Rabu, 19 Juni 2013
Inspirasi


LOGIKA SONDANG PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Teguh   
Minggu, 18 Desember 2011 00:00

OLEH: A. A. ARIWIBOWO

Baik logika Sondang maupun logika elite politik sama-sama bersepakat bahwa memutuskan lebih baik dari tidak memu­tuskan, dan keputusan lebih baik daripada sekedar diskusi.

Aksi menjemput ajal de­ngan melakukan aksi bakar diri mahasiswa Universitas Bung Karno, Sondang Huta­galung (22), di depan Istana Negara pada Rabu (7/12/2011) kini menuai sorotan publik, dari elite politik sampai aktivis kemanusiaan.

Sondang, elite dan aktivis sama-sama menyayangi hidup. Hidup yang diperjuangkan dan direvolusi terus menerus. Tiada hari tanpa berjuang di jalanan dengan ditingkahi deru kenda­raan bermotor, kata Sondang bersama dengan sohib aktivis lainnya.

Dan elite politik berkata, tiada hari tanpa berkata-kata di atas mimbar demi meng­hidupi dua takdir yakni hidup dari politik atau hidup untuk politik.

 
MESKI SERET ANGKA MISKIN TETAP TURUN PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Teguh   
Minggu, 11 Desember 2011 00:00

Mak Halimah, 60  tahun, harus bekerja keras selama sepekan, membuat gula tebu untuk mendapatkan uang Rp100 ribu guna meng­hidupi dirinya, seorang anak perempuan yang sudah men­janda dan empat cucunya.

Penduduk miskin asal Na­gari Batu Basa, daerah ter­pencil di Provinsi Sumatera Barat ini, harus pandai memutar otak agar uang sekitar Rp15 ribu per hari dari peng­hasi­lannya itu bisa memberi makan enam orang yang tinggal di rumah yang bocor di sana-sini dan terletak di tengah kebun tebu milik orang lain.

Wanita baya itu merupakan salah seorang dari 30,2 juta penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan yang ada di Indonesia pada 2011 ini.

Meski tampaknya seret, jumlah orang miskin di Indo­nesia tahun ini turun satu juta orang menjadi 30,2 juta jiwa dibandingkan dengan angka tahun lalu, karena itu peme­rintah tetap memprioritaskan pengentasan kemiskinan di tahun-tahun mendatang.

 
INDUSTRI KREATIF ANTARA ATURAN DAN KEPERCAYAAN BANK PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Teguh   
Minggu, 04 Desember 2011 00:00

Industri kreatif untuk bisa berkembang masih terhambat aturan birokrasi yang kaku, bahkan perbankan sendiri kurang percaya untuk memberikan pinjaman modal.

Saat ini ada 14 industri kreatif yang diakui pemerintah, yaitu periklanan, arsitektur, pasar barang seni, kerajinan, desain, “fashion”, video film dan fotografi, permainan inte­raktif, musik, seni pertunjukan, penerbitan dan percetakan, layanan komputer dan piranti lunak, televisi dan radio, serta riset dan pengembangan.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berencana memasukkan sektor kuliner menjadi salah satu dari industri kreatif. Dengan demikian, industri kreatif yang diakui pemerintah nantinya menjadi 15 sektor.

Deputi Menko Pereko­nomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawady pernah mengatakan, perkem­bangan industri kreatif di Indonesia masih banyak di­ham­bat aturan birokrasi yang kaku. “Ini yang menjadi peng­hambat, sehingga industri kreatif sulit tumbuh dengan cepat,” katanya.

Padahal, menurut dia, Indonesia menargetkan menjadi pusat industri kreatif di regio­nal ASEAN pada 2014. “Un­tuk itu, mulai tahun depan Kemenko Ekonomi fokus membabat habis regulasi yang menghambat perkembangan industri kreatif,” katanya.

Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 03 Desember 2011 22:52
 
BANGSA INDONESIA BUKAN SEKADAR ANGKA STATISTIK PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Teguh   
Minggu, 20 November 2011 01:13

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Program Pembangunan (UNDP) menerbitkan laporan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2011 untuk 189 negara pada 2 November 2011

Hasilnya, Indonesia men­dapat angka 0,617 dan menem­pati peringkat 124 dari 187 negara. Bila langsung diban­dingkan dengan tahun sebe­lum­nya, posisi Indonesia turun karena pada 2010 Indonesia ada di posisi 108 dari 169.

Tapi mekanisme mem­bandingkan peringkat ternyata tidak tepat karena selain ada penambahan jumlah negara yang dinilai, mekanisme peng­hitungan IPM 2011 juga berbe­da dengan tahun sebelumnya.

“Jadi metode tahun ini dengan tahun sebelumnya berubah, bila ingin diban­dingkan, metodologinya harus disamakan dulu, karena IPM Indonesia sebenarnya mening­kat,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pemba­ngunan Nasional (Bappenas), Armida Salsiah Alisjahbana.

 
BANGSA IDIOT YANG KERANJINGAN TELEVISI PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Teguh   
Minggu, 13 November 2011 01:05

efek kesehatan mental dari menonton TV lebih dari sekadar kecanduan, konsumerisme, kehilangan kepercayaan sosial...menonton TV itu berbahaya bagi perkembangan otak anak”

Setengah abad ke belakang telah menjadi eranya media massa elektronik. Televisi telah mempertajam masyarakat di seantero jagat.

Kini ledakan dari berbagai perangkat media baru berga­bung dengan televisi. Perangkat-perangkat baru itu  adalah DVD, komputer, games, ponsel pintar, dan lainnya.

Banyak bukti kemudian menunjukkan bahwa perse­baran media ini ternyata me­nim­bulkan efek negatif yang luas.

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL