisahnya selama mengabdi di Kabupaten Sijunjung hingga punya ide mendirikan pangkalan ojek di samping rumah dinasnya.
|
|
Senin, 24 Januari 2011 00:10 |
|
SUKMARENI
Globalisasi informasi melalui dunia maya atau lebih dikenal dengan nama internet, selain berdampak baik pada percepatan informasi dan komunikasi, pun memiliki sisi jelek yang harus menjadi perhatian semua pihak terutama kalangan orang tua.
Sebab, dunia maya tak selamanya memberikan dampak positif bagi anak-anak. Padahal, selaku generasi muda bangsa mereka harus dilindungi dari informasi, tayangan dan juga gambar yang sifatnya pornografi.
|
|
Minggu, 23 Januari 2011 00:10 |
|
SITTI IZZATI AZIZ
SMART dan murah senyum, begitulah tampilan sehari-hari dari Sitti Izzati Aziz. Perempuan kelahiran Padang, 6 Desember 1966 ini, saat ini tengah sibuk menjalani aktifitas sebagai anggota Komisi IV DPRD Sumbar. Jabatan sebagai anggota dewan saat ini, menurutnya sangat jauh dari perkiraan. Pasalnya, Ia baru terjun ke politik itu baru tahun 2000, dan boleh dikatakan masih yunior dalam politik.
Sebagai satu-satunya perempuan yang mewakili partai di dewan, Ia juga punya perhatian lebih pada kaum ibu. Ia melihat, keterlibatan perempuan dalam mengisi pembangunan, masih perlu ditingkatkan.
|
|
|