Minggu, 26 May 2013
Limpapeh


Generasi Muda dan Internalisasi ABSSK PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Teguh   
Minggu, 01 May 2011 01:20

Mengacu pada terminologi KNPI, pemuda atau generasi muda adalah anak manusia yang berumur 17—40  tahun. Sedang menurut rumusan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) yang kini berubah nama menjadi Departemen Pendidikan Nasio­nal (Depdiknas), yang tergolong pemuda atau generasi muda ialah bani Adam yang berusia 16–40 tahun. Sedangkan dalam Tarekh Islam (tahun ke 40/’Amul Fiil, Tahun Gajah), Khalifah Ali bin Abi Thalib (20–an tahun), disebut oleh Nabi Muhammad SAW seba­gai pemuda, ketika  mengik­rarkan Syahadataini (dua kalimah syahadah) di hadapan Rasul, sewaktu beliau baru saja menerima wahyu pertama di Gua Hiraq, Makkah, pada 14 abad lampau!

Terlepas dari perbedaan terminologi dan formulasi itu, yang terang benderang, seorang atau sekelompok orang gene­rasi muda sarat dengan sema­ngat dan idealisme. Gelora pemuda/generasi muda tersebut antara lain berupa heroisme, romantisme dan aktualisme. Dalam kancah kehidupan yang digumulinya, figur generasi muda, baik individual maupun kolektif, selalu punya obsesi menujukkan jati diri (self actualization) sebagai manusia yang punya makna hidup, dengan menyandang tanggung jawab betapa pun beratnya. Generasi Muda berusaha gigih memunculkan potensi diri sebagai manusia yang kaya poweritas tinggi. Sehingga aura jiwa mudanya kerap menyem­bul dan menggeliat ke permu­kaan. Terutama ketika kondisi sosial objektif masyarakat sedang labil.

 
Masih Penting Cek Fisik Calon Pengantin PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Teguh   
Minggu, 24 April 2011 01:00

Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama Muhaimin Lutfi mengatakan, sejak lama para ulama sudah mengingatkan bahwa perkawinan tak semata menyatukan pasangan cucu Adam dan Hawa untuk sesaat.

Sejatinya, setiap pasangan menghendaki kebahagian da­lam perkawinan yang akan dijalaninya. Sebagian ulama berpendapat, selain perlu melakukan pengecekan terha­dap bibit, bebet, dan bobot dari masing-masing pasangan juga melakukan cek fisik terhadap para calon pengantin.

 
Nurani Perempuan Gelar Nonton Bareng PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Teguh   
Minggu, 17 April 2011 01:32

MEMPERINGATI HARI LAHIR KARTINI

PADANG, HALUAN — Dalam rangka memperingati hari lahir RA Kartini, 21 April 2011, Nurani Perempuan Padang menyelenggarakan berbagai kegiatan, seperti pemutaran film, pameran lukisan, diskusi, dan pameran hasil produksi usaha perempuan.

Rangkaian prog­ram ini dimulai dari 8 Maret-sampai dengan 21 April 2011 di Kantor Nurani Perempuan Jalan Anggrek 12, Flamboyan, Padang.

Acara ini dikaitkan dengan perjuangan perempuan Indo­nesia sejak abad 18, untuk memajukan bangsa khususnya perempuan, dilakukan dengan berbagai bentuk.

 
Gerakan Perempuan dalam Bingkai Patriarkhi PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Teguh   
Minggu, 10 April 2011 00:56

Pandangan miring terha­dap perempuan sudah cukup lama terjadi. Dalam buku The Status of Women in Maha­barata, Prof Indra menulis: Tidak ada makhluk yang lebih berdosa daripada perempuan. Perempuan itu menyalakan api. Dia adalah sisi pisau yang tajam. Efek dari pandangan diskri­minatif meng­akibatkan kekha­watiran terhadap perempuan. Tidak sedikit orang yang meyakini bahwa perem­puan adalah sumber malapetaka, kerusakan suatu bangsa, dan pangkal kemerosotan moral. Mengikuti logika di atas, maka perempuan dilarang menjadi pemimpin.

Alih-alih menjadi pemim­pin, kehadirannya pun mem­bawa malapetaka. Bentuk klasik yang terus muncul saat ini adalah pandangan para kiai/tokoh masyarakat yang meng­anggap bahwa perempuan tidak boleh menjadi pemimpin, perempuan ngurusi rumah tangga saja justru menghambat bagi para santriwati untuk maju. Kiai sebagai tokoh berpengaruh memiliki massa yang tidak sedikit. pemikiran itu terus tersebar dan berlang­sung terus menerus, turun temurun dan menjadi fatwa yang ampuh untuk membatasi peran perempuan di lembaga-lembaga sekolah di pesantren. Contoh, guru perempuan tidak bisa menjadi kepala sekolah, karena perempuan.

 
Tidak Semua Penghuni Lapas Penjahat PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Teguh   
Minggu, 03 April 2011 01:05

Tidak semua penghuni bui atau lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (rutan) adalah penjahat. Mereka ada yang menjadi korban kriminalisasi dan ada juga yang melakukan tindak kriminal karena terdesak untuk memenuhi kebutuhan kehidupan keluarganya.

Penegasan itu disampaikan berulang-ulang kali pada ba­nyak kesempatan oleh Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar. Terakhir saat melakukan kunjungan kerja ke Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Jum’at pekan lalu (25/3).

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 Selanjutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL