Harga Gambir di Limapuluh Kota Fluktuatif


Sabtu,17 Juni 2017 - 00:45:37 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Harga Gambir di Limapuluh Kota Fluktuatif Ilustasi/Haluan

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM – Sejumlah petani gambir di Jorong Landai, Limapuluh Kota, terkendala karena tidak adanya kepastian harga gambir di pasaran. Ketika harga tinggi, warga Landai mengaku menangguk keuntungan besar, tapi ketika harga turun, mereka bisa tak punya pendapatan. 

 

Harga gambir yang sempat tinggi beberapa bulan lampau mencapai angka Rp100 ribu/kilogram mendatangkan peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat. Pendapatan perkapita masyarakat seperti di Jorong Landai yang berpenduduk 200 Kepala Keluarga tersebut, bahkan bisa melebihi pendapatan Pegawai Negeri Sipil (PNS). "Seharusnya ada regulasi yang mengatur sistem pengolahan maupun penjualan komoditi gambir, agar masyarakat kita tidak selalu dipermainkan oleh para toke dan tengkulak," kata Nel Gustian, ketika berdiskusi dengan Wabup Ferizal Ridwan. 

 

Menurut Mel Gustian, di Jorong Landai yang berpenduduk sekitar 400 jiwa, selain petani yang mengolah sawah dan ikan, mayoritas warga sekitar bekerja mengolah lahan gambir. Gustian menyebut, produksi komoditas gambir di Landai mencapai 2 ton perminggu atau sekitar 8 ton perbulan. 

 

"Jika dikalkulasikan dengan harga gambir saat ini yakni, Rp50 ribu perkilogram maka penghasilan masyarakat kami yang berjumlah 200 keluarga itu, bisa mencapai Rp10 hingga Rp20 juta perbulan. Ini setelah dikeluarkan biaya produksi dan pengolahan. Lebih tinggi dari penghasilan PNS," ulasnya.

 

Saat ini kondisi petani perkebunan gambir di Landai belum mampu memproduksi komoditi yang mengandung zat Katekin itu dengan mutu terbaik. Ini disebabkan, para petani masih menggunakan pengolahan dengan cara tradisional. Diduga menjadi penyebab turun naiknya harga gambir. Kondisi itu menimbulkan tidak adanya kepastian harga sehingga cenderung fluktuatif setiap bulan. 

 

Wakil Bupati Ferizal Ridwan, meminta agar pemerintah Nagari Harau berkoordinasi dengan Dinas Perkebunan, DBPMDN serta Diskoperindag, guna merancang regulasi, baik dalam bentuk Perbup atau Pernag tentang tata cara pengolahan dan sistim penjualan komoditi gambir. Terkait pengolahan, katanya, para petani gambir perlu diberikan pembinaan, pelatihan serta edukasi bagaimana tata cara mengolah gambir yang baik. 

 

"Nanti, undang kami ketika rapat kerja agar saya bisa memfasilitasi dengan OPD terkait. Nagari ke depan musti bisa berperan membangun inofasi terhadap sistim perdagangan gambir ini. Kalau bisa ini dikelola melalui BUM-Nag. Karena, selain melalui kerjasama pemerintah, untuk BUM-Nag, kini sesuai UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Pemnag dibolehkan membuat kerjasama bisnis to bisnis dengan perusahaan atau pihak swasta," tutur Wabup. (h/zkf)

 

 

Editor: Rivo Septi Andries


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,10 Agustus 2017 - 08:44:42 WIB

    Ribuan Petani Agam dan Pasaman Menjerit, Harga Sawit Sumbar Dimainkan?

    Ribuan Petani Agam dan Pasaman Menjerit, Harga Sawit Sumbar Dimainkan? PADANG, HARIANHALUAN.COM—Ombudsman Sumatera Barat (Sumbar) akan memanggil dan memeriksa Kepala Dinas (Kadis) Tanaman dan Holtikultura dan Perkebunan Sumbar, Candra, sehubungan dengan belum ditetapkannya harga Tandan Buah Se.
  • Rabu,26 Juli 2017 - 11:01:39 WIB

    Harga Gambir di Pessel Anjlok

    Harga Gambir di Pessel Anjlok PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Petani Gambir di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), kembali mengeluh akibat tidak stabilnya harga komoditas tersebut sejak  beberapa bulan terakhir..
  • Selasa,25 Juli 2017 - 16:26:53 WIB

    Langka, Harga Garam di Sawahlunto Merangkak Naik 

    Langka, Harga Garam di Sawahlunto Merangkak Naik  SAWAHLUNTO,HARIANHALUAN.COM--Kelangkaan garam yang terjadi disejumlah daerah, juga merambah ke Kota Sawahlunto. .
  • Rabu,19 Juli 2017 - 17:01:36 WIB

    Harga Emas Kembali Naik

    Harga Emas Kembali Naik PADANG, HARIANHALUAN.COM - Memasuki pekan ketiga Juli 2017, harga emas kembali merangkak naik. Pantauan Haluan, Selasa (18/7) di Toko Emas Murni Pasar Raya Padang, harga emas murni 99,9 persen saat ini berada pada kisaran har.
  • Kamis,01 Juni 2017 - 15:31:54 WIB

    Harga Cabai Anjlok, Petani Solok Gigit Jari

    Harga Cabai Anjlok, Petani Solok Gigit Jari SOLOK, HARIANHALUAN.COM – Petani cabai di Solok gigit jari lantaran harga cabai pada tingkat pedagang pengumpul sangat anjlok sekali, 1 kg cabai hanya dihargai Rp 13.000 sampai 15.000. Anjloknya cabai pada level sangat rend.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM