Kecuali Membawa BBM dan Sembako, Selama Lebaran Truk Dilarang Lewat Sumbar


Senin,19 Juni 2017 - 15:46:57 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Kecuali Membawa BBM dan Sembako, Selama Lebaran Truk Dilarang Lewat Sumbar Sejumlah pemuda (pak ogah) membantu mengatur arus lalu lintas di tanjakan Sitinjau Lauik, Padang. Saat lebaran mobil truk dilarang melewati sumbar kecuali membawa BBM dan sembako. RIVO SEPTI ANDRIES

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Dinas Perhubungan Sumbar mengeluarkan aturan kebijakan pelarangan operasi bagi truk yang memiliki lebih dari dua sumbu atau yang bermuatan 14 ton dan truk gandeng. Pelarangan tersebut berlaku sejak H-7 dan H+4 lebaran Idul Fitri.

Aturan ini diterapkan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemacetan selama perayaan hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah. Mengingat di setiap lebaran tingkat kemacetan terus meningkat. Bahkan, Dishub sudah memetakan 12 titik yang rawan macet panjang.

Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Amran mengatakan, aturan ini dikeluarkan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 40 Tahun 2017 tentang Pengaturan Lalu Lintas melalui Pembatasan Operasional Kendaraan Bermotor dan Penutupan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor pada Masa Angkutan Lebaran. "Aturan ini diterapkan guna memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pegendaran yang melakukan perjalanan mudik dan arus balik pada hari raya,"kata Amran, Sabtu 17 Juni 2017.

Agar aturan tersebut dapat berjalan sesuai dengan target lanjut Amran, pihaknya akan melakukan pengawasan ketat, terutama di sejumlah titik yang rawan kemacetan.  Apabila masih ditemui adanya truk yang masuk dalam kategori yang dilarang tersebut nekat beroperasi, maka pihaknya tidak segan-segan untuk mengambil tindakan tegas. "Jika ada yang nekat beroperasi, maka akan dikenakan sanksi tilang. Dalam hal ini, kita juga bekerjasama dengan pihak Kepolisian. Selain tilang, truk tersebut bisa saja ditahan,"tambah Amran.

Walau demikian jelas Amran, larangan truk tersebut tidak berlaku untuk truk yang mengangkut kebutuhan strategis seperti diantaranya BBM dan sembako. Dengan diterapkannya aturan ini kata Amran, pihaknya berharap seluruh pemilik dan sopir truk dapat mengikuti aturan tersebut demi terciptanya kondisi yang nyaman dan aman selama arus mudik dan balik.

Prediksi Dinas Perhubungan Sumbar, akan ada 12 titik macet di ruas jalan Sumbar. Belasan titik itu dibagi dalam dua koridor, yang berpusat di Kota Padang. Koridor pertama, ruas Padang – Payakumbuh. Ada Sembilan titik macet di koridor ini. Kedua, koridor Padang – Painan, yang diprediksi akan macet di tiga titik.

Amran juga mengungkapkan, 12 titik rawan macet itu sebenarnya sudah diprediksi tiap tahun. Berbagai solusi juga sudah dilakukan, untuk mengurai kemacetan. Diantaranya, menyiapkan beberapa jalur alternatif. “Setiap tahun, 12 titik itu selalu diwaspadai karena memang rawan macet. Setiap tahun pula dicarikan solusinya,” terang Amran.

Secara rinci disebutkan, untuk koridor Padang – Payakumbuh, kemacetan akan terjadi di Pasar Lubuk Alung, Pasar Sicincin, kawasan Air Terjun Lembah Anai, objek wisata Mega Mendung Lembah Anai, Mifan, Koto Baru, Padang Lua, Baso dan Simpang Piladang. “Kemacaten di Pasar Lubuk Alung dan Pasar Sicincin, terjadi karena penyempitan jalan dan padatnya aktivitas di pasar. Begitu juga dengan di Koto Baru, Kabupaten Tanah Datar dna Padang Luar Kabupaten Agam karena padatnya aktivitas pasar di kawasan tesebut,” katanya.


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM