Sabtu, 01 November 2014
Sigab
Pulai Lakitan Langganan Banjir PDF Cetak Surel
Selasa, 23 September 2014 02:00

RAKYAT MENDERITA

PAINAN, HALUAN— Pasca banjir Minggu (21/9) sekitar 20 KK Warga Pulai Lakitan Tengah Keca­matan Lengayang minta kawasan itu dibebaskan dari banjir ke pemerintah. Setiap kali banjir ke­ting­gian air di kawasan itu bisa mencapai 1,5 meter.

Penyebab Pulai rawan banjir adalah tidak lancarnya aliran air ke hilir yang datang dari Air Kalam dan kawasan lain. Seperti dilansir Haluan Senin (22/9), Pulai Lakitan Tengah mengalami banjir setelah hujan dengan curah tinggi mengguyur kawasan itu lebih dari 24 jam. Puluhan rumah terendam hingga 1,5 meter. Tidak hanya rumah, lahan pertanian juga ikut terbenam.

 
Walhi:Industri Pulp Menyumbang kebakaran Hutan PDF Cetak Surel
Selasa, 23 September 2014 01:59

JAKARTA, HALUAN— Wahana Lingkungan Hidup Indonesia  (Walhi) menilai keberadaan sektor industri pulp dan kertas berkon­tribusi besar dalam menyumpang kebakaran hutan dan asap di Indonesia.

“Ada 274 titik api di wilayah konsesi Asian Pulp and Paper di Sumatera Selatan tahun 2014,” ujar Kurniawan Sabar, Manager Kampanye Industri Ekstraktif, seperti  dilansir  tempo,  Senin  kemarin.

 
270 Ribu Jiwa di Zona Rawan Tsunami PDF Cetak Surel
Senin, 22 September 2014 01:50

PEMKAB PESSEL FASILITASI

PAINAN, HALUAN — Pemkab Pessel terus berupaya lakukan pengamanan terhadap 270 ribu jiwa masya­rakat dari ancaman tsunami dengan menempatkan sirine peringatan dan fasilitas penyelamatan bencana. Jumlah itu merupakan angka warga yang bermukim di zona merah atau dekat dari pinggir pantai. Sementara sisanya sebanyak 280 ribu jiwa berada di zona aman tsunami.

Terkait warga yang berada di zona merah dan sejumlah fasilitas penyelamatan Kepala BPBD Pessel Doni Gusrizal kepada wartawan menyebutkan, daerah itu satu dari sejumlah kabupaten di Sumetara Barat yang rawan gempa dengan ancaman tsunami. Setidaknya tercatat 12 kecamatan masuk kedalam daerah rawan stunami.

 
Memaknai Kebangkitan Korong Jajaran Lubuak Laweh PDF Cetak Surel
Senin, 22 September 2014 01:50

LIMA TAHUN SILAM TERKUBUR GEMPA DAHSYAT

LELAKI paruh baya itu sudah mampu melangkah tegab. Ismail, Wali Korong Jajaran Lubuak Laweh bahkan lebih ber­stamina mengiringi sejumlah jurnalis menapaki  perkam­pungan yang lima tahun silam pernah diluluhlantakan tragedi ‘G30S’ (Gempa 30 September 2009).

“Rombongan Sabtu kemarin berkunjung untuk mengenang dan memetik pembelajaran tentang kebangkitan kampung yang pernah  ditenggelamkan gempa dahsyat, tentang sema­ngat berdikari yang mengenyah­kan sejuta tantangan dari seberapapun dalamnya luka itu,” ujar  pimpi­nan rombongan, Ir Rachmadi.

 
Kabut Asap Hingga Desember PDF Cetak Surel
Sabtu, 20 September 2014 01:49

PADANG,  HALUAN —Kabut asap masih menyelimuti wilayah Sumatera Barat hingga hari ini. Jarak pandang di sejumlah wilayah terus menurun karena tebalnya kabut asap imbas dari kebakaran hutan di sejumlah tempat di Sumatera.

Di Kabupaten Sijunjung misalnya, pengguna jalan raya tidak bisa melaju karena jarak pandang hanya 100 meter. Meski demikian, aktivitas warga di sana tampak berjalan normal. Sementara di Kota Padang, kabut asap lebih tipis dengan jarak pandang sekira 250 meter.

 
Dua Ribu Pengungsi Sinabung Pulang PDF Cetak Surel
Sabtu, 20 September 2014 01:49

MEDAN, HALUAN — Pemerintah Kabu­paten Karo Sumatera Utara kembali memulangkan dua ribu lebih pengung­si Gunung Sinabung ke tempat asal mereka karena keadaan dianggap aman. “Penanganan pengungsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo masing dilakukan hingga saat ini dan secara bertahap pengungsi mulai dipulang­kan,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho  kemarin.

Ia mengatakan, ada beberapa hal penting pada Kamis (18/9) dian­taranya status Gunung Sinabung masih siaga (Level III).

 
Sumatera Dikepung Titik Api PDF Cetak Surel
Kamis, 18 September 2014 02:15

JAKARTA, HALUAN — Musim kemarau yang panjang menyebabkan bencana kekeringan dan kebakaran hutan semakin mudah meluas. Satelit Moderate Resolution Imaging Spec­troradiometer (MODIS) mendeteksi sebaran titik api kebakaran hutan di Indonesia paling banyak tersebar di wilayah pulau Sumatera.

BNPB mencatat 195 titik api di Sumatera Se­latan, 20 titik api di Riau, dan 17 titik api di Jambi. “ Bahkan dari pemantauan posko BNPB Riau, indeks standar pencemaran udara di sana terus meningkat. Jarak pandang di bandara pun saat kabut asap sedang parah-parahnya, bisa men­capai kurang dari 1 kilo­meter,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Pur­wo Nug­roho di Kantor BNPB, di Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (17/9).

 
Gunung Slamet Meletus Lagi PDF Cetak Surel
Kamis, 18 September 2014 02:15

JAKARTA, HALUAN — Akti­vitas vulkanik Gunung Slamet yang sempat berangsur normal kini kembali bergeliat. Dalam pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Desa Gambuhan, Keca­matan Pulosari, Kabupaten Pe­malang, Rabu (17/9), telah terja­di delapan kali letusan abu vul­kanik dengan ketinggian 1.000 meter.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Desa Gam­buhan, Sudrajat, mengatakan, Gunung Slamet mengalami letusan sebanyak delapan kali dengan abu hitam yang cukup tebal dari pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB. Saat terjadi letusan, suasana langit di atas Gunung Slamet dalam keadaan cerah serta dengan embusan angin yang tenang.

 
Gempa Kepung Megathrust Siberut PDF Cetak Surel
Rabu, 17 September 2014 01:42

PADANG, HALUAN — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, selama empat hari terhitung mulai 11 September 2014 hingga 14 September 2014, telah terjadi delapan kali gempa bumi yang mengguncang Pulau Sumatera, baik yang berpusat di darat, maupun laut.

Jumlah tersebut belum tercatat gempa kecil yang tidak dirAsakan warga, karena BMKG hanya mempublikasikan gempa yang dirasakan warga.

 
Muara Ampiang Parak Mengkhawatirkan PDF Cetak Surel
Rabu, 03 September 2014 02:27

PAINAN, HALUAN — Muara Ampiang Parak, Kecamatan Sutera makin mengkha­watir­kan. Lebih dari separuh pintu muara tertutup pasir dan terus alami pendangkalan. Kini tidak satupun perahu motor yang bisa melewati muara tersebut karena telah dangkal.

Udin (58) nelayan setempat Minggu (31/8) di Ampiang Parak menyebutkan, pekan lalu perahu motor masih bisa keluar masuk dengan menunggu pasang besar tiba. “Tapi sekarang pasang besarpun perahu dengan mesin 20 PK ke atas tidak lagi bisa masuk. Muara didah terlalu dangkal paling tinggi air saat pasang hingga pinggang orang dewasa,” katanya.

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL