|
Jumat, 07 Oktober 2011 03:10 |
|
PARIS, HALUAN— Palestina telah meraih kemenangan diplomatik dalam upaya memperoleh pengakuan negara. Komite pelaksana UNESCO, mendukung usahan Palestina untuk menjadi anggotanya. Tindakan yang dipandang “tak dapat dijelaskan” oleh Amerika Serikat.
Sekutu Palestina di dunia Arab, tak peduli dengan tekanan diplomatik AS serta Prancis dan mengajukan mosi ke negara anggota komite tersebut. Komite itu mensahkannya dengan 40 suara mendukung dan empat menentang, serta 14 abstein.
|
|
Jumat, 07 Oktober 2011 03:08 |
|
KUWAIT CITY, HALUAN—Negara Kuwait dilanda krisis politik akibat skandal korupsi yang melibatkan para anggota parlemen, sementara kampanye keras oposisi meningkat untuk menggulingkan perdana menteri.
Kelompok-kelompok oposisi liberal, nasionalis dan Islam bersatu setelah tuduhan-tuduhan bahwa para anggota parlemen pro-pemerintah menerima ratusan juta dolar uang sogok, dan pemerintah dituding sebagai sumber uang itu.
|
|
Kamis, 06 Oktober 2011 03:16 |
|
NEW YORK, HALUAN — Dinilai akan menjadi pembuka pintu bagi intervensi asing ke Suriah, sebagaimana yang terjadi atas Libya, negara Rusia dan China akhornya memveto Resolusi PBB atas Suriah.
Resolusi PBB tersebut berisi sanksi dan ultimatum kepada pemerintah Suriah untuk menghentikan apa yang disebut ‘aksi kekerasan’ terhadap gerakan reformasi di Suriah yang ingin menjungkalkan Presiden Bashar al-Assad. Namun pemerintah Moskow dan Beijing pada Selasa (5/10), menentang dan menggagalkan Resolusi PBB tersebut dengan menggunakan hak veto-nya di PBB.
|
|
Rabu, 05 Oktober 2011 02:32 |
|
NEW YORK, HALUAN — Unjuk Rasa Anti-Wall Street memasuki pekan kedua dan menyebar ke berbagai kota di Amerika Serikat. Para pemrotes yang mengakui muak dengan kapitalisme Amerika ini melakukan aksi jalan kaki dari Gedung Bank sentral dan berkemah di taman-taman kota.
Demo menyebar hingga ke Los Angeles, Portland, Maine, dan berbagai kota lain sebagai bentuk kemarahan atas ekonomi AS yang rapuh dan atas apa yang mereka lihat sebagai keserakahan korporasi.
|
|
Rabu, 05 Oktober 2011 02:25 |
|
BANJIR KIAN BUAS
BANGKOK, HALUAN — Bencana banjir besar yang melanda Thailand saat ini merupakan banjir terburuk dalam sejarah di negeri Gajah Putih tersebut. Hingga Selasa, banjir telah menewaskan 224 orang korban.
Pejabat di Departemen Pencegahan Bencana dan Mitigasi Thailand, Selasa (4/10) melaporkan, korban banjir besar telah mencapai 224 tewas. Banjir juga menyebabkan tiga perempat negara itu termasuk bagian dari kota lama Ayutthaya, terkena dampaknya.
|
|
Selasa, 04 Oktober 2011 02:22 |
|
TRIPOLI, HALUAN — Asap terlihat membumbung tinggi di desa Sirte. Serangan pesawat NATO telah mengantam kota kelahiran Khadafi tersebut untuk membuka jalan bagi masuknya pasukan pembrontak Dewan Nasional (NTC).
Masoud Jema al-Amari, seorang pemberontak dari kota Benghazi di Libya Timur, mengatakan Senin, ada bentrokan di desa Sirte Abu Hadi. Kebakaran hebat melanta desa dimana Khadafi dilahirkan 1942. “Ada beberapa tentara Khaddafi yang masih bertahan di sana. NATO telah minta kami untuk mundur. Tujuan supaya pesawat NATO lebih leluasa membombardir desa Khadafi itu,” kata Jema al-Amari
|
|
Selasa, 04 Oktober 2011 02:13 |
|
JEDDAH, HALUAN — Pengadilan Arab Saudi telah mengadili tujuh orang yang dituduh membentuk sebuah kelompok teror dan mendirikan kamp pelatihan di gunung dekat perbatasan negara itu dengan Yaman.
Menurut laporan surat kabar harian al-Watan, pada Minggu waktu setempat, sidang pengadilan itu berlangsung di pengadilan kriminal khusus di Riyadh dan terbuka hanya bagi media lokal yang dipilih.
|
|
Senin, 03 Oktober 2011 02:56 |
|
PIMPINAN NATO PANIK
TRIPOLI, HALUAN — Para pemimpin NATO mengkhawatirkan hilangnya lebih 10.000 rudal anti pesawat di Libya. Tidak tertutup kemungkinan ribuan rudal yang dibeli semasa kekuasaan Khadafi itu, telah jatuh ke tangan Alqaidah.
Mengutip seorang pejabat senior NATO, situs Der Spiegel, Minggu (02/10) melaporkan, Laksamana Giampaolo Paola yang mengetuai komite para pemimpin militer NATO telah melakukan ‘briefing rahasia’ untuk anggota parlemen Jerman. Dalam forum itu, ia menyatakan keprihatinan atas lenyapnya ribuan rudal anti pesawat tersebut. “Senjata berbahaya itu bisa saja berakhir di negara lain dan di tangan yang salah, di mana saja dari Kenya sampai Kunduz dan Afghanistan,” kata Laksamana Paola seperti dikutip Spiegel.
|
|
Senin, 03 Oktober 2011 02:50 |
|
BEIJING, HALUAN — Kantor berita Cina mencemooh upaya anggota parlemen Amerika Serikat untuk kembali menekan kebijakan mata uangnya. Pasalnya, Senat AS memutuskan kembali menetapkan kebijakan countervailing terhadap negara-negara pemilik mata uang murah (undervalued) seperti Cina.
Countervailing merupakan kebijakan penerapan pungutan tambahan terhadap produk impor dari suatu negara. Artinya, AS menetapkan setiap barang impor Cina yang masuk ke Amerika akan dikenai pungutan tambahan. Pungutan tambahan tersebut bisa berupa cukai, pajak, dan sebagainya. “Ini sudah praktek umum. Setiap kali ekonomi AS melambat, setiap kali mendekati Pemilu, kebijakan seperti ini diterapkan,” kata Xinhua seperti dikutip Reuters, Ahad (2/10).
|
|
Minggu, 02 Oktober 2011 00:00 |
|
SEAKAN belum cukup utang yang harus ditanggung Indonesia, pemerintah kini harus dipusingkan dengan utang baru yang jumlahnya miliaran rupiah. Bukan utang untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat ataupun pembiayaan usaha kecil, tapi utang tilang para diplomat yang sembarangan parkir.
Tidak tanggung-tanggung, utang tilang yang harus dibayarkan pemerintah Indonesia mencapai US$725ribu atau setara dengan Rp6,5 miliar. Jumlah utang Indonesia untuk masalah ini adalah yang terbesar ketiga setelah Mesir dengan denda sebanyak US$ 1,9 juta (Rp17 miliar) dan Nigeria sebesar US$1 juta (Rp8,9 miliar).
Laporan utang ini dikeluarkan oleh Departemen Keuangan Kota New York, seperti diberitakan kantor berita Reuters. Menurut laporan keuangan tersebut, para diplomat menyumbang utang yang tidak sedikit dari total utang denda parkir sebesar US$16,7 juta (Rp150 miliar).
|
|
|