Kamis, 23 May 2013
Feature
UN Susulan di RSUP M Djamil PDF Cetak Surel
Selasa, 14 May 2013 01:49

DUA MURID SD PENDERITA KANKER

Rambutnya memirang dan  rontok, tubuhnya kurus, dan bibirnya pucat , setelah satu minggu menjalani kemoterapi di ruangan Intensif Anak RSUP M Djamil Padang. Vira Veronica 13,  divonis dokter menderita limfoma sejak tiga bulan lalu. Di dada dan pipinya terdapat beberapa benjolan.

Dokter  sudah melakukan operasi untuk menekan resiko penyakit kanker kelenjer getah bening yang dialami oleh bocah asal Jorong Guguak Nane, Nagari Tanjuang Gadang, Kecamtan Tanjuang Gadang, Kabupaten Sijunjung itu.

 
Dapat Bantuan Rumah, Lisnawati Berurai Air Mata PDF Cetak Surel
Jumat, 26 April 2013 02:33

SEBULAN LEBIH KORBAN BADAI MENUMPANG

Lisnawati (60), seorang janda yang tinggal di Pe­langai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir, Ka­bupaten Pesisir Selatan, tidak sang­gup membendung air ma­tanya ketika Wakil Bupati Pessel Edi­tiawarman me­nye­rahkan bantuan pembangu­n­an rumah pada Rabu (24/4) lalu.

Jemari tuanyapun ge­me­­taran menggenggam am­plop berisi uang tunai Rp5 juta yang merupakan zakat yang dikumpulkan  Bazda Pessel. Lalu, ia tersedak menahan rasa haru usai menerima bantuan tahap satu itu. Dan tangisnya pun pecah bebera­pa saat.

 
Bainur, Wanita Tegar di Batang Kuranji PDF Cetak Surel
Sabtu, 20 April 2013 02:19

KUMPULKAN BATU SETIAP HARI

Bainur (62) seorang janda setiap hari datang ke Sungai Batang Kuranji, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Tak seperti kebanyakan wanita lain yang datang ke sungai untuk mencuci pakaian, tetapi Bainur harus membanting tulang untuk mengumpulkan batu-batu yang terdapat di aliran Batang Kuranji tersebut.

Bagi sebagian orang kegiatan galian C,  merupakan pekerjaan laki-laki. Namun hal tersebut jauh berbeda dengan Bainur yang telah memulai bekerja sebagai pengumpul batu sejak berusia 15 tahun hingga saat ini. Aktivitas tersebut telah dia lakoni selama 40 tahun.

 
TNI - Polri Tangkap Teroris di Padang PDF Cetak Surel
Jumat, 19 April 2013 01:54

SIMULASI ANTITEROR

Ledakan bom menggema. Suasana pagi itu pun men­cekam. Puluhan pasukan berpakaian loreng dan hitam, memakai kacamata khusus serta bersenjata lengkap, mengepung gedung eks perpa­jakan yang terletak di Jalan Hamka di sebelah Hotel Basko Grand Mall, Padang, Kamis (18/4). Rentetan tembakan ber­sahutan, beberapa unit mobil tempur bersiaga di depan gedung yang terlihat sepi itu.

Go..go..goo..teriak beberapa pasukan yang berpakaian loreng dari TNI AD, dan disusul sejumlah pasukan berpakaian serba hitam dari Brimob Polda Sumbar. Mereka baru saja turun dari mobil tempur.

 
Keringat Darah Terbayar Sudah PDF Cetak Surel
Senin, 15 April 2013 01:51

GADIS TANGGUH DORA DIWISUDA

PADANG, HALUAN — Mung­­kin sebagian dari kita masih ingat dengan kisah Dora Indriyanti Tri Murti, si penderita keringat darah, yang juga mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta (UBH) Padang.

Sabtu (13/4) lalu si gadis tangguh ini, resmi bergelar Sarjana Hukum. Dora di­wisuda Rektor UBH Niki Lukviarman, dengan perolehan IPK 3,16 dan meraih prediket “Sangat Memuaskan”.

 
Merawat Tradisi Serak Gulo dan Kerukunan Warga PDF Cetak Surel
Jumat, 12 April 2013 02:23

Di satu rumah dalam ruangan yang luasnya berukuran lapangan bulutangkis, seorang pria meng­gunakan peci berwarna putih, mengenakan baju kemeja kotak kotak, duduk bersila di atas lantai yang beralas tikar. Dia adalah Adek Konggo (44). Tangannya sibuk menyusun bungkusan seperti bola tenis.  Dibantu temannya Ajo (46), juga terlihat membantu membuka salah satu karung yang masih terikat dan menumpuk di depannya.

Karung putih itu berisi gula pasir, dengan cekatan Adek mengambil sendok yang terbuat dari poto­ngan botol air minum mi­ne­ral. Gula itu lalu dibungkus menggunakan kain berwana warni, ada yang putih, hitam, hijau dan ada juga bermotif batik. Kain seukuran sapu tangan itu diisi gula lalu diikat menggunakan karet sehingga berbentuk bola tenis yang ber­warna-warni.

 
Miskin di Tengah SDA yang Melimpah PDF Cetak Surel
Kamis, 11 April 2013 01:03

SANGIR BALAI JANGGO

Dua kata yang dapat diingat bila berkunjung ke Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan. Yaitu, terisolir dan miskin. Padahal, potensi kekayaan alamnya melimpah ruah. Ada pepatah, kulit menggambarkan isinya. Walau pepatah ini tidak berlaku untuk semua benda ataupun keadaan. Akan tetapi, setidaknya menjadi barometer bagi pendatang yang berkunjung ke Kabupaten Solok Selatan.

Hal ini mengingat lambannya laju pembangunan di Padang Aro, sebagai pusat ibu kota kabupaten. Jika Padang Aro saja sebagai pusat pemerintahan masih seperti suasa­na di kampung dan semraut, bagaimana kiranya di jorong-jorong yang berada di kecamatan ujung daerah itu?

 
Meniti Tali Baja ke Seberang PDF Cetak Surel
Selasa, 09 April 2013 00:50

BERJUANG MENANTANG MAUT

Feri, murid kelas 6 Sekolah Dasar (SD) 13 Balah Aia, Nagari Anduriang, Kecamatan 6 X 11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, baru saja mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS), Senin (8/4). Sang Surya saat itu menggantung di atas langit, siang mulai panas, dan saatnya Feri, bersama temannya Alwis, pulang menuju rumah.

Setelah menelusuri pematang sawah Feri dan Alwis berhenti sejenak saat sampai di tepian sungai Batang Anai, yang me­misahkan Korong Sumua Bana dengan Korong Balah Aia. Lalu Ia mulai menaiki jenjang kayu yang menggantung di bibir jembatan. Sesampai di atas jembatan, dengan cekatan tangan dan kakinya me­lekat pada seutas tali baja.

 
Bertarung Nyawa Menggapai Mimpi PDF Cetak Surel
Kamis, 04 April 2013 01:18

MURID SD 10 KAYU GADANG SURANTIH

Awan hitam bergelayut di pagi itu. Siulan angin meluncur dari bukit bukit kawasan Nagari Koto Nan Tigo Utara Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan. Di antara bukit itu terlihat aliran Sungai Surantih yang bergemuruh bak ular besar yang sedang meliuk. Airnya keruh pertanda hujan mengguyur di malam harinya.

Embun pun masih melekat di sela dedaunan semak belukar. Namun embun itu pecah ketika sejumlah anak dan beberapa orang dewasa keluar dari rimbunnya semak hijau itu. Sesekali tangannya terlihat menyeka daun-daun yang mengahalangi. Mereka baru saja melewati jalan setapak menuju tepian sungai. Anak anak itu berpakaian putih, celana merah, berdasi  dan topi dengan lambang sayap Tut Wuri Handayani.

 
Kelakar Terakhir Ibu-ibu Buruh Tani PDF Cetak Surel
Kamis, 14 Maret 2013 02:05

KISAH KORBAN SAMBARAN PETIR DI PESSEL

Selasa (12/3) pagi pukul 06.00 WIB, enam ibu yang merupakan buruh tani di Kampuang Rumah Gadang, Sungai Gayo Lumpo se­dang bersiap-siap untuk berangkat ke Laban, Nagari Salido, Keca­matan IV Jurai, Ka­bupaten Pesisir Selatan. Mereka hari itu dapat pekerjaan men­cabut benih di sawah milik An­war warga La­ban. Berjarak sekitar 10 km dari kampungnya. Pagi itu cuaca bagus dan bersahabat.

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 Selanjutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL